By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Pelaku Tambang Sumringah! Kebijakan Baru ESDM Dinilai Jaga Produksi Tetap Jalan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pelaku Tambang Sumringah! Kebijakan Baru ESDM Dinilai Jaga Produksi Tetap Jalan

EkonomiTerkini

Pelaku Tambang Sumringah! Kebijakan Baru ESDM Dinilai Jaga Produksi Tetap Jalan

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
2 hours ago
Share
4 Min Read
Asosiasi Pertambangan Indonesia/Indonesian Mining Association (API-IMA) menilai kebijakan relaksasi produksi dari Kementerian ESDM akan memberikan ruang bagi perusahaan tambang dalam kompensasi kenaikan biaya di lapangan dan menjaga kontribusi sektor komoditas terhadap perekonomian nasional. (Foto, Antara/A.Rizky)
SHARE

JAKARTA – Kebijakan relaksasi produksi batu bara yang tengah disiapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendapat sambutan positif dari pelaku industri. Di tengah tekanan biaya operasional yang terus meningkat akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS), langkah adaptif yang diinisiasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dinilai menjadi solusi penting untuk menjaga keberlangsungan sektor pertambangan nasional.

Asosiasi Pertambangan Indonesia/Indonesian Mining Association (API-IMA) menilai relaksasi produksi yang dilakukan secara terukur akan memberikan ruang bagi perusahaan tambang untuk mengompensasi kenaikan biaya di lapangan sekaligus menjaga kontribusi sektor komoditas terhadap perekonomian nasional.

Direktur Eksekutif API-IMA, Sari Esayanti, mengatakan industri pertambangan saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Penguatan dolar AS memang memberikan keuntungan dari sisi penerimaan ekspor, namun di saat yang sama juga meningkatkan biaya operasional karena banyak kebutuhan utama pertambangan masih bergantung pada impor.

“Kebijakan relaksasi produksi ini menjadi semakin relevan bagi pelaku usaha di tengah tren penguatan kurs dolar AS saat ini,”kata Sari Esayanti dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, kenaikan kurs dolar telah mendorong lonjakan biaya berbagai komponen penting operasional tambang, mulai dari bahan bakar, alat berat hingga suku cadang.

“Pelaku usaha juga tengah menghadapi beban pembengkakan biaya operasional. Komponen utama operasional tambang, seperti bahan bakar, alat berat, dan suku cadang, sangat bergantung pada impor yang harganya terkerek naik akibat kuatnya dolar,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, relaksasi produksi dinilai menjadi instrumen strategis yang mampu memberikan ruang napas bagi pelaku usaha untuk menjaga efisiensi sekaligus mempertahankan aktivitas produksi. Kebijakan ini juga dipandang penting untuk memastikan rantai ekonomi sektor pertambangan tetap bergerak di tengah ketidakpastian global.

Sari mengungkapkan bahwa tekanan biaya yang tinggi dan berkurangnya ruang produksi telah menimbulkan tantangan serius bagi sebagian perusahaan tambang. Bahkan, sejumlah perusahaan terpaksa menghentikan operasionalnya karena tidak lagi mampu menanggung beban produksi.

“Tekanan biaya operasional yang tinggi dan penurunan kuota produksi telah membuat beberapa tambang terpaksa menghentikan produksinya. Kebijakan relaksasi dari Kementerian ESDM ini menjadi angin segar yang dapat menjamin keberlanjutan operasi pertambangan dan sangat penting untuk mencegah potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” kata dia.

Baca Juga :

TikTok Dituduh Aplikasi Bot dan Curi Konten, Usia Dituding Sebagai Alat Propaganda China
“Orang Gede Juga Ternyata…” Skandal yang Menjatuhkan Dua Founder Lokal Sekaligus

API-IMA meyakini kombinasi antara pergerakan harga komoditas yang membaik, penguatan dolar AS, serta relaksasi produksi yang terukur dapat memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara. Karena itu, asosiasi mendukung pemerintah menjalankan kebijakan tersebut secara hati-hati dan terukur agar manfaatnya dirasakan oleh pelaku usaha, negara, maupun masyarakat.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menyusun formulasi kebijakan yang memberikan kepastian bagi dunia usaha pertambangan di tengah dinamika pasar global dan ketegangan geopolitik internasional.

Menurut Bahlil, relaksasi produksi akan diterapkan secara terukur dengan mempertimbangkan perkembangan harga komoditas dunia serta keseimbangan pasar. Pemerintah ingin memastikan peningkatan produksi berjalan selaras dengan kebutuhan pasar sehingga manfaat ekonomi dapat dioptimalkan tanpa mengganggu stabilitas industri.

“Nah atas dasar itu kita selalu mengikuti perkembangan dengan kita akan melakukan relaksasi yang terukur. Artinya kalau harganya bagus kita akan meningkatkan produksi. Kalau harganya mulai mentok kita juga akan membuat kebijakan agar supply and demand itu bisa kita jaga,” tutur Bahlil.

You Might Also Like

Son Bungkam Ceko? Korsel Bidik Start Sempurna di Piala Dunia 2026
Vuvuzela Dilarang! Piala Dunia 2026 Dipastikan Lebih Hening
16 Tahun Setelah 2010, Meksiko dan Afrika Selatan Kembali Bertemu di Laga Pembuka
Azteca Bergemuruh! Demam Piala Dunia 2026 Kuasai Meksiko Jelang Laga Pembuka
Pakar Kampus Bicara Blak-blakan: Pertamax Naik Demi Selamatkan APBN
TAGGED:Asosiasi Pertambangan Indonesia/Indonesian Mining Association (API-IMA)Bahlil LahadaliaBatubaraKementerian ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Pakar Kampus Bicara Blak-blakan: Pertamax Naik Demi Selamatkan APBN
Next Article Azteca Bergemuruh! Demam Piala Dunia 2026 Kuasai Meksiko Jelang Laga Pembuka
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Prabowo Perintahkan Harga Subsidi Tetap, Bahlil Pasang Badan untuk Rakyat

Fakta Mengejutkan! MBG Hidupkan UMKM, Tapi Dirusak Korupsi Pejabat

Pertalite Aman Sampai Akhir Tahun! Purbaya: BBM Subsidi Tak Akan Naik

Bertemu Prabowo di Istana, Chatib Basri Buka Suara soal Rumor Menteri Keuangan

Sentimen Global Positif Dorong IHSG Hijau, Investor Cermati Inflasi AS

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Laut Dunia Masuk Fase Kritis! PBB Peringatkan Ancaman Lingkungan Kian Mengkhawatirkan

1 day ago
Terkini

Pertamax Naik, Tapi Tenang! Harga RI Masih Termurah di ASEAN

1 day ago
Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Internasional

Trump Klaim AS Akan Raih Kemenangan Total atas Iran dalam Dua Pekan

2 days ago
Ekonomi

Bapanas Pastikan Stok dan Harga Pangan Tetap Aman di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index