By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Pengungsi Rohingya di Pekanbaru Sampaikan Tuntutan Hidup Layak, Soroti Penurunan Bantuan Biaya Kebutuhan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pengungsi Rohingya di Pekanbaru Sampaikan Tuntutan Hidup Layak, Soroti Penurunan Bantuan Biaya Kebutuhan

Terkini

Pengungsi Rohingya di Pekanbaru Sampaikan Tuntutan Hidup Layak, Soroti Penurunan Bantuan Biaya Kebutuhan

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
4 Min Read
Warga etnis Rohingya yang bermukim di Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor International Organization for Migration (IOM), Senin (19/1/2026). (Foto : Ist)
Warga etnis Rohingya yang bermukim di Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor International Organization for Migration (IOM), Senin (19/1/2026). (Foto : Ist)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Ratusan warga etnis Rohingya yang bermukim di Kota Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa damai untuk menyuarakan tuntutan peningkatan kualitas hidup.

Aksi tersebut berlangsung di depan kantor International Organization for Migration pada Senin 19 Januari 2026 sebagai bentuk protes atas berkurangnya bantuan biaya kebutuhan hidup yang mereka terima dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak pagi hari, massa pengungsi berkumpul di Jalan M Jamil, tepat di sekitar kawasan MTQ Bandar Serai. Mereka membawa dan membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan yang diarahkan kepada IOM dan pihak terkait. Spanduk tersebut diposisikan menghadap ke jalan raya, sementara peserta aksi berada di balik pagar kantor IOM dengan pengawalan aparat keamanan. Aksi berlangsung tertib tanpa adanya insiden.

Dalam spanduk yang dibentangkan, para pengungsi menyampaikan berbagai tuntutan mendasar. Di antaranya adalah kebutuhan akan bantuan medis yang memadai, dukungan tunai yang mencukupi biaya hidup, akses pendidikan bagi anak anak, tempat tinggal yang layak, serta kemudahan akses transportasi menuju layanan publik.

Salah satu pesan yang tertulis mencerminkan harapan mereka untuk memperoleh bantuan dan pelayanan yang bermartabat sebagai manusia.

Nuramin, salah seorang pengungsi Rohingya yang telah tinggal di Pekanbaru sejak tahun 2020, menyampaikan aspirasi para peserta aksi. Dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih, ia menegaskan bahwa unjuk rasa tersebut dilakukan karena kondisi kehidupan yang semakin sulit.

“Kami datang untuk menuntut kehidupan yang layak. Saat ini bantuan yang kami terima sudah tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari hari,” ujar Nuramin saat ditemui di lokasi aksi.

Menurutnya, sejak tahun 2023 bantuan yang diberikan kepada warga Rohingya di Pekanbaru terus mengalami penurunan. Tidak hanya bantuan tunai, tetapi juga dukungan untuk biaya tempat tinggal dan layanan kesehatan, termasuk rumah sakit, yang sebelumnya lebih banyak ditanggung oleh IOM. Kondisi tersebut membuat beban hidup para pengungsi semakin berat.

Nuramin menjelaskan bahwa saat ini pengungsi yang hidup sendiri menerima bantuan sebesar Rp1.050.000 per bulan. Sementara keluarga menerima Rp1.700.000, dan keluarga dengan satu anak memperoleh Rp2.300.000 per bulan. Ia menilai jumlah tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan riil di lapangan, terutama di tengah meningkatnya biaya sewa tempat tinggal dan kebutuhan dasar lainnya.

Baca Juga :

Bos Persib Ajak Masyarakat Liburan ke Pangandaran Jelang Championship Series
Bukti Serius Bersih-bersih PSSI, Erick Thohir: Audit Ini Krusial

“Sebagian besar uang habis untuk membayar kontrakan, biaya kesehatan, dan kebutuhan pokok. Dengan jumlah itu, sangat sulit bagi kami untuk bertahan,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa banyak pengungsi merasa berada dalam situasi yang semakin terjepit. Selain keterbatasan ekonomi, mereka juga merasakan adanya perlakuan yang berbeda dibandingkan dengan pengungsi dari negara lain. Hal ini menimbulkan rasa ketidakadilan di kalangan warga Rohingya yang telah bertahun tahun tinggal di Indonesia.

Baca Juga:

  • Duel Tim Medioker Berakhir Tragis! Pantai Gading Pulangkan Curacao
  • Kontrak Batu Bara 134 Juta Ton Sudah Aman, Kok PLN Malah Kekurangan? Bahlil Gandeng APH

Melalui aksi damai ini, para pengungsi berharap suara mereka dapat didengar oleh pihak terkait. Mereka meminta adanya peninjauan kembali terhadap kebijakan bantuan agar disesuaikan dengan kondisi aktual dan kebutuhan dasar para pengungsi. Mereka juga berharap solusi yang lebih manusiawi dapat diberikan demi menjaga kelangsungan hidup mereka.

Aksi unjuk rasa tersebut menjadi potret nyata tantangan yang masih dihadapi pengungsi Rohingya di Pekanbaru. Meski telah lama menetap di Indonesia, keterbatasan akses dan dukungan hidup layak masih menjadi persoalan utama yang menuntut perhatian serius dari berbagai pihak.

You Might Also Like

Duel Tim Medioker Berakhir Tragis! Pantai Gading Pulangkan Curacao
Kontrak Batu Bara 134 Juta Ton Sudah Aman, Kok PLN Malah Kekurangan? Bahlil Gandeng APH
Swiss Paksa Kanada Terusir dari Rumah Sendiri di 32 Besar
Bangkit Dua Kali, Maroko Nyaman ke 32 Besar
Polisi Bongkar Fakta Penangkapan Tersangka Penyekapan YTR yang Sempat Viral
TAGGED:RohingnyaRohingya
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article KBRI Phnom Penh menerima kedatangan WNI yang keluar dari sindikat penipuan online di Kamboja. (Foto : Dok. Kemlu) Ribuan WNI Korban Penipuan Daring Datangi KBRI Phnom Penh
Next Article Foto : Harga Pi Network (PI) mengalami penurunan signifikan sebesar 5,71% dalam kurun waktu 24 jam (Sumber : Pintu.co.id) Harga Pi Network (PI) Melemah 5,71 Persen di Tengah Tekanan Pasar Global
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Dulu Numpang Listrik Saudara, Kini Rumah Markamah Terang Berkat Bantuan Gratis Bahlil

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Afsel Tumbangkan Korsel untuk Cetak Sejarah ke Babak Knock Out

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Sapu Bersih Grup A! Meksiko Melaju Sempurna untuk Jadi Tuan Rumah di 32 Besar

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Bosnia Jaga Asa Tipis Usai Singkirkan Qatar di Seattle

1 day ago
Internasional

Dmitry Peskov Sebut Nuklir Satu-satunya Faktor yang Menahan Perang Global

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index