INVERSI.ID – Aktor Ringgo Agus Rahman mengaku menikmati tantangan baru saat memerankan sosok ayah dengan dua anak perempuan dalam film terbarunya berjudul Nala: Dengar Aku Juga. Peran tersebut memberinya pengalaman berbeda sekaligus sudut pandang baru tentang dinamika keluarga.
“Kalau saya pribadi di rumah kan saingannya banyak cowok-cowok begitu, kalau di sini (dalam film) kayak oh begini rasanya jadi ganteng sendiri,” kata Ringgo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Ringgo menuturkan, karakter ayah yang ia perankan membuatnya lebih memahami cara pengasuhan serta karakter anak dalam lingkungan keluarga. Ia merasakan perbedaan signifikan ketika berinteraksi dengan anak perempuan dibandingkan pengalaman pribadinya sebagai ayah dari dua anak laki-laki.
Sudut Pandang Baru tentang Pengasuhan
Dalam film tersebut, Ringgo beradu peran dengan Quinn Salman dan Michelle Yuri. Ia menyebut pengalaman itu membuka wawasannya mengenai sisi emosional anak perempuan yang dinilainya lebih ekspresif.
“Anak perempuan itu lebih ekspresif begitu, seru ya, suka fellow city,” kata Ringgo.
Selain soal pengasuhan, Ringgo juga menyoroti tema besar yang diangkat film tersebut, yakni dilema banyak ayah yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Menurutnya, jarangnya kehadiran di momen keluarga sering kali menjadi pergulatan batin tersendiri bagi para orang tua yang bekerja.
Kisah Keluarga yang Dekat dengan Kehidupan Nyata
Aktris Tika Bravani turut mengungkapkan bahwa cerita dalam film ini sangat dekat dengan pengalaman banyak keluarga. Ia menilai kisah tersebut merepresentasikan pengorbanan orang tua yang kerap tidak hadir secara fisik demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Film Nala: Dengar Aku Juga mengisahkan sebuah keluarga yang menjalani keseharian dengan dinamika masing-masing. Di tengah kesibukan dan jarak emosional yang perlahan terbentuk, Nala, si bungsu yang ceria dan penuh kehangatan, berusaha menjaga suasana rumah tetap hidup.
Di sisi lain, Laras, sang kakak, menyimpan rindu yang tak terucap kepada sosok ayah serta perhatian ibu yang terasa semakin menjauh. Sebuah walkman lama yang ditemukan Nala kemudian menjadi pemantik percakapan tentang rindu, jarak, dan cinta dalam keluarga yang selama ini terpendam, namun tetap ada dan menunggu untuk didengar.