By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Laut Dunia Masuk Fase Kritis! PBB Peringatkan Ancaman Lingkungan Kian Mengkhawatirkan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Laut Dunia Masuk Fase Kritis! PBB Peringatkan Ancaman Lingkungan Kian Mengkhawatirkan

Terkini

Laut Dunia Masuk Fase Kritis! PBB Peringatkan Ancaman Lingkungan Kian Mengkhawatirkan

Nicholas
By
Nicholas
4 weeks ago
Share
3 Min Read
Petugas mengangkut sampah dari perairan laut Jakarta, Rabu (3/6/2026). Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu dan Unit Penanganan Sampah Badan Air mengerahkan 20 petugas untuk membersihkan endapan sampah. (Foto, Antara/Sulthony Hasanuddin
SHARE

LONDON – Dunia menghadapi ancaman lingkungan yang semakin serius. Di tengah krisis iklim global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa kondisi samudra dunia kini berada di bawah tekanan berat akibat akumulasi aktivitas manusia yang terus berlangsung selama beberapa dekade.

Peringatan tersebut tertuang dalam Penilaian Ketiga Samudra Dunia (World Ocean Assessment III/WOA III), laporan komprehensif yang melibatkan lebih dari 650 ilmuwan dan pakar dari berbagai negara yang disusun awal Juni 2026. Laporan ini menjadi salah satu evaluasi global paling lengkap yang mengukur kondisi samudra dari sisi lingkungan, ekonomi, dan sosial sepanjang periode 2021–2025.

Temuan terbaru menunjukkan bahwa lautan dunia kini menghadapi tekanan yang semakin kompleks dan berlapis. Selain pencemaran, eksploitasi sumber daya laut secara berlebihan, serta aktivitas penangkapan ikan skala besar, dampak perubahan iklim turut mempercepat kerusakan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan miliaran manusia.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa aktivitas manusia telah menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dalam skala luas dan memberikan tekanan yang sangat berat terhadap sistem samudra global.

Salah satu indikator paling mengkhawatirkan adalah percepatan kenaikan permukaan laut. Jika sebelum 2015 laju kenaikan permukaan laut tercatat sekitar 2 milimeter per tahun, angka tersebut melonjak menjadi sekitar 4,3 milimeter per tahun pada 2023. Kenaikan yang hampir dua kali lipat ini menjadi sinyal bahwa dampak pemanasan global semakin nyata dan semakin sulit diabaikan.

Laporan PBB juga menemukan bahwa sekitar 16 persen dari total peningkatan kandungan panas laut sejak 1955 terjadi hanya dalam rentang waktu sejak 2018**. Fakta ini menunjukkan bahwa proses pemanasan laut sedang berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Peningkatan suhu laut menjadi ancaman serius bagi terumbu karang, stok ikan, rantai makanan laut, serta kemampuan samudra dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Jika tren tersebut terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ekosistem laut, tetapi juga sektor pangan, ekonomi, dan kehidupan manusia secara luas.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengingatkan bahwa dunia tidak lagi memiliki banyak waktu untuk menunda tindakan nyata dalam melindungi laut.

“Kita tidak bisa terus memperlakukan laut sebagai sumber daya yang tak terbatas. Kolaborasi global yang mendesak diperlukan untuk melindungi ekosistem laut,” tegas Guterres dikutip darik kantor berita, Annalou.

Baca Juga :

Fakta-fakta Ayah Sandra Dewi Sempat Tak Restui Hubungan sang Anak dengan Harvey Moeis
Hyde Bawa Energi Gila ke Jakarta! Dari Peti Mati, Rendang, hingga Pistol Air di INSIDE LIVE 2025

Ia menambahkan bahwa dunia harus mulai membangun hubungan baru dengan lautan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, dihormati melalui hukum internasional, dan dijalankan dengan tanggung jawab bersama oleh seluruh negara.

Peringatan PBB ini muncul di tengah meningkatnya berbagai fenomena cuaca ekstrem di banyak wilayah dunia, mulai dari gelombang panas laut, badai tropis yang lebih kuat, hingga perubahan pola musim yang mengganggu ketahanan pangan dan ekonomi global.

Bagi negara-negara kepulauan seperti Indonesia, kondisi tersebut menjadi pengingat penting bahwa perlindungan ekosistem laut bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan bagian dari strategi bertahan menghadapi krisis global yang semakin kompleks.

You Might Also Like

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe
Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam
Tangis Ronaldo Pecah! Spanyol Singkirkan Portugal Plus Mimpi Sang Legenda
Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
TAGGED:Antonio GuterresLingkunganPBBSekretaris Jenderal PBB
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Pertalite Aman Sampai Akhir Tahun! Purbaya: BBM Subsidi Tak Akan Naik
Next Article Fakta Mengejutkan! MBG Hidupkan UMKM, Tapi Dirusak Korupsi Pejabat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Singkirkan Selecao dan Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Drama di Azteca! Inggris Ukir Sejarah, Taklukkan Meksiko di Kandang Keramatnya

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index