By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Hati-Hati! Media Sosial Bisa Picu Gangguan Makan di Kalangan Remaja
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Hati-Hati! Media Sosial Bisa Picu Gangguan Makan di Kalangan Remaja

Kesehatan

Hati-Hati! Media Sosial Bisa Picu Gangguan Makan di Kalangan Remaja

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Tanpa disadari, penggunaan media sosial secara berlebihan bisa membawa dampak serius bagi kesehatan mental dan fisik, terutama di kalangan remaja. Salah satu efek yang mulai banyak ditemukan adalah gangguan makan (eating disorder), yakni kondisi mental yang memengaruhi perilaku makan secara tidak sehat.

Contents
Koneksi Berlebihan Bisa Merusak Pola MakanPerempuan Lebih Rentan TerpaparDampak Serius Bagi KesehatanCegah Gangguan Makan Sejak Dini

Di era digital, media sosial menjadi pemicu utama munculnya gangguan makan, lewat paparan konten yang menampilkan standar tubuh “ideal” atau gaya hidup sehat yang tak jarang justru menyesatkan.

Koneksi Berlebihan Bisa Merusak Pola Makan

Mengakses media sosial untuk menggali informasi atau berinteraksi dengan teman mungkin terasa menyenangkan. Namun, berbagai studi membuktikan bahwa paparan media sosial yang berlebihan bisa memicu kecemasan terhadap bentuk tubuh, serta perilaku makan yang ekstrem.

Jenis gangguan makan yang umum di kalangan remaja antara lain:

  • Anoreksia nervosa: ketakutan ekstrem terhadap kenaikan berat badan.
  • Bulimia nervosa: makan dalam jumlah banyak lalu memuntahkannya secara paksa.
  • Binge-eating disorder: keinginan makan berlebihan dan tak terkendali.

Menurut laporan tahun 2023, dari 63 ribu remaja di 16 negara, hampir 15 ribu di antaranya mengalami gangguan makan. Bahkan, di studi lain, sebanyak 444 dari 782 remaja usia 14–17 tahun menunjukkan gejala gangguan makan yang dipicu oleh kecanduan media sosial.

Perempuan Lebih Rentan Terpapar

Gangguan makan lebih banyak dialami oleh remaja perempuan. Mereka lebih sering merasa tidak puas terhadap bentuk tubuhnya, akibat terpapar konten yang menampilkan standar kecantikan yang tidak realistis.

Salah satu tren yang jadi sorotan adalah fitspiration, konten yang mengajak hidup sehat dan berolahraga. Meski bertujuan positif, tren ini bisa menimbulkan tekanan bagi remaja untuk tampil sempurna, yang pada akhirnya mendorong perilaku makan yang ekstrem atau konsumsi suplemen berlebihan.

Lebih parah lagi, gangguan makan bisa berkembang menyerupai kecanduan. Saat seseorang mendapatkan like atau comment dari unggahan tentang diet atau tubuhnya, otak melepaskan dopamin, hormon yang memunculkan rasa senang dan ketagihan. Hal ini membuat pengidap sulit menyadari bahwa kebiasaan makannya sudah tidak sehat.

Dampak Serius Bagi Kesehatan

Gangguan makan yang tidak ditangani dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari:

Baca Juga :

Lagu “Rukun Sama Teman” Karya Mendikdasmen Abdul Mu’ti Viral di Kalangan Pelajar
Misteri Ekspedisi Franklin, Mengungkap Kisah Nyata di Balik Serial ‘The Terror’
  • Anemia
  • Malnutrisi
  • Penurunan berat badan ekstrem
  • Rambut rontok
  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh

Pada kasus bulimia nervosa, dampak yang bisa terjadi meliputi pembengkakan rahang, gangguan menstruasi, kerusakan gigi, hingga gusi berdarah. Sementara anoreksia nervosa bisa menyebabkan gangguan irama jantung, kerusakan otak, bahkan kematian jika tidak ditangani.

Remaja perempuan yang mengalami kekurangan zat gizi dalam jangka panjang juga berisiko melahirkan anak dengan kondisi stunting di masa depan.

Cegah Gangguan Makan Sejak Dini

Penting untuk mengenali tanda-tanda gangguan makan sejak dini, serta membatasi paparan konten yang bisa memicu kecemasan terhadap citra tubuh. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat dibutuhkan dalam memberikan edukasi serta menciptakan ruang aman bagi remaja untuk tumbuh sehat secara fisik dan mental.***

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
TAGGED:Gangguan MakanMedia Sosialremaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Apa Itu Italian Brainrot, Tren Meme Absurd AI yang Viral di TikTok?
Next Article Kerap Dicap Lembek, Gen Z Dibela Helmy Yahya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting

4 weeks ago
Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index