INVERSI.ID – Ribuan pelari memadati area Balai Kota Bandung pada Minggu (8/6) dalam gelaran Soekarno Run, sebuah ajang lari yang memadukan olahraga, edukasi sejarah, dan semangat nasionalisme. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang rutin digelar setiap Juni.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Nia Purnakania, SH., M.Kn., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kesuksesan dan antusiasme masyarakat dalam mengikuti acara tersebut. Menurutnya, Soekarno Run menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai perjuangan Bung Karno dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan dan relevan bagi generasi muda.
“Kegiatan ini luar biasa. Semangat perjuangan Bung Karno disampaikan lewat olahraga yang meriah dan partisipatif. Ini cara yang cerdas dan efektif untuk menyentuh hati anak muda,” ujar Nia saat ditemui di lokasi acara.
Dengan konsep fun run sejauh 5 kilometer, peserta diajak menyusuri jalur-jalur bersejarah yang erat kaitannya dengan perjalanan hidup Ir. Soekarno di Bandung, mulai dari Jalan Merdeka, Jalan Asia Afrika, Jalan Banceuy, hingga Jalan Perintis Kemerdekaan. Sebanyak 6.601 pelari turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Nia menilai bahwa pendekatan kreatif seperti ini sangat efektif dalam mengenalkan sejarah kepada generasi muda yang cenderung visual dan menyukai aktivitas kolaboratif.
“Melalui rute yang dilalui peserta, kita sebenarnya sedang mengajak anak muda untuk menapaktilasi jejak Bung Karno, bukan sekadar berlari, tetapi juga menyerap nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme,” katanya.
Bandung, Kota Sejarah dan Inspirasi
Bandung memiliki tempat penting dalam sejarah perjuangan Ir. Soekarno. Di kota inilah Bung Karno menempuh pendidikan tinggi, merumuskan gagasan kebangsaan, hingga menjalani masa penahanan di Penjara Banceuy.
“Bandung bukan hanya kota sejarah, tetapi juga saksi penting dalam lahirnya ide-ide besar yang membentuk fondasi Indonesia modern. Kita perlu terus menjadikan kota ini sebagai ruang edukasi sejarah yang inspiratif bagi generasi muda,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar mengenang masa lalu, Nia menekankan bahwa semangat Bung Karno tetap relevan untuk menjawab tantangan bangsa hari ini. Ia berharap, nilai-nilai seperti cinta tanah air, keberanian, dan gotong royong bisa tertanam kuat dalam jiwa anak muda melalui kegiatan seperti Soekarno Run.
“Bung Karno selalu percaya bahwa masa depan bangsa ada di tangan pemuda. Kegiatan ini bukan sekadar acara tahunan, tapi bisa menjadi gerakan nasional yang membentuk karakter generasi penerus bangsa,” tutupnya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Nia mendorong agar Soekarno Run tidak berhenti di Bandung saja, tetapi bisa diperluas ke berbagai daerah lain di Jawa Barat dan Indonesia, serta melibatkan pelajar dan mahasiswa sebagai bagian dari gerakan edukatif yang berkelanjutan.***