BANGKOK
Tim renang Indonesia harus melewati hari keempat cabang akuatik SEA Games Thailand 2025 tanpa tambahan medali emas. Meski demikian, capaian keseluruhan Merah Putih justru menunjukkan progres signifikan. Hingga hari keempat, Sabtu (13/12) Indonesia telah mengoleksi tiga medali emas, sebuah lonjakan besar dibandingkan SEA Games Kamboja 2023 yang hanya menghasilkan satu emas.
Pada final hari keempat yang digelar di Swimming Pool Sports Authority of Thailand, Bangkok, Sabtu, Indonesia menambah satu medali perak dan satu perunggu. Hasil ini menjaga konsistensi perolehan medali tim renang di tengah ketatnya persaingan kawasan Asia Tenggara.
Medali perak diraih dari nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra melalui Joe Aditya Wijaya Kurniawan. Joe finis kedua dengan catatan waktu 53,14 detik, mengamankan medali perdananya di SEA Games 2025.
“Yang pasti seneng banget yah, jadi pas pertama liat papan itu kan mata saya minus yah jadi gak keliatan, gak tau saya di peringkat berapa,” ujar Joe. “Medali ini saya persembahkan untuk keluarga saya yang menonton langsung, teman-teman, staf kepelatihan, terutama senior sekaligus kakak saya Siman yang kali ini merupakan SEA Games terakhirnya,” lanjutnya.
Sementara itu, medali perunggu datang dari nomor 100 meter gaya punggung putri melalui Flairene Candrea. Ia finis di posisi ketiga dengan waktu 1:02.60, sekaligus menandai kembalinya Flairene ke podium SEA Games di nomor tersebut setelah terakhir kali meraih medali di Vietnam 2021.
Puji Tuhan aku seneng banget bisa meraih medali perunggu ini karena setelah emas SEA Games Vietnam, aku gak dapet medali di SEA Games Kamboja (2023), jadinya pastinya seneng bisa dapet medali lagi di 100m gaya punggung,” kata Flairene.
Pelatih timnas renang Indonesia, Albert C. Sutanto, menilai hasil hari keempat tetap positif meski tanpa emas. Ia menekankan tekanan SEA Games kerap menghadirkan hasil di luar target awal.
“Buat 100m kupu putra saya senang yah Joe bisa dapat perak, dia bagus banget di final tadi. Cuma memang agak kurang di 100m punggung putri meski saya seneng Flai dapat perunggu tapi harusnya bisa lebih karena best time Flairene bisa lebih cepet,” jelas Albert.
“Tapi yah memang apa yang kita target bisa aja miss, yang gak kita target malah medali, inilah SEA Games pressure-nya beda dan kita harap ada medali lagi di SEAG hari terakhir,” tambahnya.
Hingga hari keempat, tim renang Indonesia telah mengoleksi 3 emas, 2 perak, dan 3 perunggu, sebuah pencapaian yang menegaskan tren peningkatan performa dibandingkan SEA Games sebelumnya.
Sementara itu, cabang renang artistic telah menutup SEA Games 2025 dengan melampaui target melalui raihan dua medali perunggu. Adapun cabang akuatik lainnya— polo air putra dan putri, loncat indah, serta renang perairan terbuka—baru akan dipertandingkan mulai 15 hingga 20 Desember 2025, membuka peluang tambahan medali bagi kontingen Indonesia.