By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Cara Sederhana Orang Tua Ajarkan Anak Melindungi Diri
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Cara Sederhana Orang Tua Ajarkan Anak Melindungi Diri

Pendidikan

Cara Sederhana Orang Tua Ajarkan Anak Melindungi Diri

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi pelecehan seksual pada anak. (foto: Freepik)
SHARE

INVERSI.ID – Psikolog menekankan pentingnya peran orang tua dalam membekali anak dengan kemampuan menjaga diri agar terhindar dari risiko pelecehan dan kekerasan seksual sejak usia dini.

Contents
Pendekatan bermain untuk edukasiMelatih anak berani berkata tidakPeran keluarga besar

Psikolog Devi Yanti, M.Psi., Psikolog, mengatakan pendidikan seks dapat diberikan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, salah satunya melalui aktivitas bermain atau kegiatan interaktif bersama keluarga di rumah.

“Permainan atau kegiatan interaktif di rumah ditujukan agar (pendidikan) jadi tidak kaku. Maka dari itu orang tua dapat menggunakan pendekatan bermain,” kata psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh itu saat dihubungi di Jakarta pada Senin (02/02).

Pendekatan bermain untuk edukasi

Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh tersebut mencontohkan permainan sederhana yang dapat diterapkan keluarga, seperti “Lampu Lalu Lintas Sentuhan”, untuk mengenalkan batasan tubuh kepada anak.

Dalam permainan ini, warna hijau digunakan sebagai simbol sentuhan yang aman, sementara warna merah menandakan sentuhan yang tidak diperbolehkan. Melalui cara ini, anak dapat lebih mudah memahami mana perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang lain terhadap dirinya.

Selain itu, orang tua juga dapat memanfaatkan boneka atau gambar tubuh untuk menjelaskan bagian-bagian tubuh yang bersifat pribadi dan tidak boleh disentuh oleh siapa pun tanpa izin.

Melatih anak berani berkata tidak

Devi menambahkan, permainan peran sederhana juga dapat dilakukan untuk melatih anak berani mengatakan tidak kepada orang yang tidak dikenal atau saat merasa ada batasan yang dilanggar. Anak juga perlu dibiasakan untuk meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya serta melaporkan jika mengalami situasi yang tidak nyaman.

Menurut dia, membacakan buku cerita anak dengan tema menjaga tubuh juga bisa menjadi sarana edukasi yang efektif dan aman secara emosional.

“Pendekatan ini membuat anak belajar tanpa rasa takut dan lebih mudah memahami,” kata Devi.

Baca Juga :

Polda Jabar : Korban Meninggal Kecelakaan Bus Pariwisata di Ciater 11 Orang, Berikut Nama-nama Korban
Prabowo Apresiasi Prestasi Atlet Indonesia, 91 Emas di SEA Games 2025 Catat Sejarah Baru

Peran keluarga besar

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga besar dalam proses edukasi ini. Orang tua perlu memberikan pemahaman kepada anggota keluarga yang lebih tua, seperti kakek dan nenek, agar memiliki kesadaran yang sama terkait perlindungan anak.

“Intinya, pendidikan seks yang tepat usia justru memperkuat nilai moral, rasa hormat terhadap diri sendiri, dan mencegah anak menjadi korban,” katanya.

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
TAGGED:Pendidikan SeksPerlindungan Anak
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Visi Panjang IUP PT Timah, Dari Penambangan Menjadi Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan
Next Article Investor Asing Tahan Napas. IHSG Melemah Jelang Pertemuan Krusial Otoritas Pasar–MSCI
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
Pendidikan

Peluang Kuliah Dalam dan Luar Negeri Makin Terbuka Lewat Portal Beasiswa Baru

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index