JAKARTA – Kembali menjadi panggung megah bagi musisi legendaris Jepang, Hyde, yang menggelar konser “INSIDE LIVE 2025” pada Sabtu, 1 November 2025, di Tennis Indoor Senayan. Setelah 12 tahun tidak menyapa penggemar Indonesia, vokalis L’Arc-en-Ciel, VAMPS, dan THE LAST ROCKSTARS ini tampil dengan energi penuh, aksi panggung teatrikal, dan kejutan budaya yang membuat penonton terpukau.
Konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan pengalaman multisensori yang menggabungkan elemen visual, interaksi, dan penghormatan terhadap budaya lokal. Hyde membuktikan bahwa dirinya bukan hanya musisi, tetapi juga seniman panggung yang tahu cara menyentuh hati penonton lintas generasi.
Hyde terakhir kali tampil di Jakarta pada tahun 2013. Kembalinya sang legenda ke Indonesia disambut dengan antusiasme luar biasa oleh para penggemarnya yang dikenal sebagai BLØØD. Tiket konser ludes dalam hitungan hari, dan antrean penonton sudah terlihat sejak pagi di area Senayan.
“Hyde adalah ikon. Kami menunggu lebih dari satu dekade untuk momen ini,” ujar Rika (29), penggemar asal Bandung yang datang bersama komunitas cosplay bertema VAMPS.
Konser dibuka dengan atmosfer gelap dan dramatis. Hyde muncul dari peti mati yang ditarik ke tengah panggung, menciptakan suasana gothic yang khas. Dengan pencahayaan merah dan asap tebal, ia menyanyikan lagu pembuka “UNDERWORLD” dengan intensitas tinggi.
Tak lama kemudian, suasana berubah menjadi lebih playful. Hyde mengambil pistol air dan mulai menyemprotkan air ke arah penonton. Aksi ini disambut tawa dan sorakan, menciptakan interaksi yang hangat dan tak terduga.
“Dia tahu cara bermain dengan emosi penonton. Dari horor ke humor dalam satu set lagu,” ujar Dimas (34), penonton yang duduk di barisan depan.
Salah satu momen paling viral dari konser adalah ketika Hyde menyebut “rendang” sebagai makanan favoritnya di Indonesia. Ia bahkan sempat mengangkat kotak berisi rendang dan menyantapnya di atas panggung, disambut tepuk tangan meriah dari penonton.
“Rendang is the best!” teriak Hyde sambil tersenyum. Momen ini menjadi bukti bahwa ia tidak hanya tampil, tetapi juga merayakan budaya lokal dengan cara yang personal dan menyenangkan.
Hyde membawakan lebih dari 20 lagu dalam konser berdurasi dua jam, termasuk:
- “AFTER LIGHT”
- “MAD QUALIA”
- “HALLOWEEN PARTY”
- “GLAMOROUS SKY”
- “EVERGREEN”
- “DEPARTURES”
Penampilan vokalnya tetap prima, dengan range yang luas dan emosi yang kuat. Tata panggung didesain dengan nuansa industrial dan gothic, lengkap dengan layar LED raksasa dan efek visual yang mendukung setiap lagu.
Hyde tidak hanya menyanyi, tetapi juga aktif berinteraksi dengan penonton. Ia menyapa dengan bahasa Indonesia sederhana seperti “Apa kabar?” dan “Terima kasih.” Ia juga menerima hadiah dari penggemar, termasuk boneka, surat, dan aksesori bertema Halloween.
“Hyde sangat hangat. Dia membuat kami merasa dihargai,” ujar Ayu (26), penggemar yang berhasil memberikan surat langsung ke tangan sang idola.
Konser ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hyde sempat mengikuti Jakarta City Tour bersama Wakil Menteri Ekraf Irene Umar, mengunjungi Monas, Kota Tua, dan pusat UMKM.
“Hyde bukan hanya musisi, tapi juga duta budaya yang membantu mempromosikan Indonesia ke dunia,” ujar Irene dalam wawancara
Konser Hyde langsung menjadi trending topic di media sosial. Video aksi peti mati, rendang, dan pistol air viral di TikTok dan Instagram. Banyak media menyebut konser ini sebagai salah satu pertunjukan paling teatrikal dan berkesan tahun ini.
“Hyde menggabungkan musik, seni panggung, dan budaya lokal dengan cara yang belum pernah dilakukan artis Jepang sebelumnya,” tulisnya
Konser Hyde “INSIDE LIVE 2025” di Jakarta bukan hanya pertunjukan musik, tetapi juga perayaan emosi, budaya, dan koneksi lintas negara. Dari peti mati hingga rendang, Hyde membuktikan bahwa seni bisa menyentuh hati dengan cara yang unik dan tak terlupakan.
Bagi para BLØØD Indonesia, konser ini adalah mimpi yang terwujud. Dan bagi dunia hiburan, ini adalah standar baru dalam menyatukan musik dan budaya dalam satu panggung.