By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Remaja dan Media Sosial: Antara Ekspresi Diri dan Tantangan Kesehatan Mental
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Remaja dan Media Sosial: Antara Ekspresi Diri dan Tantangan Kesehatan Mental

Kesehatan

Remaja dan Media Sosial: Antara Ekspresi Diri dan Tantangan Kesehatan Mental

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Namun, di balik manfaatnya, kekhawatiran terhadap dampak media sosial terhadap kesehatan mental anak muda juga terus meningkat.

Contents
Remaja Mengakui Manfaat Media Sosial, Tapi Waspada RisikoPerbedaan Pandangan antara Orang Tua dan RemajaRemaja Perempuan Lebih Rentan Mengalami Dampak NegatifMengedukasi Remaja untuk Penggunaan Media Sosial yang Sehat

Laporan terbaru dari Pew Research Center yang dirilis April 2025 mengungkapkan berbagai pandangan remaja dan orang tua mengenai pengaruh media sosial terhadap kesejahteraan emosional.

Remaja Mengakui Manfaat Media Sosial, Tapi Waspada Risiko

Dalam survei yang melibatkan 1.391 remaja berusia 13 hingga 17 tahun beserta orang tua mereka, mayoritas remaja mengaku bahwa media sosial membantu mereka tetap terhubung dengan teman-teman serta menjadi sarana ekspresi diri. Meski begitu, sekitar satu dari lima remaja menyatakan bahwa media sosial berdampak negatif terhadap kesehatan mental mereka.

Lebih menarik lagi, semakin banyak remaja yang menilai media sosial membawa pengaruh buruk bagi generasi mereka. Pada 2024, tercatat 48 persen remaja beranggapan media sosial berdampak negatif terhadap teman seumuran mereka, melonjak dari 32 persen pada 2022.

Perbedaan Pandangan antara Orang Tua dan Remaja

Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan persepsi antara orang tua dan remaja. Orang tua cenderung lebih mengkhawatirkan efek media sosial terhadap kesehatan mental anak-anak mereka. Sebanyak 80 persen orang tua merasa nyaman membicarakan kesehatan mental, namun hanya 52 persen remaja yang mengaku merasa nyaman membahas topik ini.

Kesenjangan ini menunjukkan bahwa meskipun niat orang tua untuk mendukung sangat besar, banyak remaja masih merasa canggung atau enggan membuka diri, terutama dalam konteks pengaruh media sosial.

Remaja Perempuan Lebih Rentan Mengalami Dampak Negatif

Salah satu temuan penting lainnya adalah remaja perempuan lebih rentan terhadap dampak negatif media sosial dibandingkan remaja laki-laki. Penurunan rasa percaya diri, gangguan tidur, kecemasan, dan stres menjadi beberapa masalah yang lebih sering dialami oleh remaja perempuan.

Fakta ini menekankan pentingnya pendekatan yang lebih peka gender dalam menangani penggunaan media sosial dan upaya menjaga kesehatan mental remaja.

Media Sosial Juga Jadi Sumber Informasi Kesehatan Mental

Baca Juga :

Masih Ingat Tren Ice Bucket Challenge? Kini Viral Lagi untuk Dukung Kesehatan Mental
Ganjar Pranowo Dinilai Punya Kedekatan dengan Keluarga Gus Dur

Selain berfungsi sebagai platform sosial, media sosial juga menjadi sumber informasi bagi remaja terkait kesehatan mental. Sebanyak 34 persen remaja mengaku mereka terkadang memperoleh informasi kesehatan mental melalui media sosial.

Potensi ini menunjukkan sisi positif dari media sosial, sekaligus mengingatkan pentingnya memastikan konten yang beredar kredibel dan aman untuk dikonsumsi remaja.

Mengedukasi Remaja untuk Penggunaan Media Sosial yang Sehat

Hubungan antara media sosial dan kesehatan mental remaja sangat kompleks. Media sosial bisa menjadi alat positif untuk terhubung dan berekspresi, namun juga dapat memicu tekanan emosional jika tidak digunakan secara bijak.

Alih-alih membatasi penggunaan, pendekatan yang lebih efektif adalah dengan mengedukasi remaja tentang penggunaan media sosial yang sehat, membangun komunikasi terbuka di dalam keluarga, serta mendorong kesadaran diri dalam aktivitas digital.

Menjaga keseimbangan penggunaan media sosial bisa menjadi langkah awal bagi remaja dan orang tua dalam membangun kesehatan mental yang lebih kuat di era digital.***

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
TAGGED:Kesehatan MentalMedia Sosial
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kenal Lebih Jauh dengan Padel, Olahraga Kekinian yang Lagi Digandrungi Anak Muda
Next Article Jesse Plemons Jadi Plutarch Muda di Hunger Games Terbaru, Nostalgia Catching Fire Bakal Comeback nih
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting

4 weeks ago
Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index