INVERSI.ID – Media sosial kembali menjadi pemantik lahirnya destinasi wisata baru yang tak terduga. Kali ini, sebuah lokasi di pesisir selatan Yogyakarta mencuri perhatian netizen, terutama di platform TikTok. Namanya Muara Pandansimo, yang berlokasi di Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tempat ini menjadi alternatif sempurna bagi mahasiswa dan anak muda yang ingin melepas penat usai kuliah atau bekerja, sekaligus menikmati angin sore dan pemandangan matahari terbenam yang memukau.
Dari Tempat Biasa Jadi Spot Viral
Kepopuleran Muara Pandansimo melejit seiring dengan pembangunan Jembatan Pandansimo, yang kini dikenal sebagai salah satu jembatan terpanjang di DIY. Keberadaan jembatan ini turut mendongkrak daya tarik kawasan muara Sungai Progo, yang sebelumnya belum banyak dilirik.
Jika berangkat dari kawasan wisata Malioboro, jarak tempuh menuju lokasi ini sekitar 21 kilometer atau sekitar satu jam berkendara. Akses menuju tempat ini melalui Jalan Bantul, Serandaan, lalu ke Jalan Pandansimo. Meski di bagian akhir jalan masih berupa tanah dan pasir, suasana yang ditawarkan di lokasi membuat perjuangan itu sepadan.
Daya Tarik yang Bikin Betah
Setibanya di lokasi, pengunjung disambut oleh hamparan rumput hijau, hembusan angin laut dari Samudera Hindia, serta pemandangan Jembatan Pandansimo yang menjulang di kejauhan. Kawasan ini masih bersifat semi-alami, dengan pedagang lokal yang menjajakan dagangan langsung dari kendaraan roda dua mereka.
Meski belum tersedia fasilitas permanen seperti musala atau toilet, atmosfer alami dan visual yang Instagramable menjadikan Muara Pandansimo spot favorit untuk bersantai, berfoto, hingga membuat konten media sosial.
Testimoni: Antara Keindahan dan Tantangan
Beberapa pengunjung yang ditemui di lokasi mengaku mengenal tempat ini dari TikTok. Sekelompok mahasiswi asal Solo, Klaten, dan Lampung yang tengah menempuh studi di Yogyakarta menyebut tempat ini memberi nuansa seperti di drama Korea.
“Cocok banget buat nyantai sore. View-nya keren, ‘vibes-nya’ Korea-Korea gitu,” ujar salah satu dari mereka.
Namun, mereka juga menyampaikan harapan agar pengelolaan tempat ini lebih diperhatikan, terutama soal kebersihan.
“Sayang banget, tempatnya bagus, tapi banyak sampah di beberapa sudut. Harusnya lebih dijaga,” ungkapnya.
Jembatan Pandansimo: Ikon Baru Selatan Yogyakarta
Sebagai latar visual utama, Jembatan Pandansimo menjadi daya tarik tersendiri. Dibangun dengan panjang total sekitar 2.300 meter, jembatan ini berdiri di atas Sungai Progo dengan struktur utama sepanjang 675 meter. Desain multi-arch bridge dengan corrugated steel plate (CSP) dan mortar busa menjadikannya unik sekaligus estetik.
Jembatan ini juga memiliki peran vital sebagai penghubung wilayah pesisir selatan dan diproyeksikan menjadi motor penggerak kawasan wisata dan ekonomi baru di Bantul dan sekitarnya.
Perlu Dukungan untuk Tetap Tumbuh
Muara Pandansimo kini menjadi simbol transformasi kawasan biasa menjadi spot wisata digital yang digemari generasi muda. Namun, agar tidak hanya sekadar viral sesaat, dibutuhkan dukungan nyata—baik dari pemerintah daerah, pelaku wisata, maupun masyarakat setempat.
Perbaikan fasilitas umum, pengelolaan sampah, dan penyediaan sarana dasar akan membuat tempat ini lebih layak dan ramah untuk dikunjungi secara berkelanjutan.***