By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Cerita Siswa SMAN 78 Jakarta soal Kewajiban Ikut Tes TKA
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Cerita Siswa SMAN 78 Jakarta soal Kewajiban Ikut Tes TKA

Pendidikan

Cerita Siswa SMAN 78 Jakarta soal Kewajiban Ikut Tes TKA

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
7 months ago
Share
4 Min Read
SMAN 78 Jakarta
SMAN 78 Jakarta
SHARE

JAKARTA – Senin, 3 November 2025 menjadi hari yang penuh ketegangan bagi siswa kelas XII di SMAN 78 Jakarta. Di tengah rutinitas belajar menjelang kelulusan, mereka harus mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah sebuah asesmen nasional yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai pengukur capaian akademik siswa. Meski disebut sebagai asesmen non-wajib oleh pemerintah, sejumlah siswa mengaku bahwa pihak sekolah mewajibkan mereka untuk ikut serta.

Kisah ini mencuat ke publik setelah beberapa siswa SMAN 78 Jakarta berbagi pengalaman mereka kepada media, memicu diskusi tentang batas antara anjuran dan kewajiban dalam sistem pendidikan nasional.

Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah asesmen berstandar nasional yang dirancang untuk mengukur kompetensi akademik siswa kelas XII. Tes ini mencakup mata pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam/Sosial, tergantung jurusan.

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, TKA bertujuan memberikan gambaran objektif tentang kesiapan siswa menghadapi jenjang pendidikan berikutnya, baik perguruan tinggi maupun dunia kerja.

Salah satu siswa SMAN 78 Jakarta, Ikhsan Bagas, mengungkapkan bahwa seluruh siswa kelas XII diwajibkan mengikuti TKA. “Setahu aku untuk di sini tuh wajib semuanya sih untuk murid-muridnya ikut TKA. Ada atau enggaknya yang nggak ikut tuh aku masih belum tau,” ujarnya usai mengikuti tes.

Pernyataan ini diperkuat oleh fakta bahwa sebanyak 394 siswa SMAN 78 Jakarta mengikuti TKA dalam dua sesi dan dua gelombang. Bahkan, keikutsertaan siswa mencapai 100 persen.

Kepala SMAN 78 Jakarta, Marzuki Miad, membantah bahwa sekolah mewajibkan siswa mengikuti TKA. Ia menyebut bahwa pihak sekolah hanya mengingatkan pentingnya TKA untuk masa depan siswa.

Namun, pernyataan ini memunculkan pertanyaan: jika tidak wajib, mengapa seluruh siswa ikut? Apakah ada tekanan sosial atau administratif yang membuat siswa merasa tidak punya pilihan?

Pelaksanaan TKA di SMAN 78 Jakarta juga diwarnai tantangan teknis. Mayoritas siswa mengerjakan soal menggunakan laptop pribadi karena laboratorium komputer sekolah hanya memiliki 30 unit, jauh dari cukup untuk menampung 394 peserta.

Baca Juga :

10 Sekolah Kedinasan Kemenhub, Lulus Langsung Jadi PNS Tapi Sepi Peminat?
Wonderfood Kepri Fest 2025! Surga Kuliner Melayu Kekinian Buat Anak Muda

“Karena kalau 300 peserta ini menggunakan satu lab, kan enggak mungkin. Maka lainnya menggunakan laptop,” kata Marzuki

Sebanyak 86 siswa yang tidak memiliki laptop difasilitasi secara khusus oleh sekolah, menunjukkan upaya adaptif namun juga mengungkap kesenjangan akses teknologi di lingkungan pendidikan.

Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, meninjau langsung pelaksanaan TKA di SMAN 78 Jakarta. Ia mengapresiasi kesiapan sekolah dalam menghadapi asesmen, mulai dari perangkat cadangan, koneksi internet, hingga sistem token ujian.

“Alhamdulillah persis pukul 07.30 WIB TKA dimulai di mana token sudah keluar semua. Kelas sudah kita cek, perangkat semua berfungsi termasuk perangkat cadangan jika nanti ada kendala,” ujar Gogot

TKA sebagai asesmen nasional memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kesiapan sekolah, akses teknologi, dan komunikasi yang jelas kepada siswa dan orang tua.

Psikolog pendidikan Dr. Rika Andini menyebut bahwa tekanan untuk mengikuti tes yang “diwajibkan secara tidak langsung” bisa menimbulkan stres akademik. “Siswa perlu tahu bahwa mereka punya pilihan. Jika tes bersifat opsional, maka komunikasi harus konsisten dan transparan,” ujarnya.

Kisah siswa SMAN 78 Jakarta membuka ruang diskusi penting tentang pelaksanaan asesmen nasional. Apakah TKA benar-benar opsional? Bagaimana sekolah menyampaikan kebijakan kepada siswa? Dan bagaimana pemerintah memastikan bahwa evaluasi pendidikan tidak menjadi beban tambahan?

TKA bisa menjadi alat ukur yang bermanfaat, asalkan dijalankan dengan prinsip inklusivitas, transparansi, dan kesiapan infrastruktur. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya soal angka, tetapi tentang membentuk manusia yang siap menghadapi masa depan.

You Might Also Like

Peluang Emas! UMB Sediakan Beasiswa Hingga Gratis Kuliah Bagi Peserta SNBT
Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan 34 Resmi Lulus, Ini Pesan Penting Panglima TNI
KPK Bongkar Modus Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB 2026
Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Dipelajari di Semua Jenjang Sekolah
Dedi Mulyadi Larang Titip-Menitip di SPMB Sekolah Maung, Ancam Pecat hingga Proses Hukum
TAGGED:2025Anak Mudagen zPelajarremajasiswaSMAN 78 JakartaTKA
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article PLN ELECTRIC RUN 2025 PLN Electric Run 2025 Sukses Digelar: Event Lari Nol Emisi Pertama di Indonesia yang Menginspirasi Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Next Article ubm.ac.id Seminar Entrepreneurship untuk Gen Z di UBM: Start Small, Think Big dan Bangun Bisnis dari Ide Sederhana
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Universitas Indonesia Gandeng Kampus Top China untuk Tingkatkan Riset dan Pertukaran Mahasiswa

1 week ago
Pendidikan

Kemendikdasmen Kurangi Jumlah Soal Matematika TKA SMA Jadi 25 Butir

1 week ago
Pendidikan

Peluang Magang di Eropa Terbuka untuk Mahasiswa FISIP Undip

1 week ago
Pendidikan

Kemendikdasmen Hadirkan Pentas Pelajar 2026, Ribuan Siswa Tunjukkan Bakat Terbaik

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index