INVERSI.ID – Nama Helmy Yahya sudah tidak asing lagi di dunia hiburan Indonesia. Pria yang dijuluki “Raja Kuis” ini dikenal luas sebagai presenter, aktor, produser, hingga pengusaha sukses. Salah satu acara kuis paling ikonik yang ia bawakan adalah Siapa Berani?, bersama Alya Rohali, yang populer pada era 2000-an.
Kini, meskipun tak lagi aktif di layar kaca, Helmy tetap produktif di industri kreatif. Ia mengelola perusahaan media digital bernama R66 Media, tempat ia banyak berinteraksi dengan generasi muda, terutama Generasi Z (Gen Z).
Helmy Yahya: Gen Z Bukan Generasi Malas
Melalui pengalamannya bekerja bersama anak-anak muda, Helmy membantah keras stigma negatif yang sering ditujukan pada Gen Z. Ia melihat langsung potensi dan semangat kerja yang dimiliki generasi yang lahir antara 1997–2012 ini.
“Sekarang kasihan Gen Z dikata-katain. Dianggap lembek, enggak bisa kerja tim, komunikasi kurang. Siapa yang bikin mereka begitu? Ya kita, generasi sebelumnya,” ujar Helmy Yahya.
Helmy menggunakan analogi sederhana, “Kalau ada produk gagal, ya yang disalahin pabriknya dong.” Menurutnya, karakter Gen Z dibentuk oleh lingkungan dan pola asuh generasi sebelumnya, sehingga tak adil jika hanya mereka yang disalahkan.
Data: Gen Z Mendominasi Populasi Indonesia
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, jumlah Gen Z di Indonesia mencapai 74,93 juta jiwa, atau sekitar 27,94 persen dari total populasi nasional. Angka ini menunjukkan bahwa Gen Z memegang peran penting dalam masa depan bangsa.
Namun, dalam dunia kerja, Gen Z kerap dianggap kurang kompeten atau tidak memiliki etos kerja yang kuat. Banyak anggapan bahwa mereka mudah menyerah, kurang fokus, dan tidak tahan tekanan.
Helmy Yahya tidak setuju dengan generalisasi ini. Ia melihat Gen Z sebagai generasi adaptif yang tumbuh di era digital, sehingga pendekatan mereka terhadap pekerjaan juga berbeda.
“Anak-anak muda ini melek teknologi, cepat belajar, dan penuh kreativitas. Kita (generasi tua) justru perlu belajar dari mereka juga,” ujar mantan Direktur Utama TVRI ini.
Saatnya Dukung dan Bimbing Gen Z
Helmy Yahya mengajak semua pihak, terutama generasi senior, untuk berhenti menyalahkan dan mulai memberikan ruang dan bimbingan bagi Gen Z. Ia menegaskan pentingnya membangun ekosistem kerja yang kolaboratif dan saling belajar antar generasi.
“Saya tuh membela anak-anak muda. Ayo Gen Z, kita tunjukin kalau kita bisa kerja,” tegas Helmy penuh semangat.
Dengan dukungan yang tepat, Gen Z diyakini mampu berkontribusi besar untuk kemajuan bangsa, baik di sektor kreatif, digital, hingga kewirausahaan.***