By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Jelang 60 Tahun Hubungan Bilateral, Indonesia dan Singapura Perbarui Kerja Sama Pendidikan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Jelang 60 Tahun Hubungan Bilateral, Indonesia dan Singapura Perbarui Kerja Sama Pendidikan

Pendidikan

Jelang 60 Tahun Hubungan Bilateral, Indonesia dan Singapura Perbarui Kerja Sama Pendidikan

Jack
By
Jack
3 hours ago
Share
4 Min Read
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee di Singapura. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
SHARE

INVERSI.ID – Pemerintah Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama di sektor pendidikan dengan menitikberatkan pada pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pembaruan nota kesepahaman (MoU), hingga perluasan akses pendidikan bagi peserta didik.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dengan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee yang berlangsung sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral kedua negara di bidang pendidikan.

Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan di Jakarta Pusat, Minggu, Abdul Mu’ti mengatakan Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyediakan layanan pendidikan yang merata. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 50 juta peserta didik, masih banyak anak yang tinggal di daerah terpencil sehingga membutuhkan dukungan teknologi untuk memperoleh akses belajar yang setara.

Menurutnya, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, pemerintah terus mengembangkan sistem pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang lebih fleksibel melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Kita bisa menggunakan teknologi untuk memiliki akses ke internet, kita bisa menggunakan teknologi, termasuk AI, sebagai bagian dari strategi untuk menghilangkan kesenjangan antara pelajar yang tinggal di kota dan pelajar yang tinggal di pelosok negeri,” ujar Mu’ti.

Meski demikian, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia pendidikan tidak boleh mengesampingkan kemampuan berpikir kritis maupun reflektif peserta didik. Ia menilai teknologi kecerdasan buatan tetap memiliki keterbatasan, terutama dalam memahami aspek budaya, bahasa, dan konteks lokal yang hanya dapat dipahami secara utuh oleh manusia.

“Kadang-kadang, AI bisa membantu mereka, untuk memiliki narasi atau deskripsi, tetapi jika berpikir refleksif, dan berpikir kritis, itu tidak banyak,” tegas Mu’ti.

Dalam pertemuan tersebut, Mendikdasmen juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Temasek maupun perusahaan-perusahaan asal Singapura yang beroperasi di Indonesia. Kolaborasi itu diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah yang memiliki kedekatan geografis dengan Singapura seperti Sumatera.

Selain itu, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mengatasi dampak learning loss yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah pascapandemi.

Baca Juga :

Semangat Positif Anak Muda Mojokerto Meledak di Kapolres Cup 2025, Bukan Sekadar Kompetisi!
Jakarta Resmikan PLTS di SMKN 54, Langkah Konkret Menuju Energi Terbarukan

Abdul Mu’ti juga berharap Indonesia dan Singapura dapat menemukan solusi terbaik agar layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di Singapura tetap berjalan secara optimal.

Tak hanya membahas peserta didik, kedua menteri juga berdiskusi mengenai peningkatan kompetensi guru serta penguatan kapasitas pekerja migran Indonesia agar memiliki keterampilan yang lebih baik selama bekerja di Singapura.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee mengusulkan pembaruan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pendidikan yang terakhir diperbarui pada 2017. Menurutnya, perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, hingga tantangan global menuntut adanya kerja sama yang lebih relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Sejak 2017, banyak yang berubah. Teknologi, AI, fokus kita terhadap masalah di seluruh dunia, sehingga secara domestik, kita mengambil peluang, memperbaiki MoU-nya, menyesuaikan, dan membuatnya berorientasi ke masa depan, untuk kolaborasi Indonesia-Singapura,” kata Desmond Lee.

Pembaruan kerja sama tersebut dinilai semakin penting mengingat Indonesia dan Singapura akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik pada 2027.

Selain isu pemanfaatan AI dan peningkatan kualitas pendidikan, kedua negara juga membahas keberlanjutan operasional Sekolah Indonesia Singapura (SIS). Masa penggunaan lokasi sekolah tersebut diketahui akan berakhir pada April 2027 sehingga diperlukan solusi bersama agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung tanpa hambatan.

Melalui penguatan kolaborasi ini, Indonesia dan Singapura berharap mampu menghadirkan sistem pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, serta siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi di masa depan.

You Might Also Like

Ribuan Praja IPDN Diwisuda, Tito Sebut Banyak Pemerintah Daerah Berebut Lulusan
Pemkab Bekasi Siapkan 100 Kuota Beasiswa Banpin, Dukung Generasi Muda Raih Pendidikan Tinggi
SDN Meruyung Sukses Gelar Serah Terima dan Pengukuhan Pengurus Komite Sekolah Periode Baru
UI-UQ Cetak 62 Lulusan Berdaya Saing Global Lewat Program Gelar Ganda
Meutya Hafid: Anak Harus Cakap Digital Tanpa Kehilangan Kehidupan Nyata
TAGGED:indonesiaKemendikdasmenSingapura
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Timnas Indonesia Vs Kamboja: Herdman Prioritaskan Identitas Permainan daripada Sekadar Tiga Poin
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korlantas Tegaskan Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Bukan Aturan Baru, Informasi Viral Dipastikan Hoaks

Tak Sekadar Sepak Bola, Piala Presiden 2026 Buka Peluang Bisnis bagi 100 UMKM

Febrie Adriansyah Sebut Penetapan Tersangka TPPU Bentuk Kriminalisasi

Febrie Adriansyah Tiba di Rutan KPK Usai Ditetapkan Tersangka, Datang Tanpa Rompi Tahanan

Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Aliran Dana

Tak Lagi Sekadar Bank KPR, BTN Genjot Strategi Beyond Mortgage

Nama Bahlil Disoraki Kader PKB, Komen Cak Imin : “Gawat, Banyak Penggemarnya!”

Survei LSI: Kepuasan Publik terhadap Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Ini Faktor Pendorongnya

Momen Prabowo Guyon soal “Pemimpin Kancil” Warnai Puncak Harlah ke-28 PKB

Prabowo Ungkap Dana Efisiensi Rp300 Triliun Digunakan untuk Program Prioritas Nasional

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Jurus Bahlil Sekolahkan Anak Maluku ke Akamigas agar Jadi SDM Unggul Blok Masela

1 week ago
Pendidikan

Teddy dan Mendiktisaintek Bahas Masa Depan Beasiswa Garuda, Fokus Cetak SDM Unggul

1 week ago
Pendidikan

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional

2 weeks ago
Pendidikan

Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index