By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Vietnam Sudah E10, Indonesia E5 Masih Diperdebatkan? Ini Faktanya
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Vietnam Sudah E10, Indonesia E5 Masih Diperdebatkan? Ini Faktanya

Terkini

Vietnam Sudah E10, Indonesia E5 Masih Diperdebatkan? Ini Faktanya

Nicholas
By
Nicholas
2 months ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Vietnam mempercepat transisi energi bersih melalui perluasan penggunaan bensin E10 atau bahan bakar dengan campuran etanol sebesar 10 persen. Ini bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan emisi karbon. Indonesia kapan? (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap rencana peningkatan penggunaan bioetanol dalam campuran bahan bakar dinilai perlu disikapi secara rasional dan berbasis fakta. Pengalaman sejumlah negara menunjukkan penggunaan bensin campuran etanol bukanlah hal baru, bahkan telah diterapkan dalam kadar yang lebih tinggi tanpa menimbulkan gangguan berarti pada kendaraan.

Salah satu contoh terbaru datang dari Vietnam. Negara tersebut saat ini justru mempercepat transisi energi bersih melalui perluasan penggunaan bensin E10 atau bahan bakar dengan campuran etanol sebesar 10 persen. Langkah itu ditempuh sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan emisi karbon.

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam menegaskan bahwa penggunaan bensin E10 menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung target pembangunan hijau yang sedang dijalankan negara tersebut.

Yang menarik, di tengah kekhawatiran sebagian kalangan mengenai dampak etanol terhadap mesin kendaraan, hasil implementasi di lapangan justru menunjukkan kondisi yang berbeda.

Perusahaan distribusi bahan bakar terbesar Vietnam, PVOil dan Petrolimex, telah melakukan uji distribusi E10 sejak Agustus 2025 di sejumlah kota besar seperti Hanoi, Hai Phong, dan Ho Chi Minh City. Hingga kini, pemerintah Vietnam menyatakan belum menerima laporan keluhan maupun masukan terkait kualitas E10 pada mobil maupun sepeda motor yang menggunakannya.

Keberhasilan Vietnam menjadi referensi menarik bagi banyak negara yang tengah memperluas pemanfaatan energi terbarukan di sektor transportasi. Sebab jika campuran etanol 10 persen saja dapat digunakan secara luas tanpa menimbulkan masalah berarti, maka penggunaan campuran yang lebih rendah seperti E5 atau 5 persen etanol tentu memiliki tingkat risiko yang jauh lebih kecil.

Selain aspek teknis kendaraan, Vietnam juga membuktikan bahwa transisi menuju bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dapat dilakukan tanpa membebani masyarakat secara berlebihan. Pemerintah memanfaatkan infrastruktur distribusi yang sudah tersedia sehingga tidak memerlukan pembangunan jaringan baru dalam skala besar.

Saat ini, tiga perusahaan utama yakni Petrolimex, PVOil, dan Saigon Petro telah memiliki kapasitas pencampuran hampir 890.000 meter kubik per bulan. Bahkan jika seluruh proses perizinan selesai, kapasitas nasional Vietnam diproyeksikan mencapai lebih dari 1,17 juta meter kubik per bulan, cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan pasar E5 maupun E10.

Dalam konteks Indonesia, pengalaman Vietnam dapat menjadi bahan edukasi publik bahwa kebijakan bauran bioetanol bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti secara berlebihan. Justru negara-negara lain telah melangkah lebih jauh dengan tingkat campuran yang lebih tinggi dan tetap mampu menjaga performa kendaraan serta keandalan pasokan energi.

Baca Juga :

Dinilai Banyak Kejanggalan, Ini Deretan Dugaan Kecurangan Kamboja di SEA Games 2023
7 Tips Menghilangkan Bau Badan Secara Alami

Penggunaan bioetanol juga memiliki manfaat strategis, mulai dari pengurangan emisi karbon, pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor, hingga penguatan ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Karena itu, diskusi mengenai implementasi E5 di Indonesia sebaiknya lebih banyak didasarkan pada data dan pengalaman empiris yang telah terbukti di berbagai negara. Pengalaman Vietnam memperlihatkan bahwa campuran etanol hingga 10 persen dapat berjalan dengan aman dan diterima masyarakat.

You Might Also Like

Prabowo: Sikat Izin Mangkrak! Bahlil Diminta Cabut HGB dan IUP yang Tak Bergerak
Bajak Siaran Piala Dunia 2026! Ribuan Situs Streaming Ilegal Diburu dan Ditutup
Usai Kalah di Final, Argentina Kena Sindir Lamine Yamal Gara-gara Ulah Brutal Paredes
Angin Segar! Bahlil Buka Peluang Pertamax Turun Bulan Depan
Saat Warga RI Ramai Beralih ke Bank Digital, Langkah BNI Ini Berbuah Manis!
TAGGED:BioetanolE10E5 IndonesiaVietnam
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tak Naik Meski Kurs Tertekan, Harga Pertamax Stabil Jadi Bukti Keberpihakan Pemerintah
Next Article 11 Pejabat Ditangkap Sepekan, Cermin Kerapuhan Amanah dan Belengu Budaya Korupsi di Indonesia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

KPK Tegaskan Parsel untuk ASN Bisa Masuk Kategori Gratifikasi, Vendor Diminta Waspada

Kongres GP NasDem, Saan Mustopa Tegaskan Target Partai Raih Tiga Besar Pemilu 2029

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dinilai Tepat Dilanjutkan Setelah KUHAP Baru Berlaku

Pemerintah Finalisasi Perpres Transportasi Online, Ojol Akan Diakui sebagai Pelaku UMKM

HUT ke-81 RI Digelar di Jakarta, Pemerintah Siapkan Konsep dengan Kejutan

Pembiayaan Perumahan Jadi Mesin Penggerak Laba Rp 441 Miliar Bank BSN

Kredit Perbankan Melonjak, Sinyal Aktivitas Usaha Perlahan Menguat

Minyak Mentah Indonesia Turun 21%! ESDM Pastikan Evaluasi Harga BBM Tetap Transparan

Disorot Said Didu, Ini Alasan Bahlil Ketat Atur Kuota Timah Demi Nilai Tambah Nasional

Investasi Rp1.010 Triliun Belum Cukup! Proyek Harus Segera Jalan agar Ekonomi Tak Mandek

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Djakarta Theater Dilanda Kebakaran, BPBD Ungkap Dugaan Penyebabnya

12 hours ago
Pildun 2026Terkini

Era Baru Dimulai! Spanyol Juara Dunia, Yamal Resmi Ambil Tongkat Estafet Messi

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Misi Mustahil Messi? Selangkah Ukir Rekor: Juara Dunia Sekaligus Golden Boot 2026

3 days ago
EkonomiTerkini

Setoran Negara Melesat! ESDM Kantongi Rp85,58 Triliun di Pertengahan 2026

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index