JAKARTA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi, seiring sikap wait and see pelaku pasar, terutama investor asing, menjelang hasil pertemuan otoritas pasar modal Indonesia dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan berlangsung pada sore hari ini.
IHSG tercatat dibuka turun 70,36 poin atau 0,84 persen ke level 8.259,25. Di sisi lain, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru bergerak menguat tipis 0,91 poin atau 0,11 persen ke posisi 834,44.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, mengatakan, secara teknikal IHSG masih berpeluang bergerak konsolidatif dalam rentang tertentu. “Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan cenderung konsolidasi pada kisaran 8.150–8.600 pada pekan ini. Jika IHSG mampu bertahan di atas 8.600, berpotensi melanjutkan rebound,” ujar Ratna dikutip dari Antara di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Dari faktor domestik, Ratna menyebut pelaku pasar masih mencermati dinamika pasar modal Indonesia, khususnya pasca mundurnya sejumlah pejabat otoritas.
Namun, langkah cepat pemerintah dengan menunjuk pejabat sementara di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, serta pernyataan resmi yang bertujuan menenangkan pasar, diharapkan dapat meredakan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian. “Selanjutnya, investor akan menantikan implementasi dari kebijakan yang sudah dicanangkan,” kata Ratna.
Selain itu, sepanjang pekan ini pelaku pasar juga akan memantau rilis sejumlah data ekonomi penting, mulai dari PMI manufaktur, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa, hingga indeks harga properti.
Dari luar negeri, perhatian investor tertuju pada rilis data tenaga kerja dan indeks PMI Amerika Serikat, serta kelanjutan musim laporan kinerja (earning season) saham-saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di AS.
Sementara dari kawasan Eropa, pasar akan mencermati keputusan kebijakan moneter yang akan diumumkan oleh European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) pada pekan ini.
Pada penutupan perdagangan Jumat (30/1/2026), bursa saham Amerika Serikat Wall Street bergerak melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,36 persen ke level 48.892,47, S&P 500 melemah 0,43 persen ke 6.950,30, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,28 persen ke posisi 25.552,39.
Adapun bursa saham regional Asia pada perdagangan pagi ini bergerak variatif. Indeks Nikkei menguat 235,90 poin atau 0,44 persen ke 53.558,80, Shanghai Composite melemah 0,51 persen ke 4.096,99, Hang Seng terkoreksi 1,53 persen ke 26.967,66, sementara Straits Times menguat 0,18 persen ke 4.913,83.