By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Cuma Bermodal Polaroid, Penonton Konser BLACKPINK Ini Raup Untung Jutaan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Cuma Bermodal Polaroid, Penonton Konser BLACKPINK Ini Raup Untung Jutaan

Event

Cuma Bermodal Polaroid, Penonton Konser BLACKPINK Ini Raup Untung Jutaan

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
8 months ago
Share
4 Min Read
BLACKPINK DEADLINE in Jakarta
BLACKPINK DEADLINE in Jakarta
SHARE

Konser BLACKPINK di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 1–2 November 2025 bukan hanya menjadi ajang hiburan bagi para penggemar, tetapi juga ladang cuan bagi mereka yang jeli melihat peluang. Di tengah euforia ribuan BLINK—sebutan untuk penggemar BLACKPINK—dua penonton bernama Nasa dan Chan berhasil mencuri perhatian. Bukan karena aksi fanboying atau cosplay, melainkan karena keberhasilan mereka meraup jutaan rupiah hanya dengan bermodal kamera polaroid dan kreativitas.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa konser musik, khususnya konser K-Pop, kini bukan hanya tentang menikmati pertunjukan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem ekonomi mikro yang dinamis dan menguntungkan.

Nasa (24) dan Chan (24), dua sahabat asal Jakarta, awalnya hanya berniat menonton konser BLACKPINK sebagai penggemar. Namun, mereka melihat peluang besar di tengah kerumunan penonton yang ingin mengabadikan momen dengan cara yang lebih personal dan estetik.

“Kami lihat banyak orang foto-foto pakai HP, tapi hasilnya kadang nggak maksimal. Jadi kami bawa kamera polaroid dan coba tawarkan jasa foto instan,” ujar Nasa

Dengan modal kamera polaroid seharga Rp1,5 juta, beberapa pack film, dan properti sederhana seperti lightstick BLACKPINK dan backdrop mini, mereka mulai membuka jasa foto di luar area konser. Hasilnya? Dalam dua hari, mereka berhasil menjual lebih dari 200 lembar foto dengan harga Rp20.000–Rp25.000 per lembar.

Kunci keberhasilan bisnis polaroid ini terletak pada tiga hal: kesederhanaan, estetika, dan nilai emosional. Foto polaroid memiliki daya tarik tersendiri karena hasilnya langsung jadi, memiliki tekstur fisik, dan terasa lebih personal dibanding foto digital.

“Banyak yang bilang, ‘Sayang kalau momen konser cuma disimpan di HP.’ Jadi mereka senang bisa langsung pegang hasilnya,” kata Chan

Mereka juga memanfaatkan media sosial untuk promosi. Dengan membuat akun Instagram khusus dan membagikan hasil foto pelanggan (dengan izin), mereka berhasil menarik lebih banyak peminat. Bahkan, beberapa penggemar dari luar kota sengaja mencari mereka untuk berfoto sebelum konser dimulai.

Target pasar mereka sangat jelas: penggemar BLACKPINK yang mayoritas adalah Gen Z dan milenial muda. Kelompok ini sangat visual, menyukai hal-hal estetik, dan memiliki kecenderungan untuk mengabadikan momen dalam bentuk fisik seperti photocard, scrapbook, atau polaroid.

Baca Juga :

Fakta-fakta TPN Ganjar-Mahfud Sebut Banyak Kecurangan Terstruktur hingga Masif dalam Pemilu 2024
Tips Membangun UMKM yang Sukses di Era Digital dan Offline

“Gen Z itu suka yang unik dan bisa dipajang. Polaroid itu bukan cuma foto, tapi kenangan yang bisa ditempel di dinding atau disimpan di album,” ujar Dita (21), salah satu pelanggan yang membeli lima lembar sekaligus.

Jika ditambah dengan repeat order, tips, dan promosi digital, keuntungan bisa lebih besar. Bahkan, beberapa pelanggan memesan sesi foto grup atau pre-concert shoot dengan harga lebih tinggi.

Meski terlihat mudah, bisnis ini juga memiliki tantangan:

  • Cuaca dan pencahayaan: Foto polaroid sangat bergantung pada cahaya alami. Solusinya, mereka membawa ring light portabel.
  • Persaingan: Beberapa orang mulai meniru ide mereka. Untuk itu, Nasa dan Chan menambahkan gimmick seperti stiker BLACKPINK, frame lucu, dan packaging eksklusif.
  • Perizinan lokasi: Karena beroperasi di area publik, mereka harus berpindah-pindah agar tidak mengganggu lalu lintas penonton.

Melihat antusiasme yang tinggi, Nasa dan Chan berencana mengembangkan bisnis ini ke konser lain, seperti BTS, IU, atau festival musik lokal. Mereka juga mempertimbangkan untuk membuka jasa pre-order polaroid custom bertema K-Pop, lengkap dengan desain frame dan kemasan khusus.

“Ini bukan cuma soal BLACKPINK. Ini soal bagaimana kita bisa menangkap momen dan menjualnya sebagai pengalaman,” kata Chan.

Baca Juga : https://inversi.id/euforia-blackpink-deadline-day-2-di-jakarta-panggung-spektakuler-dan-momen-manis-bersama-fans/

Kisah Nasa dan Chan membuktikan bahwa di era digital ini, kreativitas bisa menjadi modal utama untuk meraih keuntungan. Dengan memahami audiens, memanfaatkan tren, dan berani mencoba, siapa pun bisa menciptakan peluang bisnis dari momen apa pun—bahkan dari konser musik.

Konser BLACKPINK 2025 di Jakarta bukan hanya tentang panggung megah dan penampilan spektakuler, tetapi juga tentang bagaimana generasi muda memanfaatkan momen tersebut untuk berkarya dan berwirausaha.

You Might Also Like

Jakarta Fair 2026 Diserbu Pengunjung, Tembus 1,5 Juta Orang dalam Sepekan
Jakarta Peringkat Kedua Kota dengan Udara Paling Kotor di Dunia, Ini Langkah Pemprov DKI
Garut Jadi Tuan Rumah Festival Layang-Layang Internasional, 13 Negara Siap Ambil Bagian
D’Youth Fest 6.0 Diramaikan Operet Princess Panda yang Angkat Makna Kehidupan
Kemenpar Dukung Jazz Gunung 2026, Perpaduan Musik, Alam, dan Budaya Indonesia
TAGGED:2025Anak MudaBLACKPINKDeadlinegen zindonesiaJakartakonserremaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article HYDE di Jakarta Hyde Bawa Energi Gila ke Jakarta! Dari Peti Mati, Rendang, hingga Pistol Air di INSIDE LIVE 2025
Next Article Jakarta BMKG Ingatkan Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan 2025: Waspada Cuaca Ekstrem, Banjir, dan Siklon Tropis
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Event

Kirab Budaya Tresna Pancasila Meriahkan Malioboro, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Yogyakarta

2 weeks ago
EventOlahraga

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar

3 weeks ago
Antusias supporter Indonesia saat melihat laga Timnas Garuda Muda melawan Myanmar di Piala AFF U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026, 1 Juni 2026. (Foto: Dok/TWH)
EventOlahraga

Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu

3 weeks ago
Foto : Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG (Sumber : https://bgn.go.id/)
MBG

BGN Jajaki Program MBG bagi Pelajar Indonesia di Jeddah, Arab Saudi

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index