INVERSI.ID – Siapa sangka dari gang kecil di Kelurahan Josenan, Kota Madiun, lahir seorang atlet eSport yang kini membela klub raksasa Italia, AC Milan, di panggung dunia. Namanya Huda Yuliviar Ammar (21), pemuda lulusan SMKN 1 Madiun, yang akan tampil dalam eFootball World Finals 2025 di Tokyo, Jepang, mewakili AC Milan.
Bukan sebagai pemain bola sungguhan, Huda hadir sebagai atlet eFootball — cabang olahraga elektronik yang kini diakui dunia. Namanya mencuat setelah menjuarai AC Milan Club Finals, turnamen bergengsi yang mempertemukan para pemain terbaik dari berbagai negara.
“Sebelum ini saya juga pernah ke Italia ikut turnamen. Sejak 2021 saya mulai serius jadi atlet eSport, khususnya eFootball. Hobi saya main game, jalan-jalan, dan alhamdulillah dapat uang dari situ,” ujar Huda kepada media.
Perjalanan Huda tidak dimulai dari tempat mewah. Ia memulai segalanya dari turnamen kecil di warung kopi dan komunitas WhatsApp. Bermodal konsol dan semangat, ia mengikuti berbagai kompetisi lokal hingga mulai dikenal di komunitas gamer nasional.
“Awalnya ikut-ikut aja. Menang di turnamen kecil, lalu ikut yang lebih besar. Dari situ saya terus naik. Umur 22 sekarang, dan sepertinya baru saya dari Kota Madiun yang bisa sampai level ini,” kenangnya.
Saat ini, Huda tergabung dalam tim eSport papan atas, Rex Regum Qeon (RRQ), divisi eFootball. Dalam AC Milan Club Finals, ia menunjukkan performa luar biasa dengan menundukkan pemain asal Ukraina, KsendzovPasha (4-1), dan Mendoca dari Brasil (2-1). Dua kemenangan itu mengantarkannya sebagai juara grup dan unggulan menuju babak final.
“Justru tantangan terberat waktu kualifikasi. Ribuan peserta dari seluruh dunia ikut, tiap ronde hanya 1-16 orang yang diambil, dan akhirnya hanya satu yang lolos ke puncak. Alhamdulillah saya bisa sampai tahap itu,” katanya.
Bukan Sekadar Game, Tapi Jalan Hidup
Meski kini dikenal secara global, Huda tetap rendah hati. Ia menyadari bahwa banyak anak muda berbakat dari daerah-daerah kecil yang belum mendapat dukungan memadai. Ia pun berharap dunia eSport bisa lebih diperhatikan, terutama di tingkat daerah.
“Banyak anak muda berbakat di kota-kota kecil seperti Madiun. Sayang kalau tidak ada dukungan atau wadah yang jelas,” tutur Huda.
Kini, setelah mengharumkan nama Indonesia di Italia dan bersiap melanjutkan perjuangan ke Jepang, langkah Huda menjadi inspirasi bagi generasi muda. Dirinya membuktikan bahwa game bukan sekadar hiburan, tapi bisa menjadi jalan menuju prestasi dan kebanggaan bangsa.***