By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Anggaran MBG 2026 Dipangkas, BGN Prioritaskan Kualitas Penerima Manfaat
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Anggaran MBG 2026 Dipangkas, BGN Prioritaskan Kualitas Penerima Manfaat

MBG

Anggaran MBG 2026 Dipangkas, BGN Prioritaskan Kualitas Penerima Manfaat

Jack
By
Jack
14 hours ago
Share
3 Min Read
Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah (tiga dari kanan), Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan penyesuaian anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 dilakukan untuk memperkuat kualitas pelaksanaan program. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah lebih mengutamakan efektivitas layanan dibanding sekadar mengejar jumlah penerima manfaat.

Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah mengungkapkan alokasi anggaran MBG untuk sementara telah mengalami efisiensi dari semula Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah masih melakukan penyesuaian melalui refocusing anggaran dan penyempurnaan tata kelola.

“Tetapi itu kan sebelum dilakukan penyisiran ulang dari refocusing anggaran dan perubahan tata kelola. Jadi, ini yang sedang dilakukan oleh kami untuk bisa menyelesaikan apa saja yang nantinya akan terpengaruh kepada agar APBN ini kita bisa menjalankan secara efektif, efisien, transparan, dan ini kan statusnya sementara ya, nanti bisa efisien lagi,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan proses penajaman sasaran penerima manfaat masih berlangsung. Berdasarkan hasil evaluasi sementara, jumlah penerima MBG diperkirakan mencapai 62,7 juta orang, lebih rendah dibanding target awal Presiden yang mencapai 82,9 juta penerima.

Meski demikian, Agustina menegaskan angka tersebut belum menjadi keputusan akhir. Pemerintah masih diberi waktu untuk melakukan evaluasi lebih lanjut sebelum Presiden Prabowo menetapkan kebijakan final.

“Kami diberi waktu lagi oleh Bapak Presiden untuk mempertajam tata kelolanya, diberi waktu sebulan. Jadi, nanti dengan hasil penyisiran lagi dari 62,7 juta itu saya yakin sebenarnya itu nanti akan otomatis mengikuti, bahwa angkanya sekarang sudah ada gambaran. Kita akan turun dan finalnya nanti menunggu keputusan Presiden,” katanya.

Menurut Agustina, saat ini proses sinkronisasi anggaran masih dilakukan bersama Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Besaran anggaran final nantinya akan diumumkan bersamaan dengan penyampaian nota keuangan Presiden.

Ia menegaskan pemerintah saat ini lebih memprioritaskan pembenahan tata kelola program daripada menetapkan target jumlah penerima dalam waktu singkat.

“Fokus utama saat ini adalah memperbaiki tata kelola sesuai arahan Presiden. Kualitas layanan lebih diprioritaskan dibandingkan mengejar jumlah penerima, dan tidak ada target angka penerima tertentu yang harus dikejar dalam waktu dekat,” katanya.

Baca Juga :

Cerita Sang Kakak Saat Kasus Vina Akan Diangkat ke Layar Lebar, Ada Pria Misterius Datang
Tips Lebaran untuk Orang Introvert, Agar Tetap Nyaman saat Silaturahmi

Di sisi lain, BGN juga tengah memperbaiki sistem pendataan penerima manfaat di sekolah dengan mengintegrasikan data program bersama Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Langkah tersebut dilakukan agar tidak terjadi penerima ganda dan bantuan dapat disalurkan secara lebih akurat.

Agustina mengungkapkan, pihaknya menemukan kasus di sejumlah daerah di mana satu sekolah dilayani oleh dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berbeda. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya pembaruan sistem pendataan.

“Kami menemukan di suatu daerah bahwa satu sekolah dapat dilayani dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbeda, sebagian dilayani SPPG A, sebagian lagi oleh SPPG B. Ke depan, data ini akan disandingkan agar tidak terulang kejadian serupa,” ucap Agustina.

You Might Also Like

Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”
Presiden Prabowo Puji Standar Kualitas Dapur MBG yang Dikelola Polri
Kejari Kudus Panggil 78 Mitra SPPG Program MBG untuk Klarifikasi Administrasi
Polri Perkuat Ketahanan Pangan: Operasikan 828 Dapur Gizi untuk 3,5 Juta Penerima Manfaat
Perkuat Sinergi, BGN Koordinasi dengan Pimpinan DPR RI demi Akselerasi MBG
TAGGED:anggaran MBGBGNMBG
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menkes: Rokok Elektrik Tak Lebih Aman dari Rokok Biasa, Bisa Jadi Media Penyalahgunaan Narkoba
Next Article Pembahasan RUU Perampasan Aset Dinilai Tepat Dilanjutkan Setelah KUHAP Baru Berlaku
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Prabowo: Sikat Izin Mangkrak! Bahlil Diminta Cabut HGB dan IUP yang Tak Bergerak

KPK Tegaskan Parsel untuk ASN Bisa Masuk Kategori Gratifikasi, Vendor Diminta Waspada

Angin Segar! Bahlil Buka Peluang Pertamax Turun Bulan Depan

Saat Warga RI Ramai Beralih ke Bank Digital, Langkah BNI Ini Berbuah Manis!

Kongres GP NasDem, Saan Mustopa Tegaskan Target Partai Raih Tiga Besar Pemilu 2029

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dinilai Tepat Dilanjutkan Setelah KUHAP Baru Berlaku

Pemerintah Finalisasi Perpres Transportasi Online, Ojol Akan Diakui sebagai Pelaku UMKM

HUT ke-81 RI Digelar di Jakarta, Pemerintah Siapkan Konsep dengan Kejutan

Pembiayaan Perumahan Jadi Mesin Penggerak Laba Rp 441 Miliar Bank BSN

Kredit Perbankan Melonjak, Sinyal Aktivitas Usaha Perlahan Menguat

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier menilai penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : prabowosubianto.com)
MBG

Fuad Bawazier Optimistis Program MBG Capai Kematangan di Tahun Ketiga

3 weeks ago
Foto : Ilustrasi program MBG untuk masyarakat indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Partisipasi Publik Kawal Program Strategis: Masyarakat Bali Sampaikan Aspirasi MBG

3 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG untuk akselerasi bangsa (Sumber : bgn.id)
MBG

Cakupan MBG & Ekonomi Daerah: DPR Ajak Pemerintah Sinergikan Potensi Lokal

3 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG Indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Kawal Program MBG, Bali Suarakan Dukungan & Perbaikan Tata Kelola

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index