By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Prabowo Buka Jalan Buruh Punya Rumah! Cicilan Bisa 40 Tahun, Daya Beli Ikut Terdongkrak
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Prabowo Buka Jalan Buruh Punya Rumah! Cicilan Bisa 40 Tahun, Daya Beli Ikut Terdongkrak

EkonomiTerkini

Prabowo Buka Jalan Buruh Punya Rumah! Cicilan Bisa 40 Tahun, Daya Beli Ikut Terdongkrak

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
4 Min Read
Presiden Prabowo Subianto di Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day, di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026) menegaskan fokusnya pada penguatan daya beli dan kesejahteraan kelas pekerja. Hal itu tercermin dalam komitmen konkret tentang skema cicilan rumah jangka panjang bagi buruh hingga 40 tahun sebagai solusi nyata atas persoalan hunian yang selama ini membebani pekerja. (Foto, Antara/Bayu P)
SHARE

JAKARTA– Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto semakin menegaskan fokusnya pada penguatan daya beli dan kesejahteraan kelas pekerja. Hal itu tercermin dalam komitmen konkret yang disampaikan saat peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Salah satu gebrakan utama yang mencuri perhatian adalah skema cicilan rumah jangka panjang bagi buruh hingga 40 tahun—langkah yang dinilai bisa menjadi solusi nyata atas persoalan hunian yang selama ini membebani pekerja.

Presiden Prabowo secara terbuka mengakui bahwa banyak buruh masih mengandalkan rumah kontrakan, yang menyedot sebagian besar pendapatan bulanan tanpa memberikan kepemilikan aset.

Ia pun menawarkan solusi melalui skema cicilan ringan dengan tenor panjang. “Cicilnya kalau bisa 20 tahun, kalau tidak bisa 20 tahun, 25 tahun, kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun, kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun,” kata Prabowo dalam Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day, di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, skema ini realistis karena karakteristik pekerja yang cenderung menetap. “Karena buruh tidak mungkin lari kemana-mana, betul? Petani dan nelayan tidak mungkin lari kemana-mana,” sambung dia.

Prabowo juga menyoroti besarnya beban biaya kontrakan yang selama ini ditanggung buruh, yang bahkan bisa mencapai 30 persen dari penghasilan.

“Tadi kalian mengatakan penghasilan kalian 30% untuk kontrak, nanti kita akan yakinkan saudara nanti akan miliki rumah tersebut. Jadi yang tadi 30% untuk kontrak kita kurangi itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri,” tegasnya.

Kebijakan ini juga merupakan jawaban atas aspirasi yang disampaikan langsung oleh perwakilan buruh. Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, menekankan pentingnya pembangunan perumahan yang terintegrasi dengan kawasan industri.

“Kami sangat berharap program perumahan yang akan dibangun oleh negara adalah program perumahan yang terintegrasi dengan kawasan-kawasan industri. Sehingga buruh apabila mau bekerja tidak perlu lagi naik motor, kita bisa mengurangi hemat BBM, kita bisa mengurangi kemacetan, kita bisa mengurangi stres akibat kemacetan di jalan,” ujarnya.

Baca Juga :

Unggul dari Negara Lain, Airlangga Hartanto Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5 Persen
Bukan Sekadar KTT, Prabowo dan Presiden Korea Selatan Bicara K-Pop di APEC 2025

Ia juga menyoroti bahwa beban kontrakan selama ini menjadi salah satu pengeluaran terbesar buruh setiap bulan. “Perumahan yang terintegrasi dengan kawasan adalah jalan yang terbaik dan ini adalah cara kita untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Karena 20-30% pengeluaran dari upah habis untuk membayar kontrakan setiap bulannya,” jelas dia.

Dorong Daya Beli dan Kesejahteraan Jangka Panjang

Program hunian terjangkau ini tidak hanya menyentuh aspek tempat tinggal, tetapi juga menjadi strategi untuk menjaga daya beli masyarakat. Dengan mengalihkan biaya kontrak menjadi cicilan aset, buruh berpotensi memiliki ruang keuangan yang lebih sehat.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekonomi dari sisi konsumsi rumah tangga—yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan nasional.

Selain hunian, pemerintah juga mulai mengarahkan kebijakan pada peningkatan kualitas hidup pekerja, termasuk aspek gizi dan kesehatan, sebagai bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Kebijakan yang diumumkan pada momentum May Day ini menandai pergeseran pendekatan pemerintah. Buruh tidak lagi hanya dilihat sebagai tenaga produksi, tetapi sebagai aktor utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dengan kombinasi kebijakan hunian terjangkau, perlindungan sosial, dan peningkatan kualitas hidup, pemerintah berupaya memastikan satu hal, yakni kesejahteraan pekerja meningkat, daya beli terjaga, dan ekonomi nasional tetap kuat.

You Might Also Like

Asap Ancam Ganggu Final Piala Dunia 2026
Antrean BBM Di Sumut Mulai Diurai! ESDM Tambah Armada Truk Tangki Distribusi
Juara Piala Dunia 2026 Kantongi Rp895 Miliar, FIFA Pecahkan Rekor Hadiah Terbesar
Jangan Rugikan Tanah Adat! Bahlil Pastikan Warga Blok Masela Dapat Skema Ganti Untung
Sepanjang 2026, Komnas Perempuan Terima 1.833 Pengaduan, DKI Jakarta Paling Banyak
TAGGED:Cicilan buruh 40 tahunHARI BURUHmay dayPresiden Prabowo Subianto
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Rp172 Triliun Diselamatkan! Gapki All Out Dukung Jurus B50 Menteri Bahlil
Next Article Foto : Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogjogan Silma 2 (Sumber : bgn.go.id) Manajemen Mutu Garis Depan Gizi! Standardisasi Operasional Dapur SPPG
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.980 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Sentimen Positif

IHSG Masih Tertekan, Kenaikan Harga Minyak Hingga Utang Luar Negeri Jadi Sorotan

ASN Disorot DPR! PR Besar Kementerian PANRB Tingkatkan Kinerja Birokrasi

Listrik Warga Jadi Prioritas! Revisi RKAB Batu Bara Utamakan Pasokan PLN

Urusan Batu Bara Murni Bisnis PLN, Kenapa Oposisi Sibuk Serang Menteri ESDM?

Pecah Telur! Blok Masela Resmi Dimulai, Proyek Raksasa Gas Akhirnya Bergerak

Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli Antoni Selesai Dianalisis KPK

Bahlil Selamatkan Harga Sawit, Petani Bisa Lega!

Gaikindo Ketok Palu! B50 Dipastikan Aman, Mesin Diesel Tak Perlu Khawatir

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Bergabung dengan WAICO, Indonesia Siap Ambil Peran Strategis di Era Kecerdasan Buatan

22 hours ago
Internasional

Militer Iran Luncurkan Serangan Drone ke Pangkalan Sakhir Bahrain, Ketegangan Memanas

22 hours ago
Terkini

Antusiasme Tinggi, Lebih dari 725 Ribu Lokasi Ikuti Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat

22 hours ago
Internasional

AS Gempur Bandara Iranshahr, Infrastruktur Listrik Iran Lumpuh dan Warga Terluka

22 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index