INVERSI.ID – Psikolog menekankan pentingnya peran orang tua dalam membekali anak dengan kemampuan menjaga diri agar terhindar dari risiko pelecehan dan kekerasan seksual sejak usia dini.
Psikolog Devi Yanti, M.Psi., Psikolog, mengatakan pendidikan seks dapat diberikan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, salah satunya melalui aktivitas bermain atau kegiatan interaktif bersama keluarga di rumah.
“Permainan atau kegiatan interaktif di rumah ditujukan agar (pendidikan) jadi tidak kaku. Maka dari itu orang tua dapat menggunakan pendekatan bermain,” kata psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh itu saat dihubungi di Jakarta pada Senin (02/02).
Pendekatan bermain untuk edukasi
Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh tersebut mencontohkan permainan sederhana yang dapat diterapkan keluarga, seperti “Lampu Lalu Lintas Sentuhan”, untuk mengenalkan batasan tubuh kepada anak.
Dalam permainan ini, warna hijau digunakan sebagai simbol sentuhan yang aman, sementara warna merah menandakan sentuhan yang tidak diperbolehkan. Melalui cara ini, anak dapat lebih mudah memahami mana perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang lain terhadap dirinya.
Selain itu, orang tua juga dapat memanfaatkan boneka atau gambar tubuh untuk menjelaskan bagian-bagian tubuh yang bersifat pribadi dan tidak boleh disentuh oleh siapa pun tanpa izin.
Melatih anak berani berkata tidak
Devi menambahkan, permainan peran sederhana juga dapat dilakukan untuk melatih anak berani mengatakan tidak kepada orang yang tidak dikenal atau saat merasa ada batasan yang dilanggar. Anak juga perlu dibiasakan untuk meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya serta melaporkan jika mengalami situasi yang tidak nyaman.
Menurut dia, membacakan buku cerita anak dengan tema menjaga tubuh juga bisa menjadi sarana edukasi yang efektif dan aman secara emosional.
“Pendekatan ini membuat anak belajar tanpa rasa takut dan lebih mudah memahami,” kata Devi.
Peran keluarga besar
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga besar dalam proses edukasi ini. Orang tua perlu memberikan pemahaman kepada anggota keluarga yang lebih tua, seperti kakek dan nenek, agar memiliki kesadaran yang sama terkait perlindungan anak.
“Intinya, pendidikan seks yang tepat usia justru memperkuat nilai moral, rasa hormat terhadap diri sendiri, dan mencegah anak menjadi korban,” katanya.