By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

LifeStyleTerkini

Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 weeks ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Unggalan sejumlah selebritas yang mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi mendapat respons beragam dari warganet, termasuk sindiran terkait gaya hidup para penggunanya. (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Penyesuaian harga Pertamax yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026 tak hanya memicu perdebatan soal energi dan ekonomi, tetapi juga melahirkan fenomena sosial baru di media sosial. Sejumlah unggahan yang mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi mendapat respons beragam dari warganet, termasuk sindiran terkait gaya hidup para penggunanya.

Di berbagai platform media sosial, muncul perdebatan antara kelompok yang menilai kenaikan Pertamax sebagai beban tambahan bagi konsumen dan kelompok lain yang menganggap reaksi tersebut berlebihan, terutama jika datang dari kalangan yang selama ini kerap menampilkan gaya hidup mapan.

Warganet ramai membandingkan keluhan soal harga Pertamax dengan unggahan liburan ke luar negeri, tiket konser internasional, koleksi barang bermerek, hingga kendaraan pribadi bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah yang sering muncul di media sosial. Tak heran jika beberapa akun selebritas yang mengeluhkan kenaikan BBM Non Subsidi, seperti Zaskia Adya Mecca di; https://www.instagram.com/stories/zaskiadyamecca/3918681043234944856/, atau Ummi Quary; https://www.instagram.com/p/DVTcMOdkgb0/?img_index=1, dan Rizky Alatas;
https://www.instagram.com/rizkyalatas/ mendapat respon negative dari netizen

“Kalau mampu liburan ke luar negeri dan beli barang branded, kenapa harga BBM non-subsidi yang naik mengikuti pasar justru dianggap masalah besar?” tulis salah satu komentar yang ramai dibagikan ulang.

Perdebatan tersebut turut membuka kembali diskusi mengenai perbedaan mendasar antara BBM subsidi dan non-subsidi.

Pertamax merupakan produk BBM komersial yang harga jualnya mengikuti perkembangan harga minyak dunia serta biaya pengadaan energi. Berbeda dengan Pertalite dan Biosolar yang sebagian biayanya ditanggung negara melalui APBN.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri sebelumnya menegaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika pasar energi global.

“Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ujar Simon.

Sementara itu, harga BBM subsidi tetap dipertahankan pada level Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Biosolar.

Baca Juga :

Lebih dari 22 Ribu Anak Tak Sekolah di Jakarta Utara, DPRD Minta Pemprov Bergerak Cepat
Dampak Buruk Percintaan Tidak Sehat Pada Remaja!

Pengamat komunikasi digital menilai media sosial membuat publik lebih mudah menghubungkan opini seseorang dengan gaya hidup yang ditampilkan sehari-hari.

Ketika seseorang secara terbuka memperlihatkan aktivitas berlibur, menghadiri konser, mengoleksi barang premium, atau menggunakan kendaraan mewah, publik cenderung memiliki ekspektasi tertentu terhadap respons mereka terhadap isu ekonomi.

Akibatnya, keluhan mengenai kenaikan harga produk komersial seperti Pertamax sering kali memunculkan reaksi balik berupa kritik mengenai konsistensi antara gaya hidup dan sikap yang ditunjukkan di ruang publik.

Di sisi lain, tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa setiap warga negara tetap memiliki hak untuk menyampaikan pandangan mengenai kebijakan atau perubahan harga, terlepas dari kondisi ekonomi maupun gaya hidup mereka.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa isu Pertamax kini tidak lagi sekadar soal harga BBM, tetapi juga menyentuh persoalan persepsi sosial, konsumsi kelas menengah, hingga cara masyarakat memandang subsidi dan mekanisme pasar.

You Might Also Like

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe
Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam
Tangis Ronaldo Pecah! Spanyol Singkirkan Portugal Plus Mimpi Sang Legenda
Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
TAGGED:PertamaxRizky AlatasZaskia Adya Mecca
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Bensin Tetangga Tembus Rp42 Ribu, Heran Jika Pertamax RI Masih Dikeluhkan?
Next Article Lolos dari 1 Juta Pendaftar, Angelia Hutabarat Ceritakan Pengalaman Jadi Volunteer FIFA
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

18 hours ago
Pildun 2026Terkini

Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Singkirkan Selecao dan Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Drama di Azteca! Inggris Ukir Sejarah, Taklukkan Meksiko di Kandang Keramatnya

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index