By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kalah dari Victor Lai di Final Indonesia Open, Jonatan Ungkap Penyebab Utamanya
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kalah dari Victor Lai di Final Indonesia Open, Jonatan Ungkap Penyebab Utamanya

Olahraga

Kalah dari Victor Lai di Final Indonesia Open, Jonatan Ungkap Penyebab Utamanya

Jack
By
Jack
3 weeks ago
Share
4 Min Read
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengakui belum mampu mengatasi tekanan besar yang dirasakannya saat menghadapi pebulu tangkis Kanada, Victor Lai, pada partai final Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu.

Bermain di hadapan ribuan pendukung tuan rumah, Jonatan harus mengubur impian meraih gelar juara setelah kalah dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 8-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 39 menit.

Usai laga, Jonatan mengungkapkan bahwa faktor terbesar yang memengaruhi performanya bukanlah hal teknis maupun insiden di lapangan, melainkan tekanan yang sulit ia kendalikan sepanjang pertandingan.

“Sejak awal pertandingan memang ada tekanan yang cukup besar. Ketegangan juga sangat terasa. Saya rasa hari ini saya belum bisa mengelola tekanan itu dengan baik di lapangan,” kata Jonatan dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab anggapan bahwa kartu kuning yang diterimanya pada gim kedua menjadi titik balik pertandingan. Menurut Jonatan, masalah utama justru berasal dari dirinya sendiri yang belum mampu mengatasi beban mental saat tampil di final turnamen level Super 1000 tersebut.

Sepanjang turnamen, Jonatan sebenarnya tampil cukup meyakinkan. Ia berhasil melangkah hingga partai puncak untuk pertama kalinya di Indonesia Open. Namun, saat berhadapan dengan Victor Lai yang tengah berada dalam performa terbaiknya, permainan Jonatan tidak berkembang seperti yang diharapkan.

Pada gim pertama, pebulu tangkis berusia 28 tahun itu masih mampu memberikan perlawanan sengit dan terus menempel perolehan angka lawannya sebelum akhirnya menyerah 19-21.

Memasuki gim kedua, Victor tampil semakin percaya diri. Sementara itu, Jonatan kesulitan keluar dari tekanan hingga akhirnya kalah telak dengan skor 8-21.

Meski gagal memenuhi harapan publik Istora, Jonatan memilih tidak berlarut-larut dalam kekecewaan. Ia berencana mengambil waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi fisik maupun mental setelah menjalani jadwal pertandingan yang padat dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :

Iran Ancam Balas AS dan Israel dengan Strategi Perang Baru
Ini Himbauan Pj Gubernur Aceh atas Beredarnya Video Pengungsi Rohingya Buang Bantuan Sembako

“Saya ingin mengambil jeda sejenak dari bulu tangkis supaya bisa lebih rileks dan menyegarkan kembali pikiran yang sudah terkuras selama kurang lebih tiga minggu menjalani rangkaian pertandingan sampai hari ini,” ujarnya.

Setelah masa istirahat tersebut, Jonatan akan kembali fokus mempersiapkan diri menghadapi sejumlah agenda penting pada paruh kedua musim 2026, termasuk Kejuaraan Dunia dan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Menurutnya, persaingan di sektor tunggal putra dunia kini semakin kompetitif. Banyak negara yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan mulai melahirkan pemain berkualitas yang mampu bersaing di level tertinggi.

“Beberapa negara berkembang sangat pesat dan menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dulu mungkin belum terlalu diperhitungkan, sekarang sudah memiliki pemain-pemain yang layak menjadi kandidat juara di berbagai turnamen,” kata Jonatan.

Salah satu contoh yang ia soroti adalah Victor Lai. Menurut Jonatan, pemain Kanada tersebut menunjukkan kualitas luar biasa, terutama dalam aspek pengendalian emosi dan disiplin menjalankan strategi sepanjang pertandingan.

“Dari segi pengendalian diri, dia juga mampu menjalankan strategi yang sudah disiapkan dengan sangat baik. Menurut saya, itu perbedaan yang paling terlihat pada pertandingan hari ini,” ujar Jonatan.

Kekalahan ini membuat Jonatan kembali harus menunda ambisinya meraih gelar Indonesia Open di hadapan publik sendiri. Sementara bagi Victor Lai, kemenangan tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam kariernya sekaligus mengukir sejarah baru bagi bulu tangkis Kanada di ajang Indonesia Open.

You Might Also Like

Gol Dramatis Eustáquio Antar Kanada Ukir Sejarah ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Pecah! Tim Voli Putra Indonesia Ukir Sejarah Baru Rebut Gelar Juara Asia
Kolombia Tahan Imbang Raksasa Eropa, Sikat Status Juara Grup K Piala Dunia 2026
Austria dan Aljazair Kompak Lolos ke 32 Besar, Tuduhan ‘Main Mata’ Langsung Merebak
Cuma Main 30 Menit, Messi Tetap Bikin Rekor!
TAGGED:Bulu TangkisIndonesia OpenJonatan Christie
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Jelang FIFA Match Day Kontra Mozambik, Justin Hubner Belum Gabung Latihan Penuh
Next Article Ratu Bulu Tangkis Dunia! An Se-young Kembali Juara Indonesia Open
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Menteri ESDM Libatkan Kampus Garap Bioetanol E20, Negara Siap Serap 4 Juta KL

B50 Resmi Meluncur 1 Juli. Tiga Keunggulan Ini Siap Ubah Masa Depan Energi Indonesia

28 Tahun Mandek Akhirnya Mega Proyek Blok Masela Mulai Dibangun 2027

Zonder Keluar Uang! CNG 3 Kg Siap Gantikan LPG, Tabung Baru Disiapkan Pemerintah

Muak Impor! Bahlil Siapkan 3 Jurus Besar Demi Dongkrak Produksi Minyak RI

Mini LNG Rp1,1 Triliun di Tuban Resmi Beroperasi, Impor LPG Siap Dipangkas

Kontrak Batu Bara 134 Juta Ton Sudah Aman, Kok PLN Malah Kekurangan? Bahlil Gandeng APH

BRIN Sebut Tanaman Aren Berpotensi Besar Dukung Transisi Energi Nasional

Dulu Numpang Listrik Saudara, Kini Rumah Markamah Terang Berkat Bantuan Gratis Bahlil

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026

Sempat Terseok, Kroasia Akhirnya Bernapas Lega Berkat Gol Telat Vlasic

3 hours ago
Pildun 2026

Kisah Cinderela Cape Verde. Ketika Negara Kecil Bikin Uruguay dan Arab Saudi Menangis

18 hours ago
Pildun 2026

Nestapa Iran! Sudah Berjuang, Tetap Tersingkir AFC Sisakan Jepang dan Australia

19 hours ago
Pildun 2026

Dembélé Hattrick, Haaland Tak Berkutik, Les Bleus Kirim Sinyal Paling Serius

19 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index