By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Arus Modal Asing Bisa Kembali Masuk, Asal Dua Indikator Ini Terus Membaik
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Arus Modal Asing Bisa Kembali Masuk, Asal Dua Indikator Ini Terus Membaik

Ekonomi

Arus Modal Asing Bisa Kembali Masuk, Asal Dua Indikator Ini Terus Membaik

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
4 Min Read
Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Prospek penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu ke depan dinilai sangat dipengaruhi oleh perkembangan sejumlah indikator ekonomi utama. Salah satu faktor yang menjadi sorotan investor adalah pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan arah pergerakan kedua instrumen tersebut akan menjadi penentu penting bagi sentimen pasar keuangan domestik.

Menurut Rully, peluang berlanjutnya tren positif di pasar saham akan semakin terbuka apabila rupiah mampu mempertahankan penguatannya dan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun bergerak turun secara bertahap dari level tertingginya.

“Jika rupiah mampu bertahan menguat dan yield SBN (Surat Berharga Negara) tenor 10 tahun turun secara bertahap dari level puncaknya di atas 7,3 persen menuju kisaran yang lebih rendah, premi risiko Indonesia akan menurun,” ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

“Kondisi tersebut akan membuka ruang bagi masuknya kembali aliran dana asing ke pasar obligasi maupun saham,” lanjut Rully.

Data perdagangan menunjukkan IHSG mengalami tren penguatan dalam sepekan terakhir. Pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6), indeks berada di level 5.344,69. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 5.744,06 pada Rabu (10/6), naik lagi ke posisi 5.899,27 pada Kamis (11/6), lalu mencapai 5.960,27 pada Jumat (12/6), sebelum akhirnya dibuka di level 6.118,73 pada Senin (15/6).

Rully menilai kenaikan yang terjadi saat ini masih lebih banyak dipengaruhi faktor technical rebound. Sentimen tersebut didukung oleh kebijakan moneter Bank Indonesia yang lebih agresif serta meredanya ketegangan geopolitik internasional.

Salah satu langkah yang mendapat perhatian pasar adalah keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada 9 Juni lalu.

Di sisi lain, perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran juga memberikan sentimen positif. Kedua negara dilaporkan telah mencapai kesepakatan damai dan dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada 19 Juni mendatang.

Baca Juga :

Generasi Muda di Ujung Tanduk, 312 Ribu Remaja Indonesia Jadi Korban Narkoba
4 Rekomendasi Menu Sahur, Praktis dan Tidak Bikin Lemas saat Puasa

Kondisi tersebut membantu menciptakan stabilitas yang lebih baik di pasar keuangan, termasuk menjaga pergerakan rupiah dan menurunkan tekanan terhadap yield obligasi pemerintah. Situasi itu turut memperbaiki persepsi investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

Meski demikian, Rully mengingatkan bahwa pelaku pasar masih akan terus memantau sejumlah faktor eksternal maupun domestik yang berpotensi memengaruhi arah investasi.

Menurutnya, perhatian investor saat ini masih tertuju pada perkembangan sentimen global, arah kebijakan suku bunga bank sentral, serta kondisi stabilitas pasar keuangan nasional.

Ia menilai sinyal perbaikan memang mulai terlihat, namun investor masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut bahwa penurunan premi risiko dan stabilisasi rupiah dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Arus modal asing masih cenderung selektif,” imbuh Rully Arya Wisnubroto.

Dengan kata lain, meskipun pasar saham menunjukkan tanda-tanda pemulihan, keputusan investor global untuk kembali masuk ke pasar Indonesia masih akan sangat bergantung pada konsistensi stabilitas ekonomi dan keberlanjutan kebijakan yang mendukung iklim investasi.

You Might Also Like

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian
DPK Tembus Rp47,9 Triliun! Kepercayaan Pengusaha ke CIMB Niaga Makin Kuat
BRIvolution Berbuah Manis! Transformasi BRI Diakui Masuk Daftar Bank Terbesar Dunia
Proyek Gas Raksasa North Hub Siap Tembus 1.000 MMSCFD dan Buka 8.000 Lowongan
Mensesneg: Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo Sesuai Mekanisme Undang-Undang
TAGGED:IHSGIndeks Saham
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Persebaya Resmi Datangkan 5 Pemain Baru, Siap Tancap Gas Sambut Liga 1 2026/2027
Next Article Garut Jadi Tuan Rumah Festival Layang-Layang Internasional, 13 Negara Siap Ambil Bagian
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Destry Damayanti Resmi Jadi Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo Mundur

Kepala Staf Kepresidenan, Minta Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Diusut Tuntas

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Istana Sampaikan Penghargaan atas Dedikasi 7 Tahun

Bahlil Proaktif Dorong TransJakarta Pakai Hidrogen demi Kemandirian Energi

Korlantas Tegaskan Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Bukan Aturan Baru, Informasi Viral Dipastikan Hoaks

Tak Sekadar Sepak Bola, Piala Presiden 2026 Buka Peluang Bisnis bagi 100 UMKM

Febrie Adriansyah Sebut Penetapan Tersangka TPPU Bentuk Kriminalisasi

Febrie Adriansyah Tiba di Rutan KPK Usai Ditetapkan Tersangka, Datang Tanpa Rompi Tahanan

Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Aliran Dana

Tak Lagi Sekadar Bank KPR, BTN Genjot Strategi Beyond Mortgage

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Prabowo Ungkap Dana Efisiensi Rp300 Triliun Digunakan untuk Program Prioritas Nasional

5 days ago
Ekonomi

Tabung CNG Akan Dibuat PT Pindad? Ternyata Sudah Lama Produksi Tabung Gas Nasional

5 days ago
Ekonomi

Bandara Husein Bandung Resmi Beroperasi Lagi Mulai Agustus 2026, Layani Rute Domestik dan Regional

6 days ago
Ekonomi

Dedi Mulyadi Siapkan Kertajati Jadi Pusat Industri Pertahanan, Husein Fokus Penerbangan Komersial

6 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index