Halo Inversi! Konsep desa sebagai backwater sudah harus di-revisi total. Yayasan Desa Sukses Indonesia baru saja membuktikan bahwa masa depan ekonomi digital ada di tangan pemuda desa.
Mereka sukses menggelar Pelatihan Digitalisasi Ekonomi Kreatif di Aula As Sayikir, Jatinangor, Senin (03/11/2025), yang diikuti puluhan pemuda dengan spirit tinggi. Kegiatan ini bukan hanya pelatihan biasa, tapi pergeseran mindset radikal bagi pemuda desa.
MINDSET SHIFT: DARI PENCARI KERJA KE PENCIPTA KERJA
Founder Yayasan Desa Sukses Indonesia, H. Ridwan Solichin, SIP, M.Si yang akrab disapa Kang Rinso menjelaskan filosofi di balik pelatihan ini. Tujuannya simpel tapi powerful: menumbuhkan jiwa entrepreneurship dan kemandirian ekonomi.
“Kami ingin pemuda desa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Dunia digital membuka peluang besar untuk itu,” ujar Kang Rinso.
Poin Intelektualnya: Digitalisasi ekonomi kreatif dipandang sebagai pintu masuk strategis bagi pembangunan desa yang berdaya saing, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Ini adalah upaya upgrading SDM agar desa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi produsen ide, inovasi, dan produk unggulan yang mampu bersaing global.
SKILL SET HACKS: KUASAI MARKETING DAN KONTEN KREATIF
Pelatihan ini tidak hanya berhenti di teori. Selama enam jam, peserta dibekali materi praktis yang relevant dengan kebutuhan market saat ini:
- Pengenalan Bisnis Digital dan E-commerce.
- Strategi Promosi Online yang efektif.
- Pengelolaan Konten Kreatif untuk branding produk lokal.
Peserta juga diajak langsung praktik menggunakan platform digital untuk memasarkan produk UMKM desa. Fokusnya adalah bagaimana mengkonversi potensi lokal menjadi value digital yang menarik minat konsumen.
Kang Rinso berharap ini menjadi awal dari gerakan kolaboratif antar-desa yang berkelanjutan, menciptakan ekonomi digital berbasis potensi lokal.
Intinya: Kampanye #sayasuksesuntukdesa yang diinisiasi yayasan ini adalah call to action bagi pemuda. Ini membuktikan bahwa kemandirian ekonomi desa di era digital membutuhkan inisiatif, skill pemasaran, dan mindsetglobal, yang semuanya harus didorong oleh kolaborasi yang solid. Masa depan ekonomi kreatif Indonesia, ternyata, sedang dibangun di aula-aula desa seperti di Jatinangor.