INVERSI.ID – SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo juara e-sport Mobile Legends setelah berhasil meraih posisi ketiga dalam ajang SMA Award 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Prestasi ini menjadi catatan penting bagi sekolah karena mampu menempatkan diri di tengah ratusan pesaing dari berbagai daerah.
Kemenangan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo juara e-sport Mobile Legends bukan hanya kebanggaan bagi tim, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda bisa menorehkan prestasi di bidang minat dan bakat. Kompetisi ini diikuti oleh ratusan sekolah dari seluruh Jawa Timur dan berlangsung ketat sejak babak kualifikasi hingga grand final.
Perjalanan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo juara e-sport Mobile Legends tidak bisa dibilang mudah. Tim mereka harus melewati berbagai babak penentuan dengan format berbeda, mulai dari sistem gugur BO1 di awal hingga sistem BO3 di partai final. Aturan kompetisi yang ketat membuat para pemain harus tampil konsisten di setiap pertandingan.
Perjalanan Smamda di Ajang SMA Award 2025
Kompetisi e-sport Mobile Legends SMA Award 2025 diikuti lebih dari 330 tim yang berasal dari berbagai sekolah di Jawa Timur. Mereka terbagi dalam sepuluh grup besar, masing-masing berisi 32 tim. Dari tahap awal, tekanan sudah terasa karena setiap pertandingan bisa menentukan langkah selanjutnya.
Tim Smamda sendiri diperkuat oleh lima siswa kelas XII, yaitu Muhammad Hilmy Ridian Hanif (XII-10), Rifqi Rian Pratama (XII-4), Ibrahim Satrya (XII-11), Muhammad Fabian Al Farezel (XII-9), serta sang kapten tim, Ghassan Fathan Azhima (XII-8).
Menurut Ghassan, sistem kompetisi Mobile Legends yang digunakan sangat ketat.
“SMA Award MLBB 2025 mempertemukan tim dari setiap kabupaten/kota di Jawa Timur hingga grand final. Babak kualifikasi memakai sistem gugur BO1, sedangkan babak final menggunakan sistem BO3. Jadi kami harus benar-benar siap di setiap pertandingan,” jelasnya.
Selain itu, aturan teknis permaianan Mobile Legends yang berlaku juga menambah tingkat kesulitan. Mulai dari mekanisme ban-pick hero, mode permainan custom room draft pick, hingga ketentuan batas waktu pertandingan yang sangat disiplin.
“Kalau terlambat lebih dari sepuluh menit sesuai rundown, otomatis dinyatakan gugur,” tambah Ghassan.
Strategi dan Kerja Sama Tim
Di fase grup, tim Smamda menunjukkan konsistensi permainan yang solid. Mereka menerapkan strategi ban-pick dengan sangat matang, memilih hero-hero andalan yang sesuai dengan gaya bermain tiap anggota. Kerja sama tim yang terbangun sejak lama di sekolah juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka menembus semifinal.
Meskipun akhirnya hanya mampu meraih juara ketiga, pencapaian ini tetap membanggakan. Rifqi Rian Pratama, salah satu anggota tim, menyampaikan rasa syukurnya.
“Kami tidak menyangka bisa sampai sejauh ini. Mohon maaf baru bisa juara tiga, tapi kami senang bisa membawa nama baik sekolah,” ujarnya dengan rendah hati.
Dukungan Sekolah dan Apresiasi
Prestasi yang diraih tim MLBB Smamda mendapat apresiasi langsung dari Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, M. Zainul Arifin. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini membuktikan bahwa siswa-siswi Smamda tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing dalam ajang minat bakat, termasuk e-sport.
“Alhamdulillah, baru pertama kali ikut sudah bisa menorehkan prestasi. Ini membuktikan bahwa anak-anak kita bisa bersaing secara sehat, bahkan di bidang yang sedang berkembang seperti e-sport,” ucapnya.
Dukungan sekolah yang kuat, baik dari sisi fasilitas maupun motivasi, menjadi faktor penting yang mendampingi perjuangan para siswa. Lingkungan yang mendukung kreativitas membuat para pemain lebih percaya diri saat menghadapi lawan-lawan tangguh.
E-sport di Dunia Pendidikan
Keberhasilan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo di ajang e-sport Mobile Legends menjadi bukti bahwa e-sport semakin diterima di dunia pendidikan. E-sport tidak lagi dipandang sekadar permainan, melainkan wadah untuk mengasah strategi, kerja sama tim, komunikasi, hingga pengendalian emosi.
Kompetisi seperti SMA Award membuka ruang bagi siswa untuk menyalurkan bakatnya secara positif. Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana membangun sportivitas dan memperkenalkan bahwa e-sport memiliki potensi besar dalam mencetak generasi kreatif dan kompetitif.
Di era digital seperti sekarang, keberadaan cabang e-sport dalam ajang pendidikan semakin relevan. Siswa yang aktif dalam kompetisi semacam ini berkesempatan mengasah kemampuan berpikir kritis, refleks cepat, serta manajemen waktu—keterampilan yang juga berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Catatan Sejarah Baru
Dengan meraih juara ketiga, tim MLBB Smamda berhasil menorehkan sejarah sebagai salah satu sekolah Muhammadiyah pertama di Jawa Timur yang masuk dalam jajaran pemenang SMA Award cabang e-sport. Prestasi ini tentu akan menjadi motivasi bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan tradisi juara.
Para penggemar e-sport di lingkungan sekolah juga semakin termotivasi untuk ikut mengembangkan tim dan memperkuat kultur gaming yang sehat. Hal ini membuktikan bahwa prestasi di bidang non-akademik bisa berjalan seiring dengan pencapaian akademik, membentuk siswa yang lebih seimbang dalam prestasi.
Pencapaian SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo juara e-sport Mobile Legends di ajang SMA Award 2025 bukan sekadar kemenangan biasa. Lebih dari itu, prestasi ini adalah simbol berkembangnya minat bakat siswa di dunia digital sekaligus bukti bahwa e-sport mampu menjadi sarana edukatif yang positif.
Dengan semangat, strategi, dan kerja sama tim, Smamda telah membuktikan diri di panggung bergengsi Jawa Timur. Ke depan, prestasi ini bisa menjadi pijakan untuk meraih target lebih tinggi, bahkan di ajang e-sport tingkat nasional.