Anak muda Indonesia emang nggak ada matinya! Di ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-17 yang digelar di Bangkok, Thailand (2–9 Mei 2025), para pelajar Tanah Air kembali buktikan kalau mereka bisa bersaing di level global.
Salah satunya adalah Azhalea Sandyazmara Utomo, siswi kece dari SMP Labschool Cibubur, yang sukses ngegas dan bawa pulang penghargaan Best Position Paper buat Chamber 2 UNESCO. Keren abis!
Debat, Diplomasi, dan Data: Azhalea Nggak Main-Main
Di sidang simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu, Azhalea tampil sebagai delegasi dari Republik Singapura. Topik yang dibahas juga nggak main-main, bro: Inclusive Education for Students with Disabilities.
Nggak cuma jago ngomong, Azhalea juga datang bawa position paper solid yang penuh data dan solusi konkret.
Dia ngenalin “I.N.C.L.U.D.E. Framework” strategi kece yang nyentuh banyak aspek, dari infrastruktur inklusif sampai diplomasi pendidikan. Ini baru anak muda yang mikirin masa depan semua orang, tanpa kecuali.
Nggak Sendiri, Tim Labschool Cibubur Ikut Bersuara
Nggak cuma Azhalea, ada juga Ayodhya Sandyazmara Utomo dari SMA Labschool Cibubur yang tampil di Chamber UNICEF. Ayodhya, yang mewakili United Kingdom, bahas topik The Importance of Informal Education.
Menurut dia, “Ikut AYIMUN itu nggak cuma soal teori atau dokumen. Kita bener-bener diasah untuk tahan banting, berpikir kritis, dan tetap respect sama opini orang lain.” Wah, vibes-nya udah kayak diplomat beneran ya!
Lebih dari 600 Delegasi, Tapi Anak Indonesia Tetap Bersinar
AYIMUN 2025 ini digelar sama International Global Network (IGN) dan diikuti lebih dari 600 anak muda dari 40 negara.
Tujuannya jelas: ngasah skill diplomasi, public speaking, dan bikin kebijakan. Tapi yang bikin bangga, anak-anak Indonesia nggak cuma jadi peserta—mereka bersinar dan unjuk kualitas. Salut!
Buat Azhalea, prestasi ini bukan cuma pencapaian pribadi. “Dukungan dari keluarga, guru, dan sekolah itu penting banget. Mereka yang bikin kami yakin buat berpikir global dan bertindak nyata,” katanya.
Pesannya jelas: siapa pun bisa jadi pemimpin masa depan asal mau belajar, berani bicara, dan nggak takut tampil beda.