By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bahlil Bongkar Masa Depan! Mobil Hidrogen Diprediksi Saingi EV dalam 10 Tahun
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bahlil Bongkar Masa Depan! Mobil Hidrogen Diprediksi Saingi EV dalam 10 Tahun

EkonomiTerkini

Bahlil Bongkar Masa Depan! Mobil Hidrogen Diprediksi Saingi EV dalam 10 Tahun

Nicholas
By
Nicholas
2 hours ago
Share
4 Min Read
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) bersama Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi (kedua kiri), Dirut PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo (kanan), Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian (kedua kanan) dan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza (kiri) saat membuka acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (21/7/2026). (Foto, Antara/Muhammad Adimaja)
SHARE

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meyakini persaingan teknologi kendaraan ramah lingkungan belum berakhir di era mobil listrik berbasis baterai. Menurutnya, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, kendaraan berbahan bakar hydrogen akan muncul sebagai pesaing serius kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Prediksi tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Ia menilai kompetisi teknologi energi bersih dunia kini mulai bergeser, dengan hidrogen yang banyak dikembangkan Jepang dan teknologi baterai EV yang dipacu China saling berebut dominasi di pasar global.

“Keyakinan saya, paling lambat 5 sampai 10 tahun ke depan, hidrogen ini akan menyaingi kendaraan listrik yang berbasis baterai. Ini kan isu lingkungan dan sudah menjadi perdebatan kompetisi teknologi,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengikut dalam perkembangan teknologi energi bersih. Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan fondasi ekosistem hidrogen agar Indonesia memiliki posisi strategis dalam peta transisi energi dunia.

Ia menegaskan bahwa ketahanan energi nasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan energi, tetapi juga keberpihakan pada energi bersih, efisiensi, dan kemandirian produksi di dalam negeri.

“Prinsip saya, keberpihakan negara akan ditentukan oleh tiga hal: pertama, tetap menggunakan energi bersih; kedua, energi yang efisien; dan ketiga, energi itu bisa dihasilkan di dalam NKRI. Itu baru kita bicara tentang nasionalisme dan ketahanan energi,” kata Bahlil.

Untuk mempercepat pengembangan hidrogen, Kementerian ESDM memetakan empat faktor utama yang harus dipenuhi, yakni penguasaan teknologi melalui transfer teknologi, kesiapan pasar domestik, masuknya investasi, serta regulasi yang mendukung percepatan pengembangan energi baru terbarukan.

Bahlil menegaskan pihaknya membuka ruang dialog dengan akademisi, peneliti, dan pelaku industri untuk menyusun regulasi yang mampu mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia.

“Dalam rangka melakukan percepatan, dibutuhkan regulasi. Pada konteks ini, khususnya Kementerian ESDM, kami sangat terbuka untuk melakukan diskusi-diskusi tentang regulasi apa yang dibutuhkan agar proses percepatan ini berjalan lebih efisien,” ujarnya.

Baca Juga :

Biodata dan Profil Udil Surbakti, Lengkap dengan Umur, Istri, Hingga Daerah Asal
Proliga 2024: Main di Kandang, Bandung bjb Tandamata Siap Sapu Bersih

Ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan hidrogen tidak terbatas sebagai bahan bakar kendaraan. Hidrogen dapat dikembangkan menjadi berbagai produk petrokimia berbasis energi bersih, termasuk blue ammonia, sehingga memiliki potensi besar bagi sektor industri nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengungkapkan pemerintah saat ini memiliki 93 inisiatif pengembangan ekosistem hydrogen yang tersebar di berbagai daerah dengan nilai investasi mencapai Rp32 triliun.

Ajang GHES 2026 juga menjadi momentum peluncuran Bus H2 DDF (Diesel Dual Fuel), hasil kolaborasi Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), dan Perum DAMRI. Bus tersebut menggunakan kombinasi solar dan gas hidrogen sebagai bahan bakar.

Direktur Utama PT Sucofindo (Persero), Sandry Pasambuna, mengatakan pihaknya memastikan teknologi tersebut memenuhi standar keselamatan, keandalan, dan kesesuaian teknis. Berdasarkan hasil pengujian Sucofindo, sistem H2 DDF mampu menurunkan emisi opasitas hingga 57,66 persen, karbon monoksida 45,45 persen, karbon dioksida 39,37 persen, serta nitrogen oksida 21,16 persen, memperlihatkan potensi hidrogen sebagai salah satu solusi transportasi rendah emisi di masa depan.

You Might Also Like

BRI Perkuat Benteng Lawan Judi Online, Andalkan Teknologi untuk Putus Aliran Dana
Stok Batu Bara PLN Tembus 200 Juta Ton, RKAB Bukan Penyebab Gangguan Sektor Kelistrikan
Prabowo: Sikat Izin Mangkrak! Bahlil Diminta Cabut HGB dan IUP yang Tak Bergerak
Bajak Siaran Piala Dunia 2026! Ribuan Situs Streaming Ilegal Diburu dan Ditutup
Usai Kalah di Final, Argentina Kena Sindir Lamine Yamal Gara-gara Ulah Brutal Paredes
TAGGED:Bahlil LahadaliahydrogenKetahanan EnergiMenteri ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Stok Batu Bara PLN Tembus 200 Juta Ton, RKAB Bukan Penyebab Gangguan Sektor Kelistrikan
Next Article BRI Perkuat Benteng Lawan Judi Online, Andalkan Teknologi untuk Putus Aliran Dana
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

KPK Tegaskan Parsel untuk ASN Bisa Masuk Kategori Gratifikasi, Vendor Diminta Waspada

Angin Segar! Bahlil Buka Peluang Pertamax Turun Bulan Depan

Saat Warga RI Ramai Beralih ke Bank Digital, Langkah BNI Ini Berbuah Manis!

Kongres GP NasDem, Saan Mustopa Tegaskan Target Partai Raih Tiga Besar Pemilu 2029

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dinilai Tepat Dilanjutkan Setelah KUHAP Baru Berlaku

Pemerintah Finalisasi Perpres Transportasi Online, Ojol Akan Diakui sebagai Pelaku UMKM

HUT ke-81 RI Digelar di Jakarta, Pemerintah Siapkan Konsep dengan Kejutan

Pembiayaan Perumahan Jadi Mesin Penggerak Laba Rp 441 Miliar Bank BSN

Kredit Perbankan Melonjak, Sinyal Aktivitas Usaha Perlahan Menguat

Minyak Mentah Indonesia Turun 21%! ESDM Pastikan Evaluasi Harga BBM Tetap Transparan

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Djakarta Theater Dilanda Kebakaran, BPBD Ungkap Dugaan Penyebabnya

21 hours ago
EkonomiTerkini

Disorot Said Didu, Ini Alasan Bahlil Ketat Atur Kuota Timah Demi Nilai Tambah Nasional

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Era Baru Dimulai! Spanyol Juara Dunia, Yamal Resmi Ambil Tongkat Estafet Messi

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Misi Mustahil Messi? Selangkah Ukir Rekor: Juara Dunia Sekaligus Golden Boot 2026

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index