INVERSI.ID – Kreativitas anak muda di Surabaya semakin diakui di tingkat nasional, terutama melalui gelaran IdeaFest Surabaya 2025. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut Jawa Timur kini menjadi salah satu pusat kreativitas anak muda di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat membuka IdeaFest Surabaya 2025 yang digelar 1-3 Agustus 2025 di Kota Pahlawan.
Menurut Emil, gaung kreativitas anak muda di Surabaya kini terdengar hingga Jakarta.
“Besar sekali gaungnya di Jakarta, dan sekarang acara ini merambah ke Surabaya. Ini kebahagiaan tersendiri karena Surabaya, bahkan Jatim, kini dianggap wilayah penting untuk mendorong kreativitas anak muda,” ujarnya pada Jumat (1/8/2025).
Ia menambahkan bahwa perkembangan ini menandakan generasi muda Jawa Timur mampu bersaing di kancah nasional.
Antusiasme Anak Muda Surabaya Meningkat
Kreativitas anak muda di Jawa Timur terbukti dari antusiasme luar biasa pada acara IdeaFest, terutama sesi seminar IdeaTalk. Emil mengungkapkan bahwa seluruh tiket seminar habis terjual, menandakan bahwa generasi muda di Surabaya haus akan ilmu dan inspirasi baru. Mereka ingin menyerap pengalaman dari para praktisi industri kreatif, wirausahawan muda, dan influencer yang berbagi strategi serta pengalaman di panggung IdeaFest.
“Ini membuktikan anak-anak muda di Surabaya dan Jawa Timur siap berdiskusi soal ide-ide kreatif berskala nasional bahkan internasional. Mereka ingin berkembang menjadi local heroes yang mampu menjawab persoalan di sekitarnya,” kata Emil.
Menurutnya, forum seperti IdeaTalk menjadi wadah penting untuk mempertemukan gagasan dengan peluang bisnis, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri generasi muda menghadapi persaingan global.
Selain seminar, kreativitas anak muda Surabaya juga tampak melalui inovasi di sektor kuliner. Berbagai kreasi makanan unik dan berkualitas tinggi hadir di acara ini. Makanan-makanan tersebut bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memenuhi standar cita rasa internasional.
“Cita rasanya tinggi dan sudah sangat update dengan tren kuliner dunia. Ini modal besar karena sektor kuliner punya perputaran ekonomi luar biasa,” tambahnya.
Kehadiran pelaku UMKM kuliner di acara ini juga menunjukkan bahwa potensi industri kreatif di Jatim bisa menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Rangkaian Acara dan Pengalaman Peserta
IdeaFest Surabaya 2025 menampilkan beragam program, mulai dari seminar inspiratif, workshop kreatif, pameran seni, hingga pertunjukan musik lokal. Lebih dari 50 pembicara ternama hadir, termasuk wirausahawan muda sukses, seniman digital, sutradara film independen, dan desainer fesyen yang sudah go international. Sesi workshop diikuti oleh ratusan peserta yang belajar langsung tentang pembuatan konten digital, desain grafis, dan strategi branding UMKM.
Selain itu, area pameran menampilkan karya seni interaktif yang digarap oleh komunitas kreatif Surabaya. Instalasi seni bertema teknologi dan lingkungan menjadi daya tarik utama bagi pengunjung untuk berfoto dan berbagi di media sosial. Sementara itu, panggung musik menghadirkan penampilan band indie lokal dan kolaborasi kreatif lintas genre, menciptakan suasana festival yang meriah dan penuh energi anak muda.
Pengunjung festival juga menikmati pengalaman kuliner yang unik. Ada lebih dari 40 stan kuliner lokal yang menampilkan inovasi produk, mulai dari makanan tradisional dengan sentuhan modern hingga dessert kekinian yang viral di media sosial. Kehadiran foodpreneur muda ini tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga memberikan bukti nyata bahwa sektor kuliner mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif daerah.
Dampak Positif untuk Ekosistem Kreatif di Jatim
Kreativitas anak muda tidak hanya berhenti pada ide, tetapi juga mampu menciptakan efek bola salju bagi ekosistem kreatif di Jawa Timur. Emil optimistis kegiatan seperti IdeaFest akan melahirkan ratusan generasi baru yang menginspirasi dan mengajak rekan-rekannya berkolaborasi. Dengan bertemunya inovator, seniman, pengusaha, dan komunitas kreatif, acara ini dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif lokal yang terintegrasi.
“Kita harapkan ini jadi barometer inovasi anak muda di Jatim,” ujarnya. Emil juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri kreatif. Jika berkelanjutan, gerakan ini akan memperkuat posisi Surabaya sebagai hub kreatif yang bisa bersaing dengan kota besar lain di Asia Tenggara.
Sementara itu, Festival Director IdeaFest Surabaya 2025, Saskia Tessy, mengatakan IdeaFest merupakan festival kreatif tahunan terbesar di Indonesia yang menghubungkan pelaku industri kreatif, wirausahawan, inovator, dan komunitas.
“Setelah sukses besar di Jakarta, IdeaFest kini memperluas ekosistemnya ke Surabaya sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan pelaku kreatif nasional,” ungkap Saskia.
Ia juga menjelaskan bahwa tahun ini IdeaFest menghadirkan lebih dari 50 pembicara, puluhan booth kuliner, dan instalasi seni interaktif yang bisa dinikmati pengunjung.
Para peserta IdeaFest Surabaya 2025 mengaku mendapatkan banyak inspirasi. Rina, mahasiswi desain komunikasi visual, mengatakan dirinya termotivasi untuk memulai usaha kreatif setelah mengikuti beberapa workshop. Sementara itu, Ardi, seorang pelaku UMKM kuliner, menilai acara ini sebagai kesempatan emas untuk memperluas jaringan bisnis dan belajar dari para mentor.
Dengan menghadirkan seminar, pameran, talkshow inspiratif, dan inovasi kuliner, IdeaFest Surabaya 2025 diharapkan mampu menumbuhkan potensi besar generasi muda Jawa Timur untuk terus berinovasi, berjejaring, dan menjadi bagian dari gerakan kreatif nasional.
Acara ini bukan sekadar festival, tetapi juga wadah untuk memacu semangat anak muda menjadi kreator, inovator, sekaligus penggerak ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Surabaya pun kian mantap menyandang predikat sebagai kota kreatif yang memimpin gerakan anak muda Indonesia.