INVERSI – Partisipasi publik dalam mengawal kebijakan pemerintah menjadi indikator kedewasaan demokrasi di Indonesia. Hal ini tercermin dalam aksi damai yang digelar oleh ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat di Denpasar, Bali, pada Selasa (30/06/2026).
Aksi ini menjadi forum bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan permasalahan lingkungan hidup di Provinsi Bali.
Peserta aksi yang terdiri dari komunitas masyarakat, pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok MBG, serta warga umum, melintasi rute dari Lapangan Renon menuju kantor legislatif dan eksekutif daerah. Aksi ini menegaskan bahwa masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap arah kebijakan nasional maupun permasalahan lokal yang menyentuh kehidupan mereka sehari-hari.
Komitmen pada Program Strategis Nasional
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan inisiatif utama Presiden Prabowo Subianto, dinilai oleh para pengunjuk rasa sebagai langkah progresif untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Meski demikian, para peserta aksi secara terbuka mengakui perlunya pembenahan terhadap beberapa aspek operasional yang dianggap belum maksimal.
Dalam pandangan mereka, keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program ini sangat diperlukan. Dengan adanya masukan dari akar rumput, pemerintah diharapkan dapat melakukan penyesuaian regulasi agar distribusi makanan dapat lebih presisi dan efisien.
Fokus pada kualitas nutrisi dan ketepatan waktu pengiriman menjadi catatan utama yang mereka titipkan kepada pemangku kebijakan.
Bali Bersih sebagai Agenda Utama
Selain mendukung program pusat, massa juga menaruh perhatian besar pada tata kelola lingkungan di Bali. Isu persampahan yang belakangan menjadi sorotan publik kembali ditegaskan sebagai ancaman bagi sektor pariwisata jika tidak ditangani dengan kebijakan yang komprehensif.
Masyarakat yang turun ke jalan mendesak agar pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan pendekatan jangka pendek, melainkan membangun infrastruktur pengelolaan limbah yang lebih mumpuni.
Aksi yang berlangsung dengan tertib tersebut mencerminkan keinginan masyarakat Bali untuk terus berperan serta dalam pembangunan yang berdampak jangka panjang. Meskipun tidak diterima langsung oleh pejabat di Kantor Gubernur Bali, koordinasi dengan aparat kepolisian berjalan lancar sehingga aksi tidak mengganggu ketertiban umum.
Menjaga Kondusivitas Daerah
I Ketut Artawal, selaku koordinator lapangan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang menjaga ketertiban selama penyampaian aspirasi. Ia berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, dapat menindaklanjuti masukan masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang responsif.
“Dukungan kami terhadap pemerintahan Bapak Prabowo Subianto adalah dukungan yang kritis dan membangun. Kami ingin Bali tidak hanya menjadi wajah pariwisata yang indah, tetapi juga menjadi contoh daerah yang sukses mengawal program nasional dengan sistem yang bersih, efisien, dan transparan,” tutupnya.
Kehadiran massa dalam aksi ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kebijakan bahwa suara masyarakat, baik dalam mendukung program nasional maupun menyuarakan kebutuhan lokal, adalah energi positif yang penting untuk menyukseskan visi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.