INVERSI.ID – Grup musik hip hop asal Irlandia, KNEECAP, menjadi sorotan publik setelah mereka secara terbuka menyuarakan dukungan untuk Palestina dalam penampilan mereka di festival musik Coachella 2025. Namun, keberanian tersebut berujung pada gelombang ancaman serius, termasuk upaya pelarangan masuk ke Amerika Serikat.
Melalui akun X resmi @KNEECAPCEOL, pada Senin, 21 April 2025, KNEECAP membagikan sejumlah tangkapan layar berisi pesan ancaman yang mereka terima. Beberapa pesan bahkan bernada kekerasan dan menyasar keselamatan para personel band.
“Saya akan berusaha memastikan kalian dilarang masuk ke AS. Kalau saya melihat kalian duluan, palu konde akan mendarat di kepala kalian karena mendukung Islam,” bunyi salah satu pesan yang ditujukan ke manajer KNEECAP.
Penampilan Kontroversial di Coachella
Grup yang terdiri dari Mo Chara, Móglaí Bap, dan DJ Próvaí ini tampil selama dua akhir pekan di panggung Sonora Coachella, yakni pada 11 dan 18 April 2025. Dalam pertunjukannya, mereka menyisipkan berbagai pesan visual yang mengecam tindakan militer Israel dan menyerukan dukungan terhadap Palestina.
Pada akhir pekan kedua, Mo Chara menyampaikan orasi yang menyentuh ribuan penonton:
“Orang Irlandia pernah ditindas oleh Inggris, tapi kami tidak pernah dibom dari langit. Palestina tidak punya tempat untuk lari. Itu rumah mereka. Kalau ini bukan genosida, lalu apa namanya?” ucapnya, disambut sorakan “Free Palestine” dari penonton.
Namun, penampilan penuh semangat tersebut tidak disiarkan langsung. Beberapa pihak menduga keputusan itu disengaja untuk menghindari penyebaran pesan politis dari KNEECAP. Bahkan, siaran langsung minggu pertama sempat terputus sebelum penampilan selesai.
Tuntutan Boikot dan Penolakan Visa
Aksi panggung KNEECAP menuai reaksi keras. Organisasi nirlaba Creative Community for Peace (CCFP) mengklaim bahwa band tersebut sebelumnya pernah menunjukkan dukungan terhadap kelompok seperti Hamas dan Hizbullah, dua organisasi yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.
CCFP dilaporkan telah menghubungi promotor Coachella, Goldenvoice dan AEG, untuk meminta pembatalan penampilan KNEECAP di minggu kedua. Direktur eksekutif CCFP, Ari Ingel, bahkan menyerukan agar tempat hiburan dan promotor lainnya memboikot band tersebut.
“Festival seperti Coachella seharusnya merayakan musik dan persatuan, bukan memberi panggung pada band yang memuji kelompok teroris,” ujar Ingel dalam kutipan dari The Hollywood Reporter.
KNEECAP: Musik, Politik, dan Perlawanan
KNEECAP dikenal sebagai grup hip hop yang kerap mengangkat tema sosial dan politik dalam liriknya. Dibentuk di Belfast pada 2017, mereka pertama kali mencuri perhatian melalui lagu “C.E.A.R.T.A.” yang menyuarakan keresahan anak muda Irlandia.
Selain bermusik, ketiga anggota KNEECAP juga membintangi film biopik berjudul sama yang tayang perdana di Sundance Film Festival 2024. Film ini turut memperkenalkan perjalanan hidup dan perjuangan mereka dalam mempertahankan identitas, bahasa, dan hak berekspresi.***