INVERSI.ID – Kementerian Keuangan mencatat realisasi anggaran pendidikan untuk program sekolah unggulan dan sekolah rakyat hingga semester I-2025 telah mencapai Rp 423,92 miliar. Dana ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan operasional berbagai sekolah prioritas pemerintah, termasuk SMA Unggulan Garuda, Sekolah Taruna Nusantara, dan sekolah rakyat di seluruh Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pencairan anggaran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Anggaran ini difokuskan untuk pembangunan sekolah unggulan di berbagai daerah serta pembukaan sekolah rakyat untuk siswa dari keluarga kurang mampu,” ujar Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Rabu (2/7/2025).
Tiga program prioritas pendidikan yang didanai ini mencakup pembangunan fisik, pengadaan sarana-prasarana, serta pembiayaan operasional awal untuk tahun ajaran baru. Berikut rinciannya.
Pencairan Anggaran Sekolah Unggulan Garuda
Program SMA Unggulan Garuda mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 2 triliun, dengan realisasi pada semester pertama 2025 sebesar Rp 1,08 miliar. Dana ini digunakan untuk pembangunan empat SMA Unggul Garuda yang saat ini sudah memasuki tahap awal konstruksi.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa selain pembangunan fisik, sebagian anggaran dialokasikan untuk pengembangan dana abadi pendidikan SMA Unggul Garuda. Dana abadi ini nantinya akan memastikan keberlanjutan operasional sekolah-sekolah unggulan tersebut dalam jangka panjang.
Sekolah Unggulan Garuda dirancang untuk mencetak siswa-siswa berprestasi dengan standar kurikulum nasional plus, fasilitas modern, dan akses beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera. Sekolah ini diharapkan menjadi model pendidikan unggulan yang bisa direplikasi di daerah lain.
Infrastruktur Sekolah Taruna Nusantara di Tiga Kota
Program Sekolah Taruna Nusantara juga menjadi salah satu prioritas dengan pagu anggaran Rp 1,2 triliun. Hingga pertengahan tahun ini, pemerintah telah mencairkan Rp 95,74 miliar untuk pembangunan infrastruktur SMA Taruna Nusantara di tiga kota, yaitu Cimahi, Magelang, dan Malang.
Menurut Sri Mulyani, program Sekolah Taruna Nusantara bertujuan mencetak generasi muda yang disiplin, berjiwa kepemimpinan, dan siap menghadapi tantangan global. Pembangunan sekolah-sekolah ini dilengkapi asrama, fasilitas olahraga, laboratorium sains, dan pusat kegiatan ekstrakurikuler untuk mendukung pengembangan bakat siswa.
Selain pembangunan fisik, sebagian anggaran juga disiapkan untuk pelatihan tenaga pengajar dan penyusunan kurikulum berbasis karakter yang menjadi ciri khas Sekolah Taruna Nusantara.
Sekolah Rakyat Terima Rp 327 Miliar untuk 100 Lokasi
Sementara itu, alokasi terbesar dalam program pendidikan semester I-2025 adalah untuk sekolah rakyat, dengan pencairan anggaran mencapai Rp 327,1 miliar. Program ini menyasar 100 lokasi yang tersebar di berbagai provinsi, dengan pembangunan fisik dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Sosial.
Sekolah rakyat dibangun untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan daerah terpencil. Pada tahun ajaran 2025, sekolah rakyat telah menerima sekitar 9.000 siswa baru yang tersebar di 396 kelas, masing-masing kelas menampung 25 siswa.
Pemerintah berharap sekolah rakyat dapat menjadi solusi untuk pemerataan pendidikan dasar berkualitas, sekaligus menekan angka putus sekolah yang masih tinggi di beberapa daerah. Program ini juga didukung dengan penyediaan guru kontrak, perlengkapan belajar, dan subsidi makan siang bagi siswa.
Komitmen Pemerintah untuk Pendidikan Berkualitas
Sri Mulyani menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam belanja negara.
“Investasi di bidang pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Sekolah unggulan, taruna, dan sekolah rakyat merupakan bagian penting untuk mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing,” ujarnya.
Meski demikian, Sri Mulyani juga mengakui tantangan dalam realisasi anggaran pendidikan, seperti keterlambatan tender pembangunan hingga kesiapan lahan di beberapa daerah. Namun, ia memastikan pemerintah terus berupaya mempercepat pelaksanaan program-program ini.
Harapan untuk Pendidikan yang Merata dan Unggul
Dengan realisasi anggaran lebih dari Rp 423 miliar pada semester pertama, pemerintah berharap dapat mempercepat pembangunan pendidikan yang merata di seluruh Indonesia. Program sekolah unggulan, sekolah taruna, dan sekolah rakyat diharapkan tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga kualitas lulusan yang dihasilkan.
Masyarakat pun diminta ikut mengawasi pelaksanaan program-program ini agar tepat sasaran dan berjalan sesuai rencana.
“Pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pendidikan ini,” tambah Sri Mulyani.
Kehadiran sekolah-sekolah unggulan dan rakyat ini juga menjadi peluang bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan berkesempatan meraih prestasi tanpa terkendala biaya.