By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Sustainable Fashion Festival 2025, Generasi Muda ASEAN Bergerak untuk Lingkungan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Sustainable Fashion Festival 2025, Generasi Muda ASEAN Bergerak untuk Lingkungan

Event

Sustainable Fashion Festival 2025, Generasi Muda ASEAN Bergerak untuk Lingkungan

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
5 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Sustainable fashion menjadi kata kunci dalam kegiatan Sustainable Fashion Festival (SFF) 2025 yang melibatkan youth volunteers dari 10 negara ASEAN bersama siswa-siswi SMPN 5 Abiansemal, Badung, Bali. Mereka menggelar aksi sosial di Sungai Watch Community Center, Tabanan, pada Rabu (30/7/2025), yang sekaligus menjadi ajang edukasi tentang pentingnya fashion berkelanjutan.

Contents
Edukasi Fashion Berkelanjutan untuk Anak MudaSustainable Fashion Festival 2025 di DenpasarDampak Positif untuk Lingkungan dan Sosial

Kegiatan ini diikuti 1.050 generasi muda yang diperkenalkan pada konsep fashion berkelanjutan sejak dini. Sustainable Fashion Festival 2025 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2-3 Agustus 2025 di The Ambengan Tenten, Denpasar. Acara ini mengusung semangat kolaborasi lintas negara untuk mendorong kesadaran lingkungan melalui mode.

Edukasi Fashion Berkelanjutan untuk Anak Muda

Sustainable fashion menjadi sorotan utama dalam sesi edukasi. Para pelajar diajarkan cara memilih pakaian berdasarkan jenis bahan, mulai dari kain alami seperti katun dan linen, hingga kain sintetis seperti polyester. Mereka juga belajar memahami dampak produksi tekstil terhadap lingkungan, termasuk limbah mikroplastik dan emisi karbon dari industri fashion.

Selain itu, peserta dikenalkan dengan proses penyortiran dan pengolahan pakaian bekas agar bisa digunakan kembali. Hal ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pakaian yang langsung berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kami menginisiasi acara ini karena percaya bahwa pakaian layak pakai seharusnya bisa diakses oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi. Ini adalah langkah kecil menuju fashion yang lebih adil dan berkelanjutan,” kata Lucia Mira, Co-Founder Rekynd, Kamis (31/7).

Lucia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi sosial untuk mendorong masyarakat agar mulai memandang pakaian bekas sebagai sesuatu yang bernilai.

“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas untuk mulai melihat pakaian bekas sebagai sesuatu yang penuh cerita dan bernilai. Daripada ke TPA, lebih baik kita berikan kepada yang membutuhkan,” ujarnya.

Sustainable fashion tidak hanya soal gaya, tapi juga tentang keadilan sosial. Dalam kegiatan ini, youth volunteers ASEAN bekerja sama dengan komunitas lokal untuk mendistribusikan pakaian bekas yang masih layak pakai kepada masyarakat sekitar. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana fashion bisa menjadi alat untuk pemberdayaan sosial.

Selain mengedukasi generasi muda, kegiatan ini juga berhasil menyelamatkan ratusan pakaian dari potensi menjadi limbah. Pakaian-pakaian tersebut disortir, dicuci, dan dipamerkan dalam bazar sosial. Seluruh hasil penjualan dari bazar disalurkan kembali untuk mendukung program keberlanjutan dan inisiatif sosial dari Rekynd dan TRI Cycle.

Baca Juga :

Fakta Menarik David Ozora Dijenguk Inul Daratista hingga Pegang Kumis Adam Suseno
Mengenal AI Avatars, Fitur Milik TikTok yang Timbulkan Kontroversi

Sustainable Fashion Festival 2025 di Denpasar

Sustainable.

Festival tahun ini akan menampilkan pameran mode berkelanjutan, workshop daur ulang pakaian, hingga fashion show yang melibatkan desainer muda Indonesia dan ASEAN. Setiap karya yang ditampilkan akan menonjolkan kreativitas dalam memanfaatkan bahan bekas, sisa kain, dan serat ramah lingkungan.

Tak hanya itu, akan ada sesi talkshow yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, seperti aktivis lingkungan, desainer sustainable fashion, dan influencer yang peduli isu lingkungan. Mereka akan membahas dampak industri fashion terhadap bumi, serta bagaimana generasi muda bisa menjadi agen perubahan.

Banyak siswa yang merasa terinspirasi setelah mengikuti kegiatan ini. Misalnya, Made Ayu, siswi SMPN 5 Abiansemal, mengaku kini lebih peduli terhadap pakaian yang ia kenakan.

“Dulu saya tidak terlalu memikirkan asal-usul baju yang saya beli. Sekarang saya ingin lebih bijak dan bahkan mencoba mendaur ulang pakaian lama,” ujarnya.

Sementara itu, Arif Rahman, youth volunteer asal Malaysia, mengatakan kegiatan ini memberinya pengalaman berharga untuk berkolaborasi lintas negara. “Kita belajar bahwa fashion bisa menjadi bahasa universal untuk menyampaikan pesan lingkungan dan sosial,” katanya.

Dampak Positif untuk Lingkungan dan Sosial

Melalui kegiatan ini, Sustainable Fashion Festival 2025 tidak hanya mencetak generasi muda yang sadar lingkungan, tetapi juga menciptakan dampak nyata. Ratusan pakaian berhasil didaur ulang atau didistribusikan ulang kepada mereka yang membutuhkan. Ini berarti pengurangan limbah tekstil dan penundaan penumpukan sampah di TPA.

Selain itu, keterlibatan 10 negara ASEAN menunjukkan bahwa isu sustainable fashion adalah perhatian bersama di kawasan ini. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu bergerak lintas batas untuk menciptakan perubahan positif bagi bumi.

Sustainable Fashion Festival 2025 menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai fashion berkelanjutan sejak dini kepada generasi muda Indonesia dan ASEAN. Melalui edukasi, kolaborasi sosial, dan aksi nyata, festival ini mengajak masyarakat untuk melihat pakaian bekas sebagai sumber daya yang bernilai, bukan sekadar limbah. Denpasar pun kini menjadi panggung bagi gerakan fashion yang lebih adil, ramah lingkungan, dan inspiratif.

You Might Also Like

Jakarta Fair 2026 Diserbu Pengunjung, Tembus 1,5 Juta Orang dalam Sepekan
Garut Jadi Tuan Rumah Festival Layang-Layang Internasional, 13 Negara Siap Ambil Bagian
D’Youth Fest 6.0 Diramaikan Operet Princess Panda yang Angkat Makna Kehidupan
Laut Dunia Masuk Fase Kritis! PBB Peringatkan Ancaman Lingkungan Kian Mengkhawatirkan
Kemenpar Dukung Jazz Gunung 2026, Perpaduan Musik, Alam, dan Budaya Indonesia
TAGGED:Generasi mudaLingkunganSustainable Fashion Festival 2025
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Anak Muda Indonesia Unjuk Gigi di Panggung Dunia, Shanghai Piano Festival 2025
Next Article Ini 3 Peluang Bisnis untuk Anak Muda dengan Modal Minim Tapi Untung Maksimal
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Event

Kirab Budaya Tresna Pancasila Meriahkan Malioboro, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Yogyakarta

2 weeks ago
EventOlahraga

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar

3 weeks ago
Antusias supporter Indonesia saat melihat laga Timnas Garuda Muda melawan Myanmar di Piala AFF U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026, 1 Juni 2026. (Foto: Dok/TWH)
EventOlahraga

Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu

3 weeks ago
Event

Bali & Beyond Travel Fair 2026 Raup Rp6,9 Triliun, Pasar Asia dan Australia Mendominasi

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index