Halo Inversi! Sosok di balik empire kebab ikonik, Hendy Setiono (Founder Baba Rafi Enterprise), baru saja membuktikan bahwa street food bisa jadi soft power yang nggak kalah keren dari politik global.
Ia tampil sebagai pembicara kunci dalam ASEAN for the People Conference (AFPC) 2025 yang digagas oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di The Sultan Hotel, Jakarta.
Konferensi ini, yang mengusung tema cerdas “Harnessing Southeast Asia’s Greatest Resource”, adalah high-level platform bagi masyarakat, akademisi, dan pelaku bisnis untuk merancang masa depan kawasan.
FUTURE HACKS: KEWIRAUSAHAAN ADALAH JAWABAN ASEAN
Hendy Setiono tidak hanya datang sebagai businessman, tetapi sebagai duta inovasi. Ia membagikan pandangan krusial mengenai peran vital wirausaha muda dalam mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
Poin Intelektualnya: Inti dari pesan Hendy adalah pergeseran fokus sumber daya. Ia tidak hanya melihat ASEAN dari kacamata sumber daya alam (natural resources), tetapi dari kreativitas dan semangat wirausaha masyarakatnya (human resources). Ini adalah mindset yang future-proof bahwa value ekonomi terbesar ASEAN ada pada inovasi manusianya.
“ASEAN memiliki potensi luar biasa, bukan hanya dalam sumber daya alam, tetapi juga dalam kreativitas dan semangat wirausaha masyarakatnya,” kata Bos Kebab Turki Baba Rafi itu.
COLLABORATION VIBES: TRIPLE HELIX ASEAN
Dalam menghadapi tantangan global, Hendy menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang ia gambarkan sebagai Triple Helix di tingkat ASEAN:
- Sektor Bisnis: Sebagai penggerak inovasi, pencipta lapangan kerja, dan solusi market-driven.
- Pemerintah: Sebagai regulator, fasilitator, dan pencipta ekosistem yang kondusif.
- Masyarakat Sipil: Sebagai watchdog dan pendorong solusi yang relevan dengan kebutuhan akar rumput.
Sinergi ini bertujuan untuk membangun komunitas kawasan yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kontribusi wirausaha muda adalah menghadirkan solusi nyata yang bisa diskalakan lintas negara di Asia Tenggara.
Intinya: Kehadiran Hendy Setiono di forum sekelas Konferensi ASEAN membuktikan bahwa entrepreneurship (bahkan dari bisnis street food sekalipun) adalah kekuatan diplomasi ekonomi yang harus dipertimbangkan. Young preneurs ASEAN didorong untuk berpikir melampaui batas negara dan menjadikan kawasan ini sebagai sandbox kolaborasi global.