INVERSI.ID – Timnas Tanjung Verde mengukir sejarah baru di Piala Dunia 2026 setelah memastikan langkah ke babak 32 besar. Kepastian itu didapat usai bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H yang berlangsung di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, Sabtu WIB.
Hasil tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi Tanjung Verde yang menjalani debut di ajang Piala Dunia. Tambahan satu poin membuat mereka mengakhiri fase grup di posisi kedua klasemen dengan koleksi tiga poin dari tiga pertandingan.
Mengutip laman resmi FIFA, Tanjung Verde berhasil unggul atas Uruguay yang harus puas finis di peringkat ketiga. Uruguay hanya mengumpulkan dua poin setelah pada pertandingan lainnya takluk 0-1 dari Spanyol.
Keberhasilan lolos ke fase gugur tak lepas dari konsistensi permainan Tanjung Verde sepanjang babak penyisihan. Tim asal Afrika itu tampil disiplin, terutama dalam menjaga lini pertahanan sehingga mampu menyulitkan lawan-lawannya.
Pada laga pembuka Grup H, Tanjung Verde sukses menahan imbang Spanyol tanpa gol. Mereka kemudian kembali menunjukkan daya juang tinggi saat bermain seri 2-2 melawan Uruguay, sebelum memastikan tiket ke babak 32 besar lewat hasil imbang 0-0 kontra Arab Saudi.
Menghadapi Arab Saudi, Tanjung Verde tampil lebih berani menyerang dibandingkan dua pertandingan sebelumnya. Meski begitu, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum mampu mereka tuntaskan.
Berdasarkan statistik FIFA, Tanjung Verde yang menerapkan formasi dasar 4-1-2-3 mampu melepaskan 15 tembakan sepanjang pertandingan. Namun, hanya dua di antaranya yang mengarah tepat ke gawang lawan.
Sebaliknya, Arab Saudi hanya mencatatkan tujuh percobaan, dengan tiga tembakan berhasil menemui sasaran.
Dominasi Tanjung Verde juga terlihat dari jumlah umpan silang yang dilepaskan. Mereka menciptakan 19 crossing, lebih banyak dibandingkan Arab Saudi yang hanya membukukan 12 umpan silang.
Di sisi lain, organisasi permainan Tanjung Verde juga patut mendapat apresiasi. Mereka bermain lebih disiplin dengan hanya melakukan 26 pelanggaran atau kesalahan sepanjang laga, lebih sedikit dibandingkan Arab Saudi yang tercatat melakukan 33 kali.
Keberhasilan menembus babak 32 besar menjadi catatan bersejarah bagi Tanjung Verde dalam penampilan perdana mereka di Piala Dunia. Sebaliknya, Arab Saudi harus mengubur harapan mengulang pencapaian terbaiknya saat mampu melaju ke fase gugur pada Piala Dunia 1994.
Arab Saudi mengakhiri persaingan di dasar klasemen Grup H dengan raihan dua poin dari tiga pertandingan, hasil dari dua kali imbang dan satu kekalahan.