INVERSI.ID – Prestasi Institut Pariwisata Trisakti kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Empat mahasiswa Program Studi Pengelolaan Perhotelan sukses membawa pulang medali dalam ajang bergengsi Worldskills ASEAN 2025 yang digelar di Manila, Filipina. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing dalam kompetisi keterampilan tingkat Asia Tenggara.
Tidak hanya membanggakan bagi kampus, prestasi Institut Pariwisata Trisakti juga menegaskan kualitas pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia. Dengan raihan medali internasional, mahasiswa menunjukkan kemampuan akademik dan keterampilan praktis yang mumpuni untuk bersaing di level global.
Lebih dari sekadar medali, prestasi Institut Pariwisata Trisakti dalam Worldskills ASEAN 2025 memberikan motivasi baru bagi remaja dan mahasiswa Indonesia. Pencapaian ini menandakan bahwa dengan kerja keras, latihan intensif, dan dukungan pendidikan yang berkualitas, anak muda Indonesia bisa menjadi juara dunia.
Mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti Harumkan Nama Indonesia
Dalam kompetisi Worldskills ASEAN 2025, empat mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti tampil gemilang. Mereka berkompetisi dalam kategori Restaurant Service dan Hotel Reception, dua bidang penting yang menjadi wajah utama industri perhotelan dan pariwisata.
Pada kategori Restaurant Service, dua mahasiswa perempuan berbakat mencatat prestasi membanggakan. Fatima Rani Al Husna Prameswara berhasil meraih Medali Perunggu (Bronze), sementara Pocut Dwi Vannisa sukses membawa pulang Medallion of Excellence (ME), sebuah penghargaan khusus yang diberikan bagi peserta dengan standar keterampilan tinggi meski tidak meraih medali utama.
Tak kalah membanggakan, di kategori Hotel Reception, dua mahasiswa lainnya yaitu Muhammad Aditiah dan Benecia Glory Shevania Valerie juga mengharumkan nama bangsa. Keduanya berhasil meraih Medali Perunggu (Bronze) setelah melewati rangkaian penilaian ketat dari juri internasional.
Dengan total tiga Medali Perunggu dan satu Medallion of Excellence, mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti membuktikan bahwa kualitas pendidikan vokasi Indonesia tidak kalah dengan negara lain di Asia Tenggara.
Bukti Kualitas Mahasiswa di Tingkat Internasional
Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, SE., MM., menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang mendalam atas pencapaian para mahasiswanya. Ia menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya kemenangan individu, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.
“Keterlibatan mereka sebagai kontingen Indonesia di ajang Worldskills ASEAN tidak hanya mengharumkan nama institusi, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional,” ujar Fetty Asmaniati dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (31/8/2025).
Menurut Fetty, keberhasilan mahasiswa Trisakti ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi pariwisata mampu melahirkan generasi muda yang kompeten, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global. Ia menambahkan, prestasi ini adalah hasil kerja keras mahasiswa, dukungan dosen pembimbing, serta komitmen kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Apa Itu Worldskills ASEAN dan Mengapa Penting bagi Generasi Muda?
Bagi banyak orang, nama Worldskills ASEAN mungkin belum sepopuler ajang kompetisi olahraga atau hiburan. Namun, bagi dunia pendidikan vokasi, ini adalah panggung bergengsi.
Worldskills ASEAN merupakan kompetisi keterampilan terbesar di Asia Tenggara yang mempertemukan ratusan peserta dari berbagai negara. Bidang lombanya sangat beragam, mulai dari kuliner, perhotelan, teknologi informasi, hingga teknik otomotif. Tujuannya adalah mendorong standar keterampilan tenaga kerja muda sekaligus memperkuat kerja sama antarnegara dalam bidang vokasi.
Bagi generasi muda Indonesia, ajang ini penting karena menjadi tolok ukur sejauh mana kemampuan mereka diakui dunia. Dengan meraih medali, mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti telah membuktikan bahwa mereka bisa bersaing dan bahkan unggul dari peserta negara lain.
Inspirasi untuk Remaja dan Mahasiswa Indonesia
Keberhasilan mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti dalam Worldskills ASEAN 2025 bisa menjadi inspirasi bagi remaja dan mahasiswa lain di Indonesia. Ada beberapa pelajaran penting yang bisa diambil dari prestasi ini:
- Kerja Keras Membawa Hasil
Keberhasilan para mahasiswa bukan datang secara instan, melainkan melalui latihan intensif, disiplin, dan ketekunan. - Pendidikan Vokasi Penting
Dunia kerja saat ini semakin menuntut keterampilan praktis. Pendidikan vokasi pariwisata membuktikan bahwa lulusan yang siap kerja dan berkompetensi tinggi lebih dihargai di level internasional. - Kesempatan Berkompetisi Terbuka
Ajang internasional seperti Worldskills ASEAN menunjukkan bahwa remaja Indonesia memiliki peluang besar untuk mengukir prestasi, asalkan berani mencoba dan serius berlatih. - Bangun Rasa Percaya Diri
Dengan pencapaian di level Asia Tenggara, mahasiswa Indonesia bisa lebih percaya diri untuk melangkah ke ajang kompetisi global yang lebih besar.
Melahirkan Lulusan Siap Bersaing Global
Keikutsertaan Institut Pariwisata Trisakti di ajang internasional ini semakin menegaskan posisi kampus sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi pariwisata terkemuka di Indonesia. Dengan kurikulum yang adaptif, dukungan tenaga pengajar berpengalaman, serta fasilitas modern, IP Trisakti terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing secara global.
Prestasi ini juga sejalan dengan kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang pesat, baik di dalam negeri maupun internasional. Lulusan yang memiliki keterampilan berstandar internasional akan lebih mudah terserap di pasar kerja dan berpeluang besar berkarier di hotel, restoran, maupun sektor pariwisata dunia.
Prestasi Institut Pariwisata Trisakti di ajang Worldskills ASEAN 2025 menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk bersaing di tingkat internasional. Dengan tiga Medali Perunggu dan satu Medallion of Excellence, mahasiswa membuktikan kualitas pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia setara dengan negara-negara maju di Asia Tenggara.
Pencapaian ini bukan hanya kemenangan mahasiswa, tetapi juga kemenangan bangsa. Bagi remaja dan generasi muda, prestasi ini menjadi motivasi bahwa mimpi besar bisa diwujudkan dengan kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk tampil di panggung internasional.