By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Rp172 Triliun Diselamatkan! Gapki All Out Dukung Jurus B50 Menteri Bahlil
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Rp172 Triliun Diselamatkan! Gapki All Out Dukung Jurus B50 Menteri Bahlil

EkonomiTerkini

Rp172 Triliun Diselamatkan! Gapki All Out Dukung Jurus B50 Menteri Bahlil

Nicholas
By
Nicholas
2 months ago
Share
3 Min Read
Penerapan mandatori biodiesel 50 persen (B50) oleh Kementerian ESDM yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 diyakini menjadi tameng devisa Indonesia karena berkurangnya impor solar. (Foto, Dok/Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA – Dukungan kuat dari sektor swasta terhadap kebijakan energi nasional kembali menguat. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) secara terbuka menyatakan kesiapan penuh mendukung implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Langkah ini bukan sekadar kebijakan energi, melainkan strategi besar efisiensi devisa negara. Dengan memaksimalkan pemanfaatan minyak sawit domestik sebagai substitusi solar impor, program B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa hingga Rp 172,35 triliun —angka yang dinilai sangat signifikan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ketua Umum Gapki, Eddy Martono, menegaskan bahwa momentum harga minyak dunia yang tinggi justru menjadi peluang emas untuk mempercepat implementasi kebijakan ini.

“Dengan kondisi saat ini kita mendukung, artinya bahwa kita mendukung karena harga solar begitu tinggi, harga minyak bumi sangat tinggi, kita mendukung implementasi B50,” ujarnya dalam acara Implementasi Program B50, Investortrust Power Talk di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Menurut Eddy, dari sisi pasokan bahan baku, industri sawit dalam negeri masih berada dalam kondisi aman. Kebutuhan tambahan untuk program B50 diperkirakan mencapai sekitar 3 juta ton, dan masih dapat dipenuhi oleh produksi domestik.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya potensi tekanan pada ekspor jika permintaan global meningkat bersamaan dengan lonjakan kebutuhan dalam negeri.

“Apabila ada permintaan ekspor naik kemungkinan kita tidak bisa memenuhi. Karena tadi ada kebutuhan dalam negeri yang akan naik sekitar 3 juta ton. Kalau untuk tahun ini saja perkiraan kita sekitar 1,5 sampai 1,7 (juta ton). Karena implementasi baru di bulan Juli,” jelasnya.

Di tengah dinamika tersebut, manfaat terbesar dari kebijakan ini justru terlihat pada sisi makroekonomi. Pengurangan impor solar secara langsung akan memperkuat neraca perdagangan sekaligus menjaga cadangan devisa negara.

“B50 dapat menghemat devisa sekitar Rp 172,35 triliun melalui penurunan impor solar,” tegas Eddy.

Baca Juga :

4 Daftar TPS Unik Pemilu 2024 di Berbagai Daerah, Bertema Pernikahan hingga Valentine
Jepang Bersiap Blokir TikTok Jika Digunakan untuk Kampanye

Kebijakan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana strategi energi yang dirancang pemerintah—di bawah arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia —tidak hanya berorientasi pada ketahanan energi, tetapi juga efisiensi fiskal jangka panjang.

Di sisi lain, Eddy juga menanggapi studi sebelumnya yang menyebut potensi penurunan ekspor hingga Rp 190,05 triliun. Menurutnya, analisis tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi harga energi global saat ini.

“Studi ini sebenarnya sewaktu sebelum harga minyak bumi naik tinggi. Kalau sekarang tidak terjadi demikian, justru ini tidak ada insentif karena minyak bumi lebih tinggi. Jadi ini studi ini adalah studi waktu tahun 2025 di mana harga minyak bumi itu masih di sekitar US$ 60 sampai US$ 70 (per barel),” pungkasnya.

Dengan dukungan penuh dari pelaku industri, implementasi B50 kini bukan lagi sekadar wacana kebijakan, melainkan langkah nyata menuju kemandirian energi sekaligus penguatan ekonomi nasional.

Jika berjalan optimal, kebijakan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga menjadi “tameng devisa” yang menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.

You Might Also Like

Menteri ESDM Libatkan Kampus Garap Bioetanol E20, Negara Siap Serap 4 Juta KL
Pecah! Tim Voli Putra Indonesia Ukir Sejarah Baru Rebut Gelar Juara Asia
Kolombia Tahan Imbang Raksasa Eropa, Sikat Status Juara Grup K Piala Dunia 2026
Austria dan Aljazair Kompak Lolos ke 32 Besar, Tuduhan ‘Main Mata’ Langsung Merebak
Cuma Main 30 Menit, Messi Tetap Bikin Rekor!
TAGGED:B50Bahlil LahadaliaGapkiMenteri ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kasus Tewas Dokter Internship Viral, Minim Sistem Anti-Bullying Jadi Sorotan Serius di Dunia Kerja
Next Article Prabowo Buka Jalan Buruh Punya Rumah! Cicilan Bisa 40 Tahun, Daya Beli Ikut Terdongkrak
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

B50 Resmi Meluncur 1 Juli. Tiga Keunggulan Ini Siap Ubah Masa Depan Energi Indonesia

28 Tahun Mandek Akhirnya Mega Proyek Blok Masela Mulai Dibangun 2027

Zonder Keluar Uang! CNG 3 Kg Siap Gantikan LPG, Tabung Baru Disiapkan Pemerintah

Muak Impor! Bahlil Siapkan 3 Jurus Besar Demi Dongkrak Produksi Minyak RI

Mini LNG Rp1,1 Triliun di Tuban Resmi Beroperasi, Impor LPG Siap Dipangkas

Kontrak Batu Bara 134 Juta Ton Sudah Aman, Kok PLN Malah Kekurangan? Bahlil Gandeng APH

BRIN Sebut Tanaman Aren Berpotensi Besar Dukung Transisi Energi Nasional

Dulu Numpang Listrik Saudara, Kini Rumah Markamah Terang Berkat Bantuan Gratis Bahlil

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PendidikanTerkini

Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026

17 hours ago
Pildun 2026Terkini

Pulang Terhormat, Turki Bungkam Amerika Serikat 3-2 di Laga Penutup

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Tekuk Tunisia 3-1, Oranje Lolos Sebagai Juara Grup dan Hindari Brasil

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Hajar Selandia Baru 5-1, Setan Merah Bangkit dan Melaju ke 32 Besar

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index