By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Ketua MPR RI Ahmad Muzani Ajak Anak Muda Jadi Peternak Modern
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ketua MPR RI Ahmad Muzani Ajak Anak Muda Jadi Peternak Modern

EkonomiMBG

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Ajak Anak Muda Jadi Peternak Modern

Jack
By
Jack
8 months ago
Share
7 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Suasana di Jember, Jawa Timur, mendadak hidup ketika Ketua MPR RI Ahmad Muzani membuka Festival dan Expo Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI). Di tengah hiruk-pikuk acara yang dihadiri peternak dari berbagai daerah, Muzani datang membawa pesan yang cukup menggelitik untuk generasi muda: jangan malu jadi peternak.

Contents
Peternakan dan Program Makan Bergizi GratisPeternak Adalah Penjaga Ketahanan BangsaPeternakan Jadi Tren Baru Anak Muda

“Anak-anak muda kita harus makin semangat beternak. Karena apa? Karena beternak sapi itu sangat menguntungkan, menghasilkan yang besar,” ujar Muzani kepada wartawan, Sabtu (1/11/2025).

Bukan tanpa alasan ia menggaungkan ajakan itu. Di tengah derasnya arus urbanisasi dan tren kerja digital, dunia peternakan sering dipandang sebelah mata. Padahal, di balik aroma kandang dan jerami, ada potensi ekonomi besar yang bisa menopang ketahanan pangan nasional, bahkan membuka peluang kerja baru bagi banyak orang.

Muzani ingin generasi muda Indonesia sadar bahwa peternakan bukan cuma urusan tradisional. Dengan teknologi dan semangat inovasi, sektor ini bisa jadi lapangan yang keren dan berprospek besar.

Peternakan dan Program Makan Bergizi Gratis

Dalam sambutannya, Muzani menekankan bahwa semangat anak muda untuk kembali mencintai dunia peternakan sejalan dengan program besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu fokus utama pemerintahan.

“Dan ini bermanfaat untuk membantu pemerintah menyukseskan program makan bergizi gratis. Karena hasil dari ternak sapi pedaging atau sapi perah bisa membantu kebutuhan pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis. Kita ingin pemerintah sukses meningkatkan SDM dan kecerdasan anak-anak kita melalui program MBG,” ucap Muzani.

Program MBG memang jadi sorotan publik sejak pertama kali diumumkan. Tujuannya bukan hanya memberi makanan sehat untuk anak-anak sekolah, tapi juga membangun rantai ekonomi baru di daerah. Ketika kebutuhan gizi meningkat, otomatis permintaan terhadap daging sapi dan susu ikut naik. Di sinilah peran para peternak dibutuhkan.

Dengan begitu, peternakan tak hanya berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan nasional, tapi juga ikut mendorong ekonomi desa tumbuh lebih cepat. Dari kandang di pelosok daerah, hasil ternak bisa menyuplai kebutuhan nasional, menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan.

Muzani juga melihat bahwa peternakan sapi, baik penggemukan maupun perah, bisa menjadi penopang utama dalam membangun ketahanan pangan jangka panjang. Indonesia punya potensi besar: lahan luas, tenaga kerja muda yang melimpah, dan kebutuhan pasar yang terus meningkat. Tinggal bagaimana generasi muda mau turun langsung dan memanfaatkan peluang itu.

Baca Juga :

Dedi Mulyadi Larang Titip-Menitip di SPMB Sekolah Maung, Ancam Pecat hingga Proses Hukum
Musik Hari Ini! Playlist Anak Muda yang Lagi Hits

Peternak Adalah Penjaga Ketahanan Bangsa

Dalam acara yang juga dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak itu, Muzani memberikan apresiasi tinggi kepada para peternak dari seluruh penjuru negeri mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, Lampung, Banten, Bali, hingga Lombok. Ia menyebut kehadiran mereka sebagai bukti nyata bahwa ketahanan pangan nasional dimulai dari desa.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para peternak dan penyuluh yang terus bekerja keras. Kehadiran semua pihak di acara ini adalah bentuk komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak kita,” katanya.

Suasana festival terasa penuh semangat. Stan-stan pameran menampilkan berbagai inovasi di dunia peternakan: dari teknologi pakan, sistem penggemukan berbasis digital, sampai produk olahan daging dan susu yang dikemas kekinian. Banyak anak muda yang hadir, menunjukkan bahwa generasi baru mulai melihat peternakan sebagai bidang yang menjanjikan.

Muzani juga mengenang masa sulit ketika wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sempat menghantam dunia peternakan Indonesia beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemerintah bergerak cepat dalam memberikan bantuan dan perhatian kepada peternak.

“Pemerintah saat itu sangat responsif. Para peternak langsung mendapat vaksin gratis dan perhatian penuh. Atas nama APPSI dan para peternak sapi di Indonesia, kami sampaikan terima kasih,” lanjutnya.

Pengalaman itu jadi pelajaran penting. Peternakan bukan hanya sektor ekonomi, tapi juga urusan ketahanan nasional. Saat pasokan daging terganggu, efeknya bisa meluas hingga ke stabilitas harga dan gizi masyarakat. Karena itu, menjaga dunia peternakan berarti menjaga masa depan bangsa.

Dalam penutupan pidatonya, Muzani menegaskan bahwa dukungan kepada peternak adalah bagian dari visi Presiden Prabowo untuk memperkuat kedaulatan pangan dan membangun kemandirian bangsa dari desa.

“Peternak dan petani adalah ujung tombak kemandirian bangsa. Ketika desa kuat, Indonesia juga kuat,” pungkasnya.

Pernyataan itu menggambarkan filosofi sederhana tapi dalam. Selama ini, pembangunan sering dimulai dari kota besar. Tapi dalam pandangan Muzani, masa depan Indonesia justru terletak di desa, di tangan para petani dan peternak yang setiap hari bekerja menjaga rantai pangan negeri ini tetap hidup.

Peternakan Jadi Tren Baru Anak Muda

Ajakan Ahmad Muzani bukan sekadar nostalgia terhadap masa lalu. Ia ingin membuka mata anak muda bahwa beternak bisa jadi gaya hidup baru. Dunia kini sedang bergerak ke arah keberlanjutan (sustainability), dan peternakan yang dikelola dengan baik bisa jadi bagian dari solusi global terhadap krisis pangan dan lingkungan.

Di era digital, beternak bukan lagi pekerjaan kuno. Dengan teknologi Internet of Things (IoT), anak muda bisa memantau suhu kandang lewat ponsel, mengatur jadwal makan sapi dengan sistem otomatis, bahkan menjual hasil ternak lewat e-commerce. Peternakan kini sudah naik kelas lebih efisien, lebih modern, dan tetap menjanjikan keuntungan besar.

Faktanya, semakin banyak komunitas muda di Indonesia yang mulai terjun ke peternakan. Mereka memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk daging dan susu lokal, sambil mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi protein hewani dari peternak dalam negeri.

Jika tren ini terus tumbuh, bukan tak mungkin Indonesia bisa mencapai swasembada daging di masa depan. Tak cuma mengandalkan impor, tapi benar-benar berdiri di atas kekuatan peternak lokal. Dan di titik itulah, ajakan Muzani terasa relevan: bahwa masa depan peternakan Indonesia ada di tangan anak muda.

Festival APPSI di Jember ini bukan hanya ajang pameran sapi atau lomba peternak terbaik, tapi juga momentum untuk mengubah cara pandang. Bahwa jadi peternak bukan berarti harus kotor dan konvensional, tapi bisa modern, kreatif, bahkan keren.

Bayangkan jika semakin banyak anak muda yang memilih kembali ke desa, mengelola peternakan dengan cara baru, memanfaatkan teknologi, dan membangun ekonomi dari bawah. Maka cita-cita besar kedaulatan pangan bukan hanya wacana, tapi kenyataan.

You Might Also Like

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap
Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok
Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik
TAGGED:Anak MudaKetua MPR RIPeternakan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Bukan Sekadar KTT, Prabowo dan Presiden Korea Selatan Bicara K-Pop di APEC 2025
Next Article Awas!! Ini Tiga Masalah Otot yang Diam-Diam Nyerang Anak Muda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

MBG

Audiensi Mahasiswa di DPR, Dasco Sambungkan Langsung Aspirasi ke Bahlil dan Kepala BGN

4 days ago
Ekonomi

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

5 days ago
EkonomiTerkini

Harga Minyak Turun, Pertamax Belum? Ekonom Bongkar Alasannya!

5 days ago
Ekonomi

SpaceX Melantai di Bursa, Harta Elon Musk Tembus Rp23.120 Triliun

6 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index