INVERSI.ID – Film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan menjadi salah satu karya terbaru sutradara Rako Prijanto yang menyoroti kehidupan anak muda, impian, dan peran orang tua dalam perjalanan mereka. Film ini menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan remaja, dibalut drama keluarga yang menyentuh hati, serta memberikan pesan penting tentang bagaimana komunikasi dan dukungan orang tua bisa memengaruhi masa depan anak.
Kisah dalam film Bertaut Rindu berfokus pada Magnus, diperankan Ari Irham, seorang siswa SMA yang pendiam dan berhasil diterima di ITB, kampus impiannya. Meski terlahir dari keluarga kaya, Magnus merasa hidupnya tidak memiliki pilihan. Suara dan keinginannya kerap diabaikan oleh kedua orang tuanya. Di sinilah cerita mulai menemukan warna ketika Jovanka, diperankan Adhisty Zara, hadir dalam hidup Magnus.
Dalam film ini, film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan tidak hanya mengisahkan cinta remaja biasa, tetapi juga pergulatan batin tentang mimpi, tekanan keluarga, dan proses menemukan kebahagiaan sejati. Adhisty Zara bahkan menyebutkan bahwa cerita ini menjadi pengingat bahwa kadang, tanpa disadari, orang tua justru bisa menjadi penghalang bagi anak dalam mewujudkan impian mereka.
Kisah Magnus dan Jovanka yang Penuh Luka Batin
Film ini mengangkat kehidupan Magnus yang penuh tekanan. Meski terlihat memiliki segalanya, Magnus merasa kesepian. Ayahnya, Brata (diperankan Willem Bevers), adalah pengusaha sukses yang ingin putranya meneruskan bisnis keluarga. Ibunya, Diana (Aida Nurmala), adalah sosialita yang sibuk dengan kehidupan sosialnya. Keinginan Magnus untuk menekuni dunia seni lukis sama sekali tidak mendapat restu dari keluarganya.
Sementara itu, Jovanka yang terlihat ceria dan ekspresif ternyata juga menyimpan luka batin. Orang tuanya, Agung (Irgi Fahrezi) dan Yuli (Putri Ayudya), telah resmi bercerai. Kehidupan Jovanka semakin pahit ketika mengetahui sang ayah memiliki pacar baru tak lama setelah perceraian. Kondisi ini membuat komunikasi Jovanka dengan ayahnya merenggang, dan ia harus berjuang memendam rasa sakit hati seorang diri.
“Aku berharap bisa kasih kamu sedikit terang biar kamu bisa lihat apa yang aku lihat,” ucap Jovanka kepada Magnus dalam salah satu adegan paling emosional di film ini.
Kalimat ini menggambarkan peran Jovanka yang berusaha menjadi cahaya dalam kegelapan hidup Magnus, meski dirinya sendiri juga tengah terluka.
Adhisty Zara Bicara Soal Impian Anak Muda dan Peran Orang Tua
Bagi Adhisty Zara, memerankan Jovanka di film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan memberikan pengalaman yang menyentuh. Dalam pernyataannya, ia mengingatkan bahwa banyak anak muda di dunia nyata yang impiannya bukan dihancurkan oleh kegagalan, melainkan oleh orang tua mereka sendiri.
“Di luar sana, masih banyak anak muda yang mimpinya tidak dihancurkan oleh kegagalan, tapi oleh orang tua sendiri. Mereka memilih diam, dan Jovanka melihat itu dari Magnus,” ungkap Zara dalam pernyataan resmi, Sabtu (2/8).
Jovanka dalam film ini hadir sebagai simbol kekuatan anak muda yang memilih untuk tetap menjadi cahaya bagi orang lain, meski dirinya menyimpan luka.
“Daripada mengeluh, dia memilih menjadi cahaya buat orang lain. Itu yang bikin aku tersentuh saat memerankan dia,” lanjutnya.
Film Adaptasi Novel Pemenang GWP 2021
Film ini diadaptasi dari novel populer berjudul Bertaut Rindu karya Tian Topandi, yang merupakan Pemenang The Writers Show Gramedia Writing Project (GWP) 2021 dan diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas. Dengan penggarapan oleh Rako Prijanto, kisah ini berhasil diterjemahkan menjadi sebuah film yang lembut namun penuh makna.
Produser MGS, Fahry Fachrudin, menjelaskan bahwa film ini memiliki pesan mendalam tentang hubungan anak dan orang tua.
“Film Bertaut Rindu bicara pelan tapi dalam. Diharapkan film ini menjadi jendela buat para orang tua untuk lebih mendengar, dan buat para remaja agar tidak merasa sendirian,” kata Fahry.
Lebih lanjut, Fahry menekankan bahwa setiap anak memiliki hak atas mimpinya.
“Tugas kita bukan mengarahkan mereka ke jalan yang kita pilih, tapi menemani menemukan arah yang mereka yakini. Perasaan-perasaan anak ini dibalut cerita asmara remaja yang related dengan kehidupan saat ini,” tambahnya.
Sinopsis Lengkap Film Bertaut Rindu
Cerita film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan mengikuti perjalanan dua remaja yang sama-sama memendam luka batin. Jovanka, gadis ceria yang menyimpan kesedihan karena perceraian orang tuanya, berusaha bangkit dan menjadi cahaya untuk orang di sekitarnya. Sementara Magnus, seorang anak kaya yang merasa terjebak oleh ekspektasi keluarga, menemukan secercah harapan ketika bertemu Jovanka.
Magnus perlahan mulai membuka diri dan berani mengekspresikan mimpinya di bidang seni. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama ketika konflik keluarga dan kenyataan hidup kembali menguji mereka. Film ini membawa penonton dalam perjalanan emosional tentang arti keberanian, harapan, dan pentingnya dukungan dari orang-orang terdekat.
Film ini tayang di bioskop mulai 31 Juli 2025 dan diharapkan menjadi tontonan yang mampu menyentuh hati banyak keluarga di Indonesia. Kisahnya bukan hanya untuk remaja, tetapi juga menjadi refleksi bagi para orang tua agar lebih memahami dan mendukung impian anak-anak mereka.
Pesan Moral dan Relevansi untuk Generasi Muda
Selain menyuguhkan drama yang menyentuh, film ini mengingatkan generasi muda untuk tidak takut bermimpi dan berjuang mewujudkannya. Bertaut Rindu menjadi pengingat bahwa dukungan emosional dari keluarga adalah fondasi penting bagi keberhasilan seorang anak.
Melalui visual yang hangat, narasi yang lembut, dan akting yang kuat, film ini diharapkan bisa menginspirasi banyak orang untuk lebih terbuka, jujur, dan mendukung satu sama lain. Kisah Magnus dan Jovanka merefleksikan kenyataan yang dialami banyak anak muda di balik senyum mereka, ada cerita yang kadang tak terlihat.