By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Pertamax Naik, Tapi Tenang! Harga RI Masih Termurah di ASEAN
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pertamax Naik, Tapi Tenang! Harga RI Masih Termurah di ASEAN

Terkini

Pertamax Naik, Tapi Tenang! Harga RI Masih Termurah di ASEAN

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 weeks ago
Share
3 Min Read
Meski naik, tapi jika mengacu pada data harga BBM di kawasan ASEAN, posisi di Indonesia masih lebih ringan. Harga Pertamax RON 92 menjadi Rp16.250 per liter masih paling kompetitif dibandingkan bensin sekelasnya di Thailand (Gasohol 91: Rp16.917/liter), Vietnam (E5 RON 92: Rp18.088/liter), apalagi Singapura yang menembus Rp37.964 per liter. (Foto, Dok/My Pertamina)
SHARE

JAKARTA – Penyesuaian harga BBM non-subsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter per 10 Juni 2026 memicu berbagai respons dari masyarakat. Namun jika dilihat secara objektif dan dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, harga bensin dengan kualitas setara di Indonesia masih tergolong paling kompetitif di kawasan.

Penyesuaian harga tersebut terjadi seiring dinamika harga minyak dunia yang masih dipengaruhi ketegangan geopolitik global, perubahan pasokan energi internasional, serta fluktuasi pasar komoditas. Sebagai produk non-subsidi, Pertamax memang dirancang mengikuti mekanisme pasar sehingga penyesuaian harga merupakan bagian dari praktik yang lazim terjadi di berbagai negara.

Mengacu pada data harga BBM di kawasan ASEAN, posisi Indonesia masih relatif lebih ringan dibandingkan negara tetangga. Harga Pertamax RON 92 menjadi Rp16.250 per liter terbukti masih paling kompetitif di ASEAN dibandingkan bensin sekelasnya di Thailand (Gasohol 91: Rp16.917/liter), Vietnam (E5 RON 92: Rp18.088/liter), apalagi Singapura yang menembus Rp37.964 per liter.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penyesuaian, daya saing harga BBM non-subsidi Indonesia masih tetap terjaga. Perlu dipahami bahwa Pertamax merupakan produk BBM komersial yang ditujukan bagi konsumen non-subsidi. Karena itu, harga produk ini berbeda dengan BBM yang mendapatkan dukungan langsung dari negara. Mekanisme penetapan harganya mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar, biaya distribusi, serta berbagai komponen pasar lainnya.

Di tengah gejolak energi global yang masih berlangsung, banyak negara melakukan penyesuaian harga energi dalam skala yang jauh lebih besar. Bahkan di sejumlah negara, kenaikan harga bahan bakar sering kali langsung berdampak pada inflasi dan biaya hidup masyarakat.

Meski demikian, pemerintah Indonesia hingga saat ini tetap menjaga stabilitas harga BBM subsidi yang digunakan masyarakat luas. Kebijakan mempertahankan harga Pertalite dan Solar subsidi menjadi salah satu instrumen perlindungan sosial agar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah tidak terdampak langsung oleh fluktuasi energi global.

Langkah tersebut menunjukkan adanya pemisahan yang jelas antara mekanisme pasar untuk BBM komersial dan perlindungan negara terhadap energi yang digunakan masyarakat kecil.

Dalam konteks ketahanan energi nasional, menjaga keseimbangan antara keberlanjutan fiskal negara dan perlindungan masyarakat menjadi tantangan yang tidak sederhana. Di satu sisi, harga BBM non-subsidi perlu mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya. Di sisi lain, negara tetap hadir menjaga akses energi bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, penyesuaian Pertamax kali ini dapat dilihat sebagai bagian dari dinamika pasar energi global yang juga dialami negara-negara lain. Yang membedakan, Indonesia masih mampu menjaga harga BBM komersialnya tetap kompetitif di kawasan ASEAN sekaligus mempertahankan perlindungan terhadap pengguna BBM subsidi.

Baca Juga :

Drama Turnamen All England 2024, Tangisan Gregoria hingga Viktor Axelsen Dihajar Ginting
Waspada Superflu di Awal Tahun, Kemenkes Perkuat Surveilans Nasional

Di tengah ketidakpastian energi dunia, kemampuan menjaga keseimbangan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendukung stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat secara keseluruhan.

You Might Also Like

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe
Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam
Tangis Ronaldo Pecah! Spanyol Singkirkan Portugal Plus Mimpi Sang Legenda
Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
TAGGED:BBM Non SubsidiLebih murah dari ASEANPertamax
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Bertemu Prabowo di Istana, Chatib Basri Buka Suara soal Rumor Menteri Keuangan
Next Article Pertalite Aman Sampai Akhir Tahun! Purbaya: BBM Subsidi Tak Akan Naik
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Singkirkan Selecao dan Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Drama di Azteca! Inggris Ukir Sejarah, Taklukkan Meksiko di Kandang Keramatnya

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index