INVERSI.ID – SMA Al Muslim kembali mencatat prestasi membanggakan dengan mengirimkan empat siswanya ke ajang internasional. Tahun ini, sekolah yang berbasis di Sidoarjo itu dipercaya menempatkan siswanya sebagai delegasi dalam Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-18 yang digelar di Malaysia. Keikutsertaan ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan juga wujud nyata dari komitmen sekolah dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing di kancah global.
Partisipasi SMA Al Muslim di forum internasional ini sekaligus menegaskan konsistensi sekolah dalam memberikan pengalaman global bagi para siswanya. Sejak beberapa tahun terakhir, sekolah ini aktif mengirimkan delegasi untuk mengikuti kegiatan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menekankan pentingnya keterampilan diplomasi, komunikasi, dan kerja sama lintas budaya.
Tak hanya itu, pengalaman yang diraih para siswa SMA Al Muslim di AYIMUN diharapkan bisa menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Di era globalisasi, kemampuan berinteraksi dengan berbagai latar belakang budaya, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan secara efektif menjadi keterampilan yang sangat berharga.
Empat Siswa Menjadi Delegasi di Forum Internasional
Keempat siswa yang mewakili sekolah di AYIMUN 18 adalah Ino Ghalby Al Farabi, Astri Amelia Yasminingtyas, Quaneisha Calya (kelas XII Al Alim), serta Emir Murtaza Mazhardi (kelas XII As Salam). Mereka bergabung bersama ratusan pelajar dari berbagai negara untuk mengikuti simulasi sidang PBB dengan tema “Fostering Diplomacy, Achieving Global Prosperity.”
Dalam forum tersebut, para peserta diajak untuk memainkan peran sebagai diplomat dari berbagai negara. Mereka berlatih menyampaikan argumen, melakukan negosiasi, hingga membentuk resolusi bersama untuk menyelesaikan isu-isu global. Melalui simulasi ini, para siswa tidak hanya mengasah keterampilan komunikasi, tetapi juga belajar memahami perspektif beragam budaya dan negara.
Kepala SMA Al Muslim, Dr. Mahmudah, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa kesempatan seperti ini adalah investasi penting bagi masa depan siswa.
“Melalui kegiatan ini, para siswa belajar komunikasi, negosiasi, serta kerja sama lintas budaya. Semua itu menjadi bekal penting untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, forum seperti AYIMUN tidak hanya melatih keterampilan diplomasi, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kemampuan berpikir kritis, serta keterbukaan dalam menghadapi perbedaan.
Komitmen SMA Al Muslim Mempersiapkan Generasi Global
Dalam sambutannya, Dr. Mahmudah menegaskan bahwa SMA Al Muslim ingin membekali siswa dengan lebih dari sekadar kemampuan akademis. Sekolah berkomitmen agar para pelajar juga memiliki kecakapan hidup, khususnya dalam konteks global.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar di kelas, tapi juga mampu tampil di forum internasional,” tambahnya.
Salah satu delegasi, Ino Ghalby Al Farabi, juga menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari perwakilan sekolah di kancah internasional.
“Semoga pengalaman ini memperluas wawasan saya dan melatih kemampuan diplomasi untuk masa depan,” ungkap Ino.
Keterlibatan SMA Al Muslim dalam AYIMUN bukanlah yang pertama. Sekolah ini sudah tiga tahun berturut-turut mengirimkan delegasi ke forum internasional tersebut. Konsistensi ini menjadi bukti keseriusan sekolah dalam membangun generasi muda yang berwawasan global sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai lokal dan kearifan budaya Indonesia.
Mengapa Partisipasi di AYIMUN Penting?
Forum seperti AYIMUN bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa. Dalam simulasi sidang PBB, siswa dilatih untuk:
- Berpikir Kritis dan Analitis
Para peserta ditantang untuk memahami isu global mulai dari perdamaian dunia, lingkungan, ekonomi, hingga kesehatan. Mereka harus mampu menganalisis permasalahan secara mendalam sebelum menyampaikan solusi. - Mengasah Diplomasi dan Negosiasi
Sama seperti diplomat profesional, para pelajar dilatih untuk bernegosiasi dengan perwakilan negara lain. Hal ini menumbuhkan keterampilan diplomasi yang sangat berguna di berbagai bidang. - Meningkatkan Kepercayaan Diri
Berbicara di depan ratusan peserta dari berbagai negara tentu bukan hal mudah. Namun, pengalaman ini membuat siswa lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan. - Mengenal Keberagaman Budaya
Dengan bertemu teman sebaya dari berbagai negara, siswa belajar menghargai perbedaan dan membangun sikap toleransi.
Dengan keterampilan tersebut, peserta AYIMUN diharapkan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat. Mereka bukan hanya membawa nama sekolah atau daerah, tetapi juga mewakili generasi muda Indonesia di mata dunia.
Membentuk Generasi Muda Siap Bersaing
Keikutsertaan siswa SMA Al Muslim dalam AYIMUN ke-18 di Malaysia mencerminkan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan global.
Sekolah berharap para delegasi bisa kembali dengan pengalaman berharga yang mampu ditularkan kepada teman-teman mereka di sekolah. Dengan begitu, dampak positif dari partisipasi ini tidak hanya dirasakan oleh empat siswa, tetapi juga seluruh komunitas SMA Al Muslim.
Di era yang semakin terhubung, generasi muda dituntut untuk memiliki wawasan luas, kemampuan komunikasi yang baik, serta kepedulian terhadap isu global. Partisipasi di AYIMUN menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan mereka menghadapi dunia yang semakin kompleks.
Prestasi SMA Al Muslim dalam mengirimkan delegasi ke AYIMUN 2025 merupakan bukti nyata bahwa pendidikan masa kini tidak cukup hanya berfokus pada akademik. Sekolah perlu memberikan pengalaman global, melatih keterampilan diplomasi, serta membangun rasa percaya diri siswa.
Dengan konsistensi dalam berpartisipasi di ajang internasional, SMA Al Muslim menunjukkan keseriusan dalam membangun generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai lokal.