By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Gen Z Pilih Kesehatan Mental Ketimbang Gaji Tinggi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gen Z Pilih Kesehatan Mental Ketimbang Gaji Tinggi

Terkini

Gen Z Pilih Kesehatan Mental Ketimbang Gaji Tinggi

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
2 Min Read
Ilustrasi kesehatan mental. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Generasi Z membawa perspektif baru dalam dunia kerja. Jika generasi sebelumnya memprioritaskan gaji tinggi dan jabatan mentereng, Gen Z justru lebih memilih kesehatan mental dan keseimbangan hidup, meski harus mengorbankan pendapatan besar.

Contents
Keseimbangan Hidup Lebih BerartiStrategi Menjaga Kesehatan Mental di Dunia KerjaPerubahan yang Harus Disambut oleh Pemberi Kerja

Menurut laporan Work Relationship Index dari Hewlett-Packard (HP), Gen Z menjadi kelompok usia yang paling bersedia menerima pemotongan gaji demi menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan hidup.

Studi tersebut melibatkan 15.624 responden dari 12 negara, termasuk Indonesia, dan menghasilkan temuan menarik, 93% Gen Z rela digaji lebih kecil asalkan mereka bisa bekerja dalam lingkungan yang tidak menguras emosi.

Keseimbangan Hidup Lebih Berarti

Hasil survei juga menunjukkan bahwa fleksibilitas waktu, lingkungan kerja yang sehat, serta work-life balance menjadi nilai utama bagi Gen Z. Tekanan kerja berlebihan dianggap sebagai ancaman nyata terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup.

Masih dari survei yang sama, 48% pekerja global mengaku terkuras secara emosional dan fisik oleh beban pekerjaan mereka. Hal ini dipicu oleh tekanan target, jam kerja panjang, dan kurangnya dukungan psikologis dari tempat kerja.

Strategi Menjaga Kesehatan Mental di Dunia Kerja

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental dalam bekerja bukanlah hal idealis, melainkan tuntutan zaman. Generasi muda kini lebih berani menolak budaya kerja toksik dan memperjuangkan kondisi yang lebih sehat secara emosional.

Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk menjaga kesehatan mental saat bekerja:

  • Tetapkan batasan waktu kerja dan jangan bawa pekerjaan ke rumah.
  • Ambil jeda istirahat secara rutin, terutama saat merasa lelah atau jenuh.
  • Jaga pola makan dan tidur yang sehat, serta rutin berolahraga ringan.
  • Bangun relasi positif di kantor, hindari isolasi sosial.
  • Cari bantuan profesional bila merasa kewalahan secara emosional.

Perubahan yang Harus Disambut oleh Pemberi Kerja

Tren ini menjadi sinyal penting bagi perusahaan dan pemberi kerja. Adaptasi budaya kerja yang lebih fleksibel, suportif, dan peduli terhadap kesejahteraan psikologis karyawan bisa menjadi strategi retensi dan produktivitas yang efektif.

Jika perusahaan ingin menarik dan mempertahankan talenta Gen Z, maka budaya kerja yang sehat bukan lagi sekadar nilai tambah, tapi syarat mutlak.***

Baca Juga :

Alasan Masjid Al-Azhar Gelar Salat Idul Adha Hari Ini, Perhatikan Keputusan OKI?
Momen Lucu Jokowi saat Diwawancarai Awak Media Usai Hadiri Musrenbang

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Gajigen zKesehatan Mental
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 9 Daerah Larang Konvoi Kelulusan SMA/SMK 2025, Pelajar Diminta Rayakan Secara Positif
Next Article AI Masuk Kelas? PGRI Siapin Jurus Biar Guru Tetep Jadi yang Terbaik
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

5 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

7 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index