INVERSI.ID – Nama Marselino Ferdinan kembali jadi perbincangan di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air. Pemain muda berbakat yang kini berkarier di Eropa itu dipastikan masuk skuad Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2025 di Thailand, meski belum sekalipun bergabung dalam pemusatan latihan (TC) yang sudah digelar sejak sebulan lalu.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, saat mendampingi latihan tim asuhan Indra Sjafri di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta. Ia menegaskan bahwa Marselino tetap akan menjadi bagian penting dalam misi mempertahankan prestasi Garuda Muda di ajang dua tahunan tersebut.
“Memang Lino ini masuk (skuad),” kata Sumardji kepada awak media, Selasa.
“Kami sekarang sedang berdiskusi, membicarakan bagaimana supaya Lino nanti di akhir Desember, sebelum kami berangkat ke Thailand, bisa gabung dengan tim.”
Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi yang beredar soal absennya pemain berusia 20 tahun tersebut dari dua gelombang pemanggilan pemain sebelumnya.
Fokus PSSI agar Marselino Tetap Gabung di Menit Terakhir
Meskipun belum hadir dalam sesi latihan, PSSI memastikan pihaknya sedang mengupayakan agar Marselino bisa bergabung di waktu yang tepat, tanpa mengganggu jadwalnya di klub Eropa. Saat ini, pemain kelahiran Jakarta itu tengah memperkuat AS Trencin di Liga Slovakia dengan status pinjaman dari KMSK Deinze, klub asal Belgia.
Sejak kepindahannya pada September lalu, Marselino baru tampil dua kali dengan total 63 menit bermain. Meski menit bermainnya belum banyak, performa dan kualitasnya dianggap tetap dibutuhkan dalam tim nasional.
“Kami sedang mengatur waktu terbaik agar Marselino bisa ikut. Kami ingin dia tetap hadir sebelum berangkat ke Thailand,” jelas Sumardji.
Ketika ditanya apakah hanya Marselino yang mendapat perlakuan khusus seperti ini, Sumardji menjawab singkat namun tegas.
“Marselino saja,” ujarnya.
Sosok yang juga menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia senior itu menegaskan bahwa keputusan ini diambil karena Marselino punya pengalaman dan kontribusi besar di ajang SEA Games sebelumnya. Ia menjadi bagian dari skuad Garuda Muda yang sukses merebut medali emas di SEA Games Kamboja 2023 — prestasi yang mengakhiri puasa gelar selama 32 tahun.
“Dia pemain yang sudah punya pengalaman emas. Itu penting untuk tim yang sekarang, apalagi mayoritas pemain ini baru di level internasional,” kata salah satu sumber internal BTN.
Dukungan Diaspora, Tantangan dari Klub Eropa
Selain Marselino, skuad SEA Games 2025 juga bakal diperkuat beberapa pemain diaspora yang sudah menjadi langganan timnas senior seperti Rafael Struick, Muhammad Ferarri, Mauro Zijlstra, dan Ivar Jenner. Kombinasi pemain lokal dan diaspora ini diharapkan bisa memberi kekuatan baru untuk Garuda Muda di ajang multievent paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.
Namun, kehadiran para pemain diaspora itu tak semudah memanggil pemain dari Liga 1. Sebab, cabang sepak bola di SEA Games tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA. Artinya, klub tidak punya kewajiban melepas pemain mereka ke tim nasional.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi PSSI. Sumardji menjelaskan, federasi sudah mengirimkan surat resmi kepada klub-klub pemain yang berkarier di luar negeri untuk mengupayakan izin mereka.
“PSSI berkirim surat ke klub masing-masing mulai dari klubnya Ivar Jenner dan seterusnya yang di luar. Kami menginginkan mereka ini bisa bersama-sama sampai dengan nanti gelaran SEA Games di bulan Desember,” jelasnya.
Ia juga berharap para pemain tersebut tidak hanya datang ketika jadwal FIFA Match Day, tetapi bisa bergabung lebih lama agar memiliki waktu persiapan yang matang.
“Kami menginginkan tidak hanya pada saat FIFA Match Day saja tetapi sampai nanti kami selesai latihan ini, selesai TC, lanjut nanti sampai dengan kegiatan SEA Games,” tambahnya.
Kehadiran pemain diaspora seperti Jenner dan Struick dianggap penting untuk memperkuat kedalaman skuad. Jenner yang bermain di FC Utrecht dikenal punya kemampuan mengatur tempo dan distribusi bola di lini tengah, sementara Struick menjadi pilihan utama di lini serang berkat kecepatannya dan naluri mencetak gol yang tajam.
Selain itu, keberadaan mereka diharapkan bisa memberikan pengalaman dan mental kompetitif bagi para pemain muda yang belum terbiasa bermain di level internasional.
Kombinasi Eropa dan Lokal Jadi Harapan Baru Garuda Muda
SEA Games 2025 di Thailand akan menjadi ujian penting bagi pelatih Indra Sjafri dalam melanjutkan tren positif Garuda Muda. Setelah sukses membawa medali emas dua tahun lalu, ekspektasi publik terhadap tim ini sangat tinggi.
Indra dikenal memiliki gaya melatih yang fokus pada keseimbangan antara taktik dan pembinaan karakter. Dengan kombinasi pemain lokal terbaik dan diaspora yang berkarier di Eropa, Indra diyakini punya modal besar untuk mempertahankan supremasi Indonesia di Asia Tenggara.
Pemusatan latihan (TC) yang digelar sejak Oktober lalu menjadi ajang seleksi dan penyatuan chemistry antar pemain. Skuad yang ada saat ini telah menjalani sejumlah uji coba, termasuk melawan tim luar negeri untuk mengasah taktik dan strategi permainan.
Dua laga uji coba melawan Mali U-22 dijadwalkan berlangsung pada 15 dan 18 November di Stadion Pakansari, Bogor. Laga ini menjadi momen penting bagi tim untuk melihat kesiapan menjelang turnamen sesungguhnya di Thailand, Desember mendatang.
Di tengah padatnya jadwal, Sumardji berharap semua pemain bisa tetap fokus dan menjaga performa, termasuk mereka yang masih berada di luar negeri.
“Target kami jelas, mempertahankan medali emas. Tapi lebih dari itu, kami ingin membangun generasi baru Garuda Muda yang siap melanjutkan ke timnas senior,” tutupnya.
SEA Games 2025 memang akan menjadi panggung baru bagi para talenta muda Indonesia. Dengan campuran semangat pemain lokal, pengalaman pemain diaspora, dan strategi matang dari tim pelatih, publik tentu berharap kisah manis di Kamboja bisa terulang atau bahkan lebih baik lagi.