By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Rencana Kemendikdasmen Berlakukan Kembali Penjurusan di SMA Mendapat Dukungan PGRI
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Rencana Kemendikdasmen Berlakukan Kembali Penjurusan di SMA Mendapat Dukungan PGRI

Pendidikan

Rencana Kemendikdasmen Berlakukan Kembali Penjurusan di SMA Mendapat Dukungan PGRI

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengembalikan sistem penjurusan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) mendapat respons positif dari kalangan pendidik. Kebijakan ini dinilai mampu membantu siswa mendalami ilmu sesuai minat sekaligus memudahkan sekolah dalam mengelola sumber daya guru.

Contents
Kurikulum Merdeka Dinilai Bikin BingungDampak ke Guru: Ketimpangan Jam MengajarJurusan Kembali, TKA Siap Diterapkan

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi, menyatakan bahwa sistem penjurusan kembali penting diterapkan. Menurutnya, kebebasan memilih mata pelajaran dalam Kurikulum Merdeka belum tentu efektif bagi semua siswa.

“Harapan agar siswa menguasai semua ilmu itu memang baik. Tapi kalau tidak siap, justru mereka bisa tidak mendapat apa-apa atau hanya setengah-setengah,” ujar Unifah dalam keterangan resmi pada Senin (14/4).

Ia menilai sistem jurusan akan membuat siswa lebih fokus mendalami bidang tertentu dan berpotensi menjadi ahli sejak di jenjang sekolah menengah.

Kurikulum Merdeka Dinilai Bikin Bingung

Pendapat senada datang dari praktisi pendidikan Heriyanto. Ia mengkritisi pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang menghapus sistem jurusan secara praktis. Menurutnya, banyak siswa dan sekolah justru kesulitan menentukan arah pembelajaran, apalagi di awal kelas XI ketika siswa diminta menetapkan tujuan karier.

“Ada pelajaran dasar yang sering dilepas karena dianggap tidak relevan, padahal sangat diperlukan untuk perguruan tinggi,” kata Heriyanto.

Ia mencontohkan, siswa yang awalnya ingin masuk jurusan kedokteran mungkin hanya mengambil Biologi dan Kimia. Tapi ketika di kelas XII minat berubah ke bidang teknik, mereka kesulitan karena tak mempelajari Fisika sejak awal.

“Di perguruan tinggi, mata kuliah dasar seperti Fisika, Kimia, dan Biologi masih diwajibkan untuk semua mahasiswa baru. Kalau siswa tidak dapat dasar sejak SMA, akan ada kesenjangan yang signifikan,” tambahnya.

Dampak ke Guru: Ketimpangan Jam Mengajar

Masalah lain yang muncul akibat hilangnya sistem penjurusan adalah ketimpangan distribusi jam mengajar. Ignasius Sudaryanto, guru Geografi di SMA Pangudi Luhur II Servasius Bekasi, menyebutkan bahwa banyak guru mengalami kelebihan atau kekurangan jam mengajar, yang berdampak pada tunjangan profesi.

Baca Juga :

Self-Care Jadi Bagian Penting Gaya Hidup Anak Muda Milenial dan Gen Z
Mahfud MD Bentuk Satgas untuk Mengusut Tuntas Transaksi Rp349 Triliun

“Ada guru yang kekurangan jam karena pelajarannya kurang diminati, sementara yang lain kewalahan. Kalau penjurusan dikembalikan seperti dulu (IPA, IPS, dan Bahasa) akan lebih terstruktur,” ujarnya.

Menurut Ignasius, kebijakan ini tidak hanya akan membuat siswa lebih fokus, tetapi juga membantu sekolah dalam mengatur pembagian guru dan kelas secara proporsional.

Jurusan Kembali, TKA Siap Diterapkan

Gagasan pengembalian penjurusan ini sejalan dengan rencana Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti yang ingin menyusun ulang struktur kurikulum sebagai persiapan penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), pengganti Ujian Nasional.
Sistem jurusan dinilai akan memudahkan siswa dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, sekaligus memberi arah akademik yang lebih jelas sejak bangku SMA.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka struktur pembelajaran di SMA akan kembali ke model klasik yang pernah digunakan sebelumnya. Dengan demikian, siswa akan kembali terbagi dalam jurusan IPA, IPS, atau Bahasa sesuai minat dan tujuan masa depan mereka.***

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
TAGGED:KemendikdasmenPenjurusanPGRI
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Viral! Tempat Wisata Baru di Yogyakarta dengan Vibes Korea Jadi Favorit Anak Muda
Next Article Ghosting dan Situationship, Fenomena ‘Hubungan Gantung’ yang Sering Bikin Bingung
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
Pendidikan

Peluang Kuliah Dalam dan Luar Negeri Makin Terbuka Lewat Portal Beasiswa Baru

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index