By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Menguat, Investor Mulai Lirik Aset Emerging Market
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Menguat, Investor Mulai Lirik Aset Emerging Market

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Menguat, Investor Mulai Lirik Aset Emerging Market

Jack
By
Jack
3 weeks ago
Share
3 Min Read
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS). (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali menguat pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya minat investor terhadap aset di negara berkembang atau emerging market (EM). Sentimen positif dari pasar global dinilai menjadi faktor utama yang mendorong penguatan mata uang Garuda.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan meningkatnya selera risiko pelaku pasar dipicu oleh melemahnya yen Jepang, penurunan harga minyak dunia, serta mulai meredanya penguatan indeks dolar Amerika Serikat.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali menguat pada kisaran di Rp17.820 – Rp17.870 dipengaruhi oleh faktor global meningkatnya selera risiko/risk on pelaku pasar pada aset emerging market setelah yen jatuh dan tren harga minyak yang turun (ke kisaran 70 dolar AS per barel), serta index dollar yang mulai menjinak,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Meski demikian, pada pembukaan perdagangan Selasa pagi rupiah masih bergerak melemah. Mata uang Indonesia tercatat turun 32 poin atau sekitar 0,18 persen ke posisi Rp17.883 per dolar Amerika Serikat dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.851 per dolar AS.

Mengutip Xinhua, yen Jepang sempat menyentuh level terendah terhadap dolar AS dalam hampir 39 tahun terakhir. Pelemahan tersebut dipicu ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Amerika Serikat yang terus memberikan tekanan terhadap mata uang Jepang.

Dalam perdagangan di New York, yen bahkan sempat berada di kisaran 161,90 per dolar AS, menjadi posisi terlemah sejak Desember 1986.

Rully menilai pelemahan yen terjadi karena investor mulai meninggalkan aset yang dianggap sebagai safe haven dan beralih ke instrumen investasi dengan imbal hasil lebih tinggi, termasuk pasar saham yang didorong oleh reli saham-saham sektor teknologi.

“Kejatuhan yen akibat pelaku pasar meninggalkan safe asset yang identik dengan yen dan mengejar asset yang yield-nya tinggi dan pasar saham dengan momentum kenaikan saham-saham perusahaan teknologi,” ungkap Rully.

Dari dalam negeri, sentimen positif juga datang dari tingginya minat investor terhadap surat utang pemerintah serta instrumen yang diterbitkan Bank Indonesia. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan pasar yang masih kuat terhadap aset keuangan Indonesia.

Baca Juga :

Jelang PON XXI, KONI Jabar Jalin Kerjasama dengan Amidis
Momen Idul Fitri 2023, Wapres Minta Masyarakat Kuatkan Silaturahmi Jelang Pemilu 2024

“Yield obligasi pemerintah Indonesia menunjukkan penurunan mengindikasikan minat pelaku pasar yang meningkat, tenor 5 tahun turun 5,2 bps (basis points) jadi 7,08 persen, 16 tahun turun 4,6 bps jadi 7,3 persen, 6-8 tahun masing-masing turun 2,4 bps menjadi 7,1 persen dan 7,22 persen, dan SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) terus diburu,” ujar dia.

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah dan tingginya permintaan terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi sinyal bahwa minat investor terhadap aset domestik masih tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

You Might Also Like

Angin Segar! Bahlil Buka Peluang Pertamax Turun Bulan Depan
Saat Warga RI Ramai Beralih ke Bank Digital, Langkah BNI Ini Berbuah Manis!
Pemerintah Finalisasi Perpres Transportasi Online, Ojol Akan Diakui sebagai Pelaku UMKM
Pembiayaan Perumahan Jadi Mesin Penggerak Laba Rp 441 Miliar Bank BSN
Kredit Perbankan Melonjak, Sinyal Aktivitas Usaha Perlahan Menguat
TAGGED:Dolar ASNilai TukarRupiah Menguat
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ismael Saibari Jadi Pahlawan, Maroko Depak Belanda Lewat Adu Penalti
Next Article Resmi Besok Dijual! Pakar ITB Ungkap Keuntungan Ganda Biosolar B50
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Prabowo: Sikat Izin Mangkrak! Bahlil Diminta Cabut HGB dan IUP yang Tak Bergerak

KPK Tegaskan Parsel untuk ASN Bisa Masuk Kategori Gratifikasi, Vendor Diminta Waspada

Kongres GP NasDem, Saan Mustopa Tegaskan Target Partai Raih Tiga Besar Pemilu 2029

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dinilai Tepat Dilanjutkan Setelah KUHAP Baru Berlaku

HUT ke-81 RI Digelar di Jakarta, Pemerintah Siapkan Konsep dengan Kejutan

Minyak Mentah Indonesia Turun 21%! ESDM Pastikan Evaluasi Harga BBM Tetap Transparan

Disorot Said Didu, Ini Alasan Bahlil Ketat Atur Kuota Timah Demi Nilai Tambah Nasional

Investasi Rp1.010 Triliun Belum Cukup! Proyek Harus Segera Jalan agar Ekonomi Tak Mandek

Setoran Negara Melesat! ESDM Kantongi Rp85,58 Triliun di Pertengahan 2026

Antrean BBM Di Sumut Mulai Diurai! ESDM Tambah Armada Truk Tangki Distribusi

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Jangan Rugikan Tanah Adat! Bahlil Pastikan Warga Blok Masela Dapat Skema Ganti Untung

5 days ago
Ekonomi

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.980 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Sentimen Positif

5 days ago
Ekonomi

IHSG Masih Tertekan, Kenaikan Harga Minyak Hingga Utang Luar Negeri Jadi Sorotan

5 days ago
Ekonomi

Listrik Warga Jadi Prioritas! Revisi RKAB Batu Bara Utamakan Pasokan PLN

6 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index