INVERSI.ID – Timnas Maroko memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti dengan skor 3-2. Pertandingan babak 32 besar yang digelar di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Selasa WIB, berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu sebelum pemenang ditentukan melalui adu tos-tosan.
Kemenangan ini membawa Singa Atlas melangkah ke fase berikutnya untuk menghadapi Kanada. Sementara itu, Belanda harus mengakhiri perjuangannya lebih cepat meski sempat berada di atas angin sepanjang pertandingan.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung memperlihatkan permainan dengan tempo tinggi. Belanda berupaya menguasai lini tengah melalui kombinasi Ryan Gravenberch dan Frenkie de Jong, sedangkan Maroko mengandalkan pressing ketat serta duel fisik untuk meredam permainan lawan.
Maroko beberapa kali mengancam lewat situasi bola mati yang memaksa Bart Verbruggen melakukan penyelamatan penting. Di sisi lain, Belanda menciptakan peluang melalui Brian Brobbey, Denzel Dumfries, Cody Gakpo, dan Crysencio Summerville, tetapi belum mampu memecah kebuntuan.
Peluang terbaik pada babak pertama hadir menjelang turun minum ketika Micky van de Ven melepaskan tembakan keras. Namun, Yassine Bounou tampil sigap menggagalkan peluang tersebut sehingga skor 0-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Maroko tampil lebih agresif. Ayyoub Bouaddi dan Achraf Hakimi sempat memperoleh peluang emas, tetapi upaya keduanya masih membentur mistar gawang.
Belanda justru berhasil membuka keunggulan pada menit ke-72. Berawal dari pergerakan Crysencio Summerville di sisi kanan, umpan yang dikirimkannya sukses diselesaikan Cody Gakpo menjadi gol.
Saat kemenangan tampak sudah berada di depan mata, Belanda kehilangan fokus pada menit-menit akhir. Maroko memanfaatkan situasi tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan hingga akhirnya Issa Diop mencetak gol penyeimbang pada menit pertama injury time setelah menerima umpan Chemsdine Talbi.
Gol tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.
Pada extra time, kedua tim terus saling menekan dengan duel fisik yang semakin sengit. Maroko sempat memiliki peluang emas melalui Sofiane Rahimi, tetapi Verbruggen kembali menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan penting.
Skor 1-1 tidak berubah hingga 120 menit pertandingan usai sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Belanda sempat mengawali adu penalti dengan baik setelah Teun Koopmeiners sukses menjalankan tugasnya. Maroko kemudian mendapat tekanan ketika eksekusi pertama Neil El Aynaoui membentur mistar gawang.
Momentum berbalik ketika Justin Kluivert gagal mencetak gol usai tendangannya ditepis Bounou. Sofiane Rahimi kemudian menyamakan skor untuk Maroko.
Wout Weghorst dan Chemsdine Talbi sama-sama berhasil mencetak gol sebagai penendang ketiga. Namun, Quentin Timber dari Belanda dan Achraf Hakimi dari Maroko sama-sama gagal pada giliran berikutnya.
Tekanan semakin besar saat Crysencio Summerville maju sebagai penendang kelima Belanda. Tendangan kerasnya berhasil dihentikan Bounou sehingga membuka peluang bagi Maroko untuk memastikan kemenangan.
Ismael Saibari yang dipercaya menjadi eksekutor terakhir menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya sukses mengecoh Bart Verbruggen dan memastikan Maroko menang 3-2 dalam adu penalti sekaligus mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Pada fase berikutnya, Maroko akan menghadapi salah satu tuan rumah, Kanada. Meski berstatus sebagai tuan rumah, Kanada akan memainkan laga tersebut di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada Minggu (5/7) WIB.