Halo Inversi! Siapa bilang madrasah hanya unggul di ilmu agama? MTs Negeri 1 Sintang baru saja membuktikan bahwa mereka adalah incubator ilmuwan muda yang siap bersaing di level nasional!.
Dua siswa mereka, Zain Ibra Raffandydan Zahira Rafiidatullah, berhasil melaju ke tingkat nasional dalam ajang bergengsi Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2025.
KREASI ini bukan kompetisi ecek-ecek. Ajang ini diselenggarakan oleh ABAK Academy Indoesia berkolaborasi dengan powerhouses akademik seperti Artificial Intelligence Center Indonesia (AiCI), Lembaga Sain Terapan (LST) UI, dan FMIPA UGM. Ini adalah battleground sesungguhnya bagi young researchers di Indonesia.
MINDSET MENTORING: LITERACY DAN ETIKA ILMIAH ADALAH CORE VALUE
Kepala MTs Negeri 1 Sintang, Sutardi, menyampaikan apresiasi setinggi langit kepada para guru pembimbing dan siswa. Namun, pesannya jauh lebih dalam dari sekadar ucapan selamat. Beliau menyoroti pentingnya Budaya dan Metode Ilmiah sebagai panduan hidup.
“Budaya dan Metode Ilmiah yang memandu cara berpikir, bersikap, dan berperilaku yang sistematis dan terverifikasi, sesuai dengan kaidah ilmuan sangat penting dibekalkan kepada para siswa, terus tumbuhkan budaya literasi untuk mempersiapkan generasi emas,” kata Sutardi, Senin (3/11/2025).
Intelektual Takeaway: Pernyataan ini menunjukkan bahwa madrasah memahami kebutuhan Generasi Emas bukan hanya tentang nilai, tapi tentang skill set abad ke-21. Skill yang dimaksud adalah berpikir kritis, sistematis, dan kemampuan verifikasi data soft skill wajib di era post-truth dan hoax seperti sekarang.
ETIKA SAINS: THE REAL JUARA
Sutardi berharap KREASI ini menjadi pemicu bagi siswa lain untuk menumbuhkan Sikap dan Etika Ilmiah. Ini termasuk: rasa ingin tahu, jujur, objektif, kritis, terbuka, teliti, tekun, tanggung jawab, dan berani mempertahankan kebenaran.
Mengapa etika ini penting? Karena di dunia riset dan inovasi, integritas adalah modal utama. Inovasi tanpa etika sama dengan nol. Dengan menekankan value ini, MTsN 1 Sintang tidak hanya mencetak peneliti cerdas, tetapi juga ilmuwan yang berkarakter. “Ini menunjukkan bahwa siswa MTs juga memiliki potensi besar dalam dunia penelitian ilmiah,”Ucapnya.
Keberhasilan Zain dan Zahira membuktikan bahwa madrasah mampu bersaing dalam bidang riset dan inovasi di tingkat nasional. Ini adalah statement yang menghapus stereotip dan menegaskan bahwa fasilitas dan support system di madrasah kini setara dengan sekolah umum terbaik.
Intinya: MTsN 1 Sintang telah menjadi role model pendidikan yang berhasil memadukan nilai spiritual dan skill saintifik. Mereka tidak hanya mencetak pelajar yang taat, tapi juga peneliti yang kritis dan inovatif.