INVERSI.ID – Cinta Laura Kiehl kembali bikin gebrakan. Bukan lewat akting di layar lebar atau musiknya yang catchy, kali ini Cinta melangkah lebih jauh: membangun sebuah ekosistem kreatif bernama Cinta Paras Semesta (CPS). Langkah ini menandai babak baru dalam perjalanan kariernya dari seorang entertainer menjadi sosok penggerak industri kreatif yang punya misi besar untuk memberdayakan generasi muda Indonesia.
Dalam acara Media Day eksklusif di Jakarta, Cinta mempertemukan para petinggi dari berbagai perusahaan besar di dunia media dan hiburan mulai dari Emtek, Sinemart, BASE Entertainment, hingga Unilever. Bukan sekadar kumpul biasa, tapi sebagai ajakan kolaborasi untuk membangun masa depan ekonomi kreatif Indonesia secara lebih solid dan inklusif.
Menurut Cinta, CPS bukan hanya perusahaan, tapi sebuah “ekosistem hidup” yang menggabungkan budaya, kreativitas, dan bisnis. Ia ingin menciptakan wadah di mana ide-ide segar dari anak muda bisa benar-benar diwujudkan, bukan hanya sekadar wacana.
“CPS dibangun untuk menjadi lebih dari sekadar perusahaan induk dan ini adalah mesin budaya,” ujar Cinta Laura Kiehl dalam sambutannya.
Ia menegaskan, CPS akan menjadi jembatan antara kreativitas dan infrastruktur.
“Kami menghubungkan kreativitas dengan infrastruktur, memastikan ide-ide cemerlang terwujud menjadi hasil nyata bagi ekonomi kreatif Indonesia,” lanjutnya.
Langkah besar ini memperlihatkan sisi lain dari sosok Cinta bukan hanya bintang hiburan yang cerdas berbicara, tapi juga pemimpin yang visioner dan punya misi sosial yang kuat.
Dari Paraswara hingga ABSTRKT: Ekosistem Kreatif yang Hidup
Ekosistem yang dibangun Cinta lewat CPS nggak main-main. Di bawah naungan Cinta Paras Semesta, terdapat sejumlah unit bisnis yang saling terhubung dan bergerak di bidang berbeda. Semuanya punya satu visi: mengangkat potensi kreatif anak muda Indonesia agar bisa bersaing di tingkat global.
Pertama, ada Paraswara, yang menjadi platform media dan podcast. Di sini, berbagai konten kreatif akan lahir mulai dari talkshow inspiratif, diskusi budaya, hingga program yang membahas isu sosial dari sudut pandang anak muda.
Lalu ada ABSTRKT, agensi musik dan talenta yang berfokus pada pengembangan seniman lokal. Tujuannya bukan hanya membuat musik yang bagus, tapi juga membangun ekosistem industri musik yang berkelanjutan dari produksi, distribusi, hingga branding artis.
Selain itu, Cinta juga mendirikan RVO Horizon, semacam “pabrik uang” yang berfungsi sebagai rumah produksi dan pendanaan bagi proyek-proyek film berani seperti Kuasa Gelap dan Jumbo. Lewat RVO Horizon, CPS ingin menunjukkan bahwa karya berkualitas juga bisa punya nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan strategi yang tepat.
Cinta nggak berjalan sendirian. Dalam membangun ekosistem ini, ia menggandeng Otherlands, studio kreatif milik sutradara Andrea Wijaya. Kolaborasi keduanya diharapkan bisa memperkuat koneksi antara ide-ide kreatif dan bisnis, menjadikan CPS sebagai ruang di mana inovasi dan profit bisa tumbuh bersama.
“Karya hebat berasal dari pemikiran hebat, dan gaya mengikuti secara alami. Jaringan studio kami yang dikurasi dan dipimpin oleh kreator memastikan klien terhubung dengan orang yang tepat sejak hari pertama,” kata Andrea Wijaya.
CPS juga nggak hanya fokus pada hasil karya, tapi juga proses kreatif di baliknya. Semua elemen dari ide, produksi, distribusi, sampai edukasi dipadukan dalam satu sistem yang saling mendukung. Dengan begitu, para kreator muda bisa berkembang tanpa harus kehilangan arah atau identitas.
Rumah Sraddha Semesta: Ruang untuk Berkarya dan Berkolaborasi
Sebagai jantung dari seluruh kegiatan CPS, Cinta Laura membangun Rumah Sraddha Semesta (RSS) di kawasan Jakarta Selatan. Tempat ini bukan cuma studio produksi, tapi juga jadi ruang komunitas bagi para kreator, seniman, dan inovator untuk saling bertukar ide, berkolaborasi, bahkan melahirkan proyek bersama.
Di RSS, semua hal tentang kreativitas dipertemukan: dari musik, film, desain, sampai teknologi digital. Tujuannya sederhana tapi kuat — menciptakan ruang di mana anak muda bisa bereksperimen tanpa takut gagal.
Cinta Laura menyadari, banyak talenta muda Indonesia yang punya ide keren tapi nggak tahu harus mulai dari mana. Karena itu, lewat CPS dan RSS, ia ingin membuka jalan, menyediakan akses, dan memberi dukungan yang selama ini sulit didapatkan oleh kreator independen.
“Bagi saya, kreativitas itu bukan hanya soal ekspresi diri, tapi juga tentang dampak. Saya ingin CPS menjadi tempat di mana ide bisa mengubah sesuatu, sekecil apa pun itu,” ungkap Cinta dalam wawancara terpisah.
Ke depannya, Cinta dan timnya bahkan sudah menyiapkan rencana ekspansi besar. Mereka akan meluncurkan pusat komunitas kreatif yang lebih luas dan platform media baru yang berfokus pada pemberdayaan kreator muda Indonesia.
Dengan visi yang matang dan strategi yang jelas, CPS diharapkan bisa jadi penggerak baru dalam industri kreatif Tanah Air tempat di mana mimpi besar anak muda mendapat ruang untuk tumbuh dan berdampak nyata.
Cinta Laura memang sudah lama dikenal sebagai sosok yang bukan hanya pintar, tapi juga punya kepedulian sosial tinggi. Dari kampanye pendidikan, isu kesetaraan gender, sampai pembangunan karakter anak muda, Cinta selalu tampil dengan energi positif dan pemikiran yang segar.
Kini, lewat Cinta Paras Semesta, ia membawa semua itu ke level yang lebih tinggi. Ia tidak lagi sekadar berbicara tentang perubahan, tapi benar-benar menciptakan sistem yang memungkinkan perubahan itu terjadi.
Bagi Cinta, CPS bukan sekadar bisnis atau proyek pribadi, melainkan panggilan hati untuk menggerakkan generasi baru yang lebih sadar, kreatif, dan berdaya. Dengan semangat kolaborasi dan idealisme yang kuat, langkah Cinta ini terasa seperti awal dari era baru dalam dunia industri kreatif Indonesia era di mana anak muda nggak cuma jadi penonton, tapi juga pencipta.