By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Pengamat Sebut Kunci Lolos Ada di Laga Perdana, Seberapa Besar Peluang Indonesia Kalahkan Zambia?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pengamat Sebut Kunci Lolos Ada di Laga Perdana, Seberapa Besar Peluang Indonesia Kalahkan Zambia?

Olahraga

Pengamat Sebut Kunci Lolos Ada di Laga Perdana, Seberapa Besar Peluang Indonesia Kalahkan Zambia?

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
8 months ago
Share
8 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Gelaran Piala Dunia U-17 2025 di Qatar menjadi sorotan besar bagi publik sepak bola Indonesia. Setelah sukses menjadi tuan rumah tahun lalu, kini giliran Garuda Muda beraksi di tanah orang membawa semangat baru, pengalaman berharga, dan ekspektasi tinggi dari para pecinta bola tanah air.

Contents
Laga Pembuka yang Menentukan Nasib Garuda MudaDari Mental ke Strategi: Bekal Indonesia untuk Hadapi ZambiaSkenario Lolos: Realistis tapi OptimistisHarapan dan Momentum

Tim asuhan Nova Arianto tergabung di Grup H, bersama tiga tim tangguh: Zambia, Brasil, dan Honduras. Grup ini bukan grup mudah. Brasil datang sebagai salah satu favorit juara dengan sejarah panjang di level usia muda, Honduras dikenal punya organisasi permainan yang rapi dan disiplin, sementara Zambia membawa tipikal permainan Afrika yang cepat dan eksplosif.

Namun, di antara ketiganya, pertandingan pertama melawan Zambia pada Selasa, 4 November 2025, disebut banyak pihak sebagai laga kunci, laga penentu apakah Indonesia bisa melangkah lebih jauh atau tidak.

“Kesempatan menang itu bisa didapat di laga pertama lawan Zambia. Sebab di kelompok umur U-17 saat ini, Zambia bukanlah tim terkuat dari Afrika,” kata pengamat sepak bola Indonesia, Mohamad Kusnaeni, Senin, 3 November 2025.

Laga Pembuka yang Menentukan Nasib Garuda Muda

Dalam turnamen besar seperti Piala Dunia, laga pembuka selalu punya efek psikologis penting. Satu kemenangan di awal bisa membangkitkan kepercayaan diri dan menjaga peluang lolos, apalagi dengan format kompetisi yang membuka ruang bagi delapan tim peringkat ketiga terbaik untuk ikut melaju ke babak 32 besar.

Kusnaeni menilai, meskipun lawan-lawan di Grup H terbilang berat, peluang Garuda Muda tetap terbuka lebar jika mampu memanfaatkan momentum di laga perdana.

“Dengan format seperti itu, satu kemenangan saja dalam fase grup akan membuka peluang Indonesia U-17. Jika bukan runner up grup, setidaknya bisa bersaing sebagai peringkat ketiga terbaik,” ujarnya.

Artinya, kemenangan melawan Zambia bisa menjadi tiket hidup bagi Indonesia. Sebab setelah itu, dua laga berikutnya melawan Brasil dan Honduras tentu akan jauh lebih sulit.

Zambia sendiri datang ke turnamen ini setelah menembus perempat final kualifikasi zona Afrika, capaian yang sebenarnya di bawah beberapa negara kuat seperti Mali, Maroko, dan Pantai Gading. Secara peringkat dan performa, mereka bukan tim Afrika terkuat, tapi tetap berbahaya karena punya fisik yang solid dan gaya main yang eksplosif.

Baca Juga :

Jadi Tulang Punggung Mobilitas Utama Arus Mudik, Jasa Marga Lakukan Preservasi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek
Beri Dukungan untuk Keluarga Yudha Arfandi, Gisella Anastasia: Tuhan Pasti Bekerja

Namun, Indonesia sudah cukup punya modal untuk membaca pola main tim Afrika. Dalam masa persiapan, skuad Nova Arianto sempat menahan imbang Pantai Gading U-17 tanpa gol, dan memberikan perlawanan sengit melawan Mali U-17 di ajang Piala Kemerdekaan. Dua hasil tersebut jadi sinyal bahwa Garuda Muda mulai terbiasa menghadapi tekanan fisik dan kecepatan tinggi tim-tim Afrika.

“Mereka jadi paham bagaimana cara main tim usia muda asal Afrika dan tahu bagaimana meredam permainan cepat serta kekuatan fisik mereka,” ujar Kusnaeni menambahkan.


Dari Mental ke Strategi: Bekal Indonesia untuk Hadapi Zambia

Secara teknis, Indonesia U-17 memang bukan tim yang mengandalkan kekuatan fisik seperti lawan-lawannya. Tapi ada hal lain yang bisa jadi pembeda, soliditas tim dan kedisiplinan taktik. Pelatih Nova Arianto dikenal cukup teliti dalam mempersiapkan transisi permainan, terutama ketika menghadapi tim-tim dengan pressing ketat.

Dalam beberapa laga uji coba, Nova mencoba mengasah kemampuan pressing terukur dan build-up cepat dari lini belakang. Garuda Muda kini tidak hanya bermain bertahan, tapi juga berani memainkan bola dan membangun serangan secara kolektif.

Di sisi lain, Zambia cenderung bermain dengan gaya direct football, umpan-umpan jauh, kecepatan sayap, dan duel udara. Kelemahan mereka justru terletak pada transisi bertahan dan koordinasi antar lini. Jika Indonesia bisa bermain sabar, memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan Zambia, peluang untuk mencetak gol akan terbuka.

Selain itu, dua uji coba melawan Mali dan Pantai Gading memberi keuntungan tambahan pengalaman menghadapi kekuatan fisik dan kecepatan khas Afrika. Dengan demikian, laga melawan Zambia tidak lagi jadi misteri.

Bek Putu Panji dan rekan-rekannya di lini belakang juga sudah mulai terbiasa dengan tekanan fisik tinggi, sementara lini tengah Indonesia memiliki motor permainan yang cepat dalam membaca situasi. Beberapa pemain yang menonjol di ajang uji coba lalu disebut-sebut akan jadi kunci dalam laga pembuka nanti.

Kusnaeni menilai, Indonesia sudah punya modal yang cukup kuat, baik dari segi mental maupun taktik.

“Saya kira, Indonesia U-17 punya modal kualitas tim yang cukup dan persiapan yang bagus untuk mewujudkan skenario itu,” katanya.

Skenario Lolos: Realistis tapi Optimistis

Kusnaeni kemudian memaparkan prediksi realistis tentang peluang Garuda Muda di fase grup. Menurutnya, kemenangan melawan Zambia adalah target utama yang harus dikejar. Setelah itu, hasil imbang lawan Brasil bisa menjadi bonus besar, dan kemenangan melawan Honduras di laga terakhir bisa mengamankan posisi aman menuju babak berikutnya.

Secara kualitas, Brasil memang jadi lawan paling berat. Tapi dengan mental yang sudah terbentuk dan strategi yang semakin matang, bukan hal mustahil jika Indonesia bisa merebut poin dari sang raksasa Amerika Selatan itu.

Di level U-17, perbedaan kekuatan tim sering kali tidak sejauh level senior. Semua bergantung pada kesiapan, taktik, dan mental bertanding di hari H.

Faktor lain yang bisa jadi pembeda adalah adaptasi terhadap cuaca Qatar yang panas dan kering. Indonesia punya sedikit keuntungan karena sudah sering berlatih di cuaca tropis, sementara beberapa tim Eropa dan Amerika Latin mungkin butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

Kombinasi kondisi fisik yang siap, pengalaman menghadapi tim Afrika, dan motivasi besar dari dukungan publik tanah air bisa jadi faktor pendorong penting.

Selain itu, skuad Nova Arianto diisi oleh generasi muda yang tumbuh dalam sistem pembinaan baru. Beberapa di antara mereka merupakan hasil dari proyek Garuda Select dan akademi-akademi lokal yang semakin kompetitif. Dengan pola latihan yang modern dan exposure internasional yang meningkat, performa tim muda Indonesia kini jauh lebih siap dibanding generasi sebelumnya.

Piala Dunia U-17 2025 pun bukan hanya soal hasil, tapi juga tolok ukur sejauh mana perkembangan sepak bola usia muda Indonesia. Melawan Zambia akan menjadi panggung awal untuk mengukur level kompetitif itu.


Harapan dan Momentum

Bagi publik sepak bola tanah air, pertandingan melawan Zambia akan jadi ujian nyata bagi Garuda Muda. Tidak hanya untuk mencari kemenangan, tapi juga untuk membuktikan bahwa Indonesia bisa bersaing di panggung dunia dengan gaya main yang disiplin, berani, dan efektif.

Dengan strategi yang matang, adaptasi yang baik, dan semangat tanpa henti, peluang Indonesia untuk mencetak sejarah di Qatar tetap terbuka lebar. Laga pembuka ini bukan sekadar pertandingan, tapi juga simbol harapan — bahwa masa depan sepak bola Indonesia sedang tumbuh, satu laga demi satu laga.

Dan jika Garuda Muda berhasil melewati rintangan pertama ini, bukan tidak mungkin suara “Indonesia Bisa!” akan kembali bergema di stadion-stadion Qatar, menggema hingga ke tanah air.

You Might Also Like

Klasemen MotoGP 2026 Usai GP Ceko: Bezzecchi Masih Memimpin, Marc Marquez Kian Mengancam
Marc Marquez Tak Terbendung di Brno, Kemenangan Kedua Beruntun Bikin Rival Waspada
Miguel Almiron Jadi Pemain Pertama Kena Aturan Prestianni di Piala Dunia 2026
Langkah Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
Alex Marquez Prioritaskan Pemulihan, Absen di Sprint dan Race GP Ceko
TAGGED:Indonesia U17Indonesia vs ZambiaPengamatPiala Dunia U17
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Kemensos Lulusan Sekolah Rakyat Kini Bisa Kuliah Lewat Beasiswa Kemensos dan Kemendiktisaintek
Next Article HYDE di Jakarta Hyde Bawa Energi Gila ke Jakarta! Dari Peti Mati, Rendang, hingga Pistol Air di INSIDE LIVE 2025
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Olahraga

Cetak Brace Perdana di Piala Dunia, Cunha Bawa Brasil Makin Percaya Diri

3 days ago
Olahraga

Ronaldinho Dikabarkan Gabung Ravenna FC, Siap Kembali ke Dunia Sepak Bola di Usia 46 Tahun

3 days ago
Olahraga

Siapkan Generasi Emas, Pemerintah Dorong Pembinaan Atlet Sejak Usia 8 Tahun

4 days ago
Olahraga

Herdman Bidik Gelar FIFA ASEAN, Timnas Indonesia Harus Jadi Raja Asia Tenggara

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index