By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional

Pendidikan

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional

Jack
By
Jack
2 days ago
Share
4 Min Read
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Fauzan Adziman. (Foto: Kemdiktisaintek)
SHARE

INVERSI.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengajak para penerima Beasiswa Garuda untuk menjadi motor penggerak riset dan inovasi nasional. Para mahasiswa penerima beasiswa diharapkan tidak hanya menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem riset yang mampu menjawab berbagai tantangan bangsa.

Contents
Penerima Beasiswa Diminta Jadi Duta IndonesiaIntegritas dan Keberanian Mencoba Jadi Kunci

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa penguatan riset nasional harus dibangun sejak dini, termasuk melalui pembiasaan budaya riset di lingkungan sekolah.

Menurutnya, penelitian yang berkualitas selalu berawal dari upaya mencari solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, riset tidak boleh berhenti pada proses akademik semata, melainkan harus mampu menghasilkan manfaat yang dapat diterapkan di dunia industri maupun kehidupan sehari-hari.

“Riset itu dimulai dari masalah. Jangan berpikir produknya dulu, tetapi pikirkan masalah apa yang ingin kita pecahkan. Setelah riset, jangan berhenti di riset, tetapi bagaimana riset ini bisa bermanfaat, baik bagi masyarakat maupun industri,” katanya.

Fauzan juga menekankan pentingnya membangun keterkaitan antara pengembangan talenta, riset, inovasi, hingga proses hilirisasi hasil penelitian agar mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang memiliki kemampuan unggul dan mampu menciptakan nilai tambah melalui ilmu pengetahuan serta teknologi, bukan hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam.

Menurutnya, daya saing Indonesia di masa depan akan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu melahirkan inovasi dan menguasai teknologi.

“Resource kita tidak lagi hanya berbasis sumber daya alam, tetapi berbasis capability kita. Kita ingin membangun industri yang memiliki capability tinggi, sehingga Indonesia tidak hanya dikenal karena memiliki nikel atau sumber daya alam lainnya, tetapi juga karena kemampuan dan penguasaan teknologinya,” ujar dia.

Penerima Beasiswa Diminta Jadi Duta Indonesia

Fauzan juga berpesan kepada para penerima Beasiswa Garuda yang akan melanjutkan pendidikan, khususnya di luar negeri, agar memiliki rasa percaya diri saat bersaing di tingkat internasional.

Baca Juga :

Afgan Gelar Konser Evolution, Ini Harga Tiketnya
6 Zodiak yang Cocok Jadi Pasangan Perempuan Sagitarius

Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang memiliki potensi ekonomi, sumber daya manusia, serta talenta yang mampu bersaing dengan negara lain.

Karena itu, para mahasiswa diharapkan dapat menjadi duta bangsa dengan menjaga nama baik Indonesia, membangun jejaring internasional, sekaligus membawa pulang ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh studi di luar negeri.

Integritas dan Keberanian Mencoba Jadi Kunci

Pesan senada disampaikan Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Yudi Darma. Ia mengajak para penerima beasiswa untuk terus mengembangkan rasa ingin tahu, berani mencoba hal baru, dan tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar.

Menurut Yudi, kegagalan merupakan bagian dari perjalanan menuju keberhasilan selama dijadikan bahan evaluasi untuk terus berkembang.

“Banyak bertanya dan jangan takut mencoba. Kalau ternyata ada kesalahan, jadikanlah sebagai media untuk belajar. Integritas dan etika harus dibangun tinggi karena itulah modal untuk melangkah lebih ringan ke depan,” tutur Yudi Darma.

Melalui program Beasiswa Garuda, pemerintah berharap lahir semakin banyak talenta muda Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan riset, inovasi, dan teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

You Might Also Like

Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia
TAGGED:Beasiiswa GarudaMahasiswaSekolah Gratis
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Muchova vs Noskova, Final Impian Ceko Tersaji di Wimbledon 2026
Next Article Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
Pendidikan

Peluang Kuliah Dalam dan Luar Negeri Makin Terbuka Lewat Portal Beasiswa Baru

3 weeks ago
Pendidikan

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index