NEW YORK – Ekuador menorehkan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Bermain penuh keberanian di New York New Jersey Stadium, AS, Kamis (25/6/2026) Ekuador membalikkan keadaan untuk menundukkan Jerman 2-1 dan memastikan tiket ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Kemenangan dramatis itu sekaligus memperlihatkan bagaimana kecerdikan dan disiplin permainan mampu mengalahkan kekuatan tradisional “Der Panzer”.
Jerman sebenarnya membuka laga dengan cepat. Leroy Sane mencetak gol pada menit kedua melalui proses yang memicu kontroversi setelah Aleksandar Pavlovic dianggap melakukan pelanggaran terhadap Pedro Vite sebelum gol tercipta.
Namun Ekuador tidak kehilangan ketenangan. Tim Amerika Selatan itu terus mengandalkan permainan fisik, transisi cepat, dan pressing agresif hingga akhirnya Nilson Angulo menyamakan kedudukan lewat gol impresif.
Puncak drama hadir pada menit ke-77. Berawal dari sundulan Kevin Rodriguez, bola jatuh di depan Gonzalo Plata yang dengan tenang menyarangkannya ke gawang Jerman. Gol tersebut langsung memicu pesta besar para pendukung Ekuador di stadion.
“Perayaannya begitu luar biasa hingga terasa seperti membuat stadion bergetar,” ulas The Athletic menggambarkan euforia kemenangan bersejarah Ekuador.
Empat poin yang dikumpulkan Ekuador cukup membawa mereka melaju ke fase gugur sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Berdasarkan proyeksi, mereka berpeluang menghadapi tuan rumah Meksiko pada babak 32 besar, bahkan berpotensi bertemu Inggris di fase berikutnya.
Sebaliknya, kekalahan ini kembali memperlihatkan sisi rapuh Jerman meski sebelumnya sudah memastikan lolos ke fase gugur. Tim asuhan Julian Nagelsmann dinilai masih menyimpan persoalan keseimbangan permainan, terutama di lini belakang. Absennya Nico Schlotterbeck akibat cedera membuat organisasi lini belakang kehilangan keseimbangan, sementara kombinasi Florian Wirtz dan Jamal Musiala juga belum menunjukkan performa terbaik.